Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 27


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Akhirnya semua orang bersemangat untuk mencari ikan agar dapat memenangkan kompetisi yang mereka buat secara bersama sama.


"Aku gak boleh kalah sama adik kedua, masa iya aku mulu yang masakin dia makanan, kali kali lah dia yang masakin aku makanan, selama aku di padepokan dia yang selalu tinggal makan dan aku yang harus mengolah makanan mentah sebelum dimakan oleh bersama sama." gumam Jaka di dalam hatinya.


Berbeda dengan yang lainnya, Ki Ageng Reksa di perintahkan oleh Jaka untuk menunggu mereka di atas sungai dan memperhatikan semua orang yang menangkap ikan agar tidak ada yang bermain curang. Karena tidak enak semu orang turun ke sungai namun Ki Ageng Reksa cuman melihat mereka dari atas membuatnya berjalan menuju semua orang yang ada di sungai dan ikut menangkap ikan.


"Eh Ki Ageng Reksa kenapa ikut turun ke sini?" tanya Komandan Markovic.


"Aku juga mau jadi pemenang kompetisi ini juga kali, masa iya kalian doang yang boleh menang aku juga harus menang dong wle." celetuk Ki Ageng Reksa.


"Hahaha, aki ini yah lucu sekali, mana ada orang yang mau menyuruh Ki Ageng Reksa untuk bakar ikan? bisa bisa orang itu aku jitak kepalanya hahaha." ucap Jaka sembari tertawa terbahak-bahak.


"Oke kalau begitu, aku akan cari ikan khusus untuk aku, aku akan dapetin ikan yang sangat besar seperti monster dan kalian yang akan bakarin untuk aku yah." ucap Ki Ageng Reksa dengan keras kepala masih terus mencari ikan untuknya.


"Baiklah, terserah aki saja yang penting kita bersenang-senang bersama di sini tanpa ada rasa takut." ucap Jaka dengan mengizinkan Ki Ageng Reksa ikut mencari ikan bersama yang lain.


Tidak lama setelah Ki Ageng Reksa turun ke sungai, teman teman yang lain berdatangan dengan membawa kayu bakar yang sangat banyak untuk mereka siapkan nanti malam.


"Astaga naga black dragon kalian bawa banyak sekali itu kayu bakar." celetuk Komandan Markovic yang melihat kedatangan tim pencari kayu bakar.

__ADS_1


"Mungkin mereka mau bikin api naga wkwk makanya bawa banyak banget kayu bakar." sahut Jaka yang menghampiri teman temannya yang masih di atas dan membisikkan sesuatu.


"Waduh si kakak bisikin apa lagi nih, kayaknya aku harus mencari ikan lebih banyak lagi dari pada aku kalah nanti wkwk." gumam Komandan Markovic yang langsung mencari ikan dengan sekali tangkap 2 ikan terkena.


Entah apa yang di bisikan oleh Jaka kepada teman temannya yang baru pulang mencari kayu bakar hingga membuat mereka semua melepas bajunya dan langsung nyemplung juga ke sungai.


"Hadeh sebenernya apa yang di bisikin sama kakak sih? argh sudahlah mendingan aku fokus mencari ikan saja." ucap Komandan Markovic sembari tangannya masuk ke sela sela bebatuan sungai.


Hari mulai sore, pencarian ikan skala besar dihentikan dan mereka menghitung hasil tangkapan mereka semua. Mulai dari Jaka yang berhasil menangkap 10 ekor ikan dan teman temannya yang bertugas mencari kayu bakar justru memberikan semua ikan mereka kepada Jaka sehingga kini Jaka berhasil mengumpulkan sebanyak 30 ekor.


"Astaga kakak!!! ihh mainnya kok curang sih orang yah ih ngeselin banget." ucap Komandan Markovic dengan sifat kekanak-kanakan.


"Kan mereka yang kasih ke kakak de jadi sah sah aja dong hahaha." sahut Jaka dengan spontan.


"Anjir ternyata dia main serius juga." gumam Jaka di dalam hatinya.


Berbeda dengan yang lainnya, mereka masih sangat awam dalam hal menangkap ikan secara langsung, sehingga menyebabkan banyak dari mereka yang tidak dapat ikan sama sekali.


"Baiklah dikarenakan sudah malam mending kita bakar ikan hasil buruan kita tadi siang hingga sore dan bagi yang paling banyak ikan dia dapat bertugas untuk mencari daun pisang sebagai alas tempat makan kita bersama." ucap Jaka dengan tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya.


"Lah kata kakak yang dapet paling banyak dia gak ikut bakar ikannya." sahut Komandan Markovic.

__ADS_1


"Memang benar bagi siapa yang dapat ikan paling banyak maka dia gak ikut bakar ikan ikan hasil buruan kita semua tapi mereka bertugas untuk mencari daun pisang dan buah buahan yang bisa buat kita makan sebagai makanan penutup." ucap Jaka dengan santai.


"Kalau begitu namanya kakak berbohong dong sama kita semua." ucap Komandan Markovic.


"Aku tidak berbohong kepada kalian semua, aku hanya mengajarkan kalian semua apa itu kesetaraan, dengan ada yang menang dalam kompetisi ini tidak membiarkan yang kalah untuk bekerja sendirian karena kita semua satu keluarga, semisalnya pada bagian tubuh kita ada yang terluka maka tubuh kita ini semuanya akan ikut merasakan sakitnya luka itu dan aku mengajarkan kalian semua tentang itu." ucap Jaka dengan menaruh tangannya di belakang.


"Kamu ini memiliki sifat yang sama dengan Ki Jagabaya dan mengajarkan kepada murid muridnya tentang nilai nilai kehidupan dan nilai nilai dalam berkeluarga namun bedanya di sini kamu mengajarkan kepada kita semua menggunakan cara kiasan, yaitu dimana kita semua di perintahkan mengerjakan sesuatu untuk memberikan kita pelajaran di balik perintah itu, aku sangat bangga mempunyai murid sepertimu." ucap Ki Ageng Reksa yang meluruskan niat baik dari Jaka.


Semua orang mulai termenung memikirkan nasihat yang di berikan oleh Jaka melalui pekerjaan yang mereka lakukan sejak tadi siang.


"Raja memang benar, aku telah mengerti maksud dari beliau memberikan perintah seperti itu, dia menyuruh kita melakukan sesuatu yang memiliki pesat tersirat di dalamnya, tidak hanya itu kita di ajarkan untuk bisa menelaah kembali tugas yang kita kerjakan apakah itu bermaksud baik atau bermaksud buruk bagi diri kita maupun orang lain." ucap salah satu anak buah Ki Ageng Reksa.


Dengan perkataan 3 orang itu membuat semuanya semakin tersadar dengan tindakan yang di lakukan Jaka selama ini yang mengajarkan untuk satu keluarga silat harimau saling peka terhadap satu sama lain dan saling membantu kepada siapapun walaupun dalam waktu yang baik atau buruk. Akhirnya semua orang mengikuti kembali perintah yang diberikan oleh Jaka untuk kembali mempersiapkan makan malam mereka.


"Baguslah kalau kalian telah mengerti dengan apa yang aku lakukan sejak tadi pagi hingga sekarang, aku ingin membuat satu hari ini penuh dengan pelajaran hidup kita sebagai satu keluarga yang utuh." ucap Jaka dengan menundukkan kepalanya.


"Terima kasih raja! sebab engkau telah menunjukkan jalan yang benar kepada kami semua, ini bukan salahmu namun ini murni dari kebodohan kami semua yang tidak dapat melihat niat baik dibalik tindakan yang kamu perintahkan kepada kami semua." ucap seluruh anak buahnya.


Dan semuanya mengerjakan tugasnya masing masing sesuai dengan instruksi awal dari Jaka dengan membagi mereka kembali untuk menjalankan tugasnya masing masing.


...... Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa dukung terus novel ini dengan cara like, komen and share ke teman teman kalian yah, terima kasih.


__ADS_2