
...Happy reading guys.🤗...
Setelah penyerangan yang dilakukan di markas militer sniper negara langsung menarik pandangan publik untuk memaksa pemerintah menyelidiki siapa dalang di balik penyarang ini.
Tim investigasi menyelidiki tempat kejadian dan mencari keberadaan mayat dari sniper yang membuat kekacauan di markas yang berhasil dibunuh oleh Jaka.
Alangkah kagetnya mereka tidak bisa menemukan jasad dari sang sniper musuh dan hanya menemukan sepucuk senjata sniper anti material yang mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun seperti senjata tank yang bobotnya sangat berat namun yang dipakai adalah senapan yang memiliki kemampuan yang sama.
"Bagaimana bisa jasad sniper itu tidak dapat ditemukan?!" tanya ketua tim investigasi.
"Kami juga tidak tahu pak." jawab anggotanya yang langsung berpencar mencari ke segala arah.
"Temukan barang bukti yang menurut kalian mencurigakan dan segera amankan agar kita bahas nanti di markas sniper, cepat!" ucap ketua tim investigasi.
Saat mencari barang bukti satu persatu kembali berguguran yang ternyata sniper itu ada 2 atau memang tembakan dari meleset dan hanya merusak senjata dari sniper itu.
*****
Kepala pelatih alias Jenderal Damar yang melihat dari televisi bahwa markas yang menjadi tanggung jawabnya digempur habis habisan oleh sniper yang sangat ahli dalam membunuh dari jarak jauh tanpa terlihat jejaknya.
"Aku harus membantu anak buahku untuk membunuh sniper itu, kalau tidak pasti mereka akan mati secara sia sia saja." ucap kepala pelatih yang mulai melepas jarum infus yang tengah ia gunakan.
Ia berjalan keluar kamarnya dan diketahui oleh salah seorang perawat yang berusaha membawanya untuk kembali masuk ke kamarnya.
"Pak, bapak jangan pergi ke mana mana sampai kondisi diluar sana aman pak." ucap perawat itu.
"Kau pikir aku sudah pensiun menjadi seorang ksatria sejati?!" ucap kepala pelatih dengan tegas.
Sang perawat langsung kena mental dan hanya bisa terdiam merenungi kata kata dari kepala pelatih yang sangat simpel, singkat, padat, jelas, dan kena ke hati langsung.
"Sudahlah sekarang kau bantu aku ke mobil, di sana aku dapat menemukan sniper di tempat rahasia dalam mobil itu." ucap Jenderal Damar yang mengajak perawat itu keluar rumah sakit.
__ADS_1
Perawat laki laki itu menuruti permintaan dari Jenderal Damar untuk membantunya pergi keluar dari rumah sakit, namun lagi lagi Jenderal Damar mendapatkan perilaku yang sama dari anak buahnya yang melarang Jenderal Damar untuk pergi ke markas militer sniper negara.
"Mohon maaf pak, saya tidak bisa mengizinkan bapak untuk pergi dari rumah sakit ini." ucap anak buahnya yang tengah berjaga.
"Siapa yang memberimu perintah hingga kau berani menghadangku?" tanya Jenderal Damar dengan kletus.
"Siap, Letnan Suryadi pak." jawab anak buah yang tengah berjaga.
"Pangkatnya masih Letnan dan saya Jenderal, kamu berani melawan perintah dari saya?!" ucap Jenderal Damar dengan kesal bahwa dirinya di halang halangi untuk kembali mengabdi kepada negaranya melalui jalur medan perang.
"Tapi pak mohon maaf sebelumnya saya masih tidak bisa mengizinkan bapak untuk pergi dari rumah sakit ini." ucap anak buahnya yang semakin gigih menghadang.
"Baiklah kau sudah membangkang terhadap perintah dariku, siap siap kau akan di pecat dari kesatuan militer setelah ini." ucap Jenderal Damar yang berusaha mengancam.
"Tidak masalah pak, yang penting nyawa bapak terselamatkan dari serangan musuh." ucap anak buahnya.
Tiada yang menduga dari hasil perdebatan yang sangat alot antara Jenderal Damar dan anak buahnya bisa terhenti seketika saat mereka melihat beberapa tentara yang turun dari pesawat terbang.
"Siapa yang mengirim pasukan penyerbu ke sini?" tanya Jenderal Damar yang melihat ke atas.
"Mana saya pinjam teropong kamu." pinta Jenderal Damar.
Jenderal Damar langsung melihat ke langit saat dirinya mendapatkan teropong, alangkah terkejutnya bahwa sekarang rumah sakit ini sedang mengalami invasi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata lengkap yang berlambangkan organisasi pemberontak terbesar di dunia.
"Semuanya cepat masuk!!" ucap Jenderal Damar yang langsung berteriak ke semua orang.
"Ada apa pak?" tanya anak buahnya.
"Kita sedang di invasi secara besar besaran, mungkin perbatasan sudah di hancurkan oleh mereka sehingga mereka dengan mudah masuk ke negara kita atau mereka sengaja menggunakan pesawat biasa untuk membawa mereka memasuki negara kita! Intinya sekarang kalian harus evakuasi rakyat sipil dan bawa mereka ke dalam rumah sakit ini dan jaga pintu belakang serta lantai paling atas karena kemungkinan mereka akan masuk melalui tempat itu." ucap Jenderal Damar yang langsung merebut senjata yang di pegang oleh anak buahnya.
Jenderal Damar dengan gagah berani langsung membantai semua musuh yang tengah berada di atas sebelum mereka menyentuh tanah.
__ADS_1
Tidak lama dari itu iring iringan pleton 3 yang sedang membawa Jaka ke rumah sakit telah tiba.
"Hey kalian sedang apa di sini?!" ucap Jenderal Damar yang terus terusan menembaki musuh yang ada di atas.
"Kami membawa Jaka pak! Ia terluka karena berduel dengan sniper musuh." ucap Krisna.
"Heh Kris lihat ke atas." ucap Harry.
"Ada ala Har?" tanya Jaka.
"Di atas sedang ada banyak musuh yang berusaha mendarat di rumah sakit ini. Tandanya negara kita sedang berperang Jak!!" ucap Harry dengan panik.
"Sialan! Kita harus bantu kepala pelatih sekarang." ucap Jaka yang langsung melihat ke langit.
Teman teman Jaka yang memakai motor sudah mengetahui sejak awal dan langsung memilih untuk masuk ke dalam rumah sakit itu karena mereka tidak memakai baju anti peluru.
"Bagaimana caranya Jaka?!" ucap Harry yang semakin panik.
"Di bagasi ada banyak senjata senjata, kita gunakan senjata itu, tapi kita harus masukin mobil ini ke depan pintu rumah sakit untuk Mengurangi resiko kita tertembak." ucap Jaka yang menyuruh Krisna untuk memasukkan mobil.
"Oke oke." jawab Krisna yang langsung memasukan mobilnya.
Setelah mereka berhasil memarkirkan mobil di depan pintu rumah sakit, Jaka langsung keluar dari mobil dengan membawa senjata dan mengambil posisi di tempat yang aman untuk dirinya berlindung dari gempuran peluru.
"Hey kau taruna 203 jangan di sini!! Masuk ke dalam cepat!" ucap Jenderal Damar.
"Kau pikir hanya tentara yang sudah lulus dari pendidikan yang berhak untuk membela negaranya?" tanya Jaka yang langsung menembaki musuh yang masih di atas.
Harry dan Krisna berlindung di balik mobil untuk menembaki musuh musuh yang berhasil turun namun tidak di izinkan untuk menginjak tanah negara mereka dengan lama.
"Baiklah kau sama saja dengan aku keras kepalanya, kerja bagus marinir!" ucap Jenderal Damar yang semakin bersemangat membantai semua musuh musuh yang berusaha merebut rumah sakit ini.
__ADS_1
......Bersambung.... ...
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.