
...Happy reading guys.🤗...
Akhirnya Jaka, Jenderal Damar, Krisna, Harry, Komandan Markovic serta para pasukan berangkat menuju markas pendidikan sniper negara yang sedang di gempur habis habisan.
Dari jarak radius 1 km saja sudah terdengar suara dentuman demi dentuman terdengar sangat jelas, proyektil peluru terbuang di mana mana, membuat suasana semakin mencekam. Harry dan Krisna yang belum pernah mengikuti perang yang begitu dahsyat ini merasa ketakutan hingga membuat tubuh mereka bergetar.
"Hei kalau kalian tidak berani, silahkan turun dari kendaraan ini dan kembali ke rumah sakit untuk membantu yang lain mengevakuasi warga sipil." ucap Jaka dengan entengnya.
"Ahh tidak, kami tidak takut dengan musuh negara kami, kami hanya takut kalau kami tidak dapat mempertahankan ibu pertiwi kami. Kami rela mengorbankan nyawa demi kemerdekaan bangsa ini dari segala macam bentuk penjajahan." ucap Harry.
"Bagus lah kalau kalian tidak takut, aku harap kalian tidak menjadi beban bagi tim ini saat kita ada di medan tempur nanti." ucap Jaka yang kembali melihat ke arah jalanan.
Tank yang berada di depan mendapatkan sambutan secara mendadak dari musuh dengan diluncurkan roket erpiji 176 yang mampu merusak satu tank apabila terkena pada titik lemah tank tersebut. Untung bagi pasukan Komandan Markovic, mereka hanya tertembak dibagian lapisan baja bukan di bagian terlemah di tank ini.
"Tank lion king 176 bagaimana kondisi kalian?" tanya Komandan Markovic dari alat komunikasi.
"Kami aman pak, beruntung roket itu hanya mengenai bagian yang tebal bukan yang terlemah dari tank kami." ucap anak buahnya dari dalam tank.
Tiba tiba Jenderal Damar mengatakan letak posisi musuh yang menembaki mereka dengan roket erpiji barusan yang berhasil mengenai sasaran namun meleset dari titik yang di tentukan.
"Arah barat daya, dengan sudut koordinat 12,23." ucap Jenderal Damar sembari melihat menggunakan terpotong.
Tanpa pikir panjang Komandan Markovic langsung menembakan rudal tank lion king miliknya tepat ke posisi yang di kasih tau oleh Jenderal Damar.
"Mengapa Komandan mengambil tindakan tanpa melihatnya kembali?" tanya Krisna.
__ADS_1
"Jenderal Damar terkenal dengan kemampuannya yang dapat menemukan musuh yang bersembunyi melalui arah tembakan dan letak bekas tembakan itu mengenai targetnya." ucap Komandan Markovic.
"Mari kita lanjutkan perjalanan kita menuju medan tempur, bagi para personil segera pakai alat pengaman kalian dan bawa senjata kalian jangan sampai ada yang tertinggal." ucap Komandan Markovic dari dalam tanknya.
Semua pasukan langsung mempersiapkan segala sesuatu yang mereka butuhkan dalam berperang, mulai dari pisau yang mereka taru di ujung senapan mereka untuk menghindari pertempuran jarak dekat.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai dan kini posisi musuh hanya memiliki satu arti, yaitu mati karena kalau mereka memaksa masuk maka mereka akan kena serangan kejutan dari belakang dan apabila mereka menyerang yang di belakang maka mereka kena juga serangan dari yang depan.
"Semuanya jatuhkan senjata kalian, kami tidak akan menembak kalian apabila kalian mau bekerja sama dengan kami, kami harap kalian tidak bertindak secara tiba tiba yang membuat kami harus memberikan tindakan tegas kepada kalian semua." ucap Komandan Markovic dari pengeras suara tank yang kini ia tumpangi.
Para pemberontak tidak mau mendengarkan perintah Komandan Markovic yang membuat mereka justru jatuh ke dalam jurang kematian, namun mereka berusaha melarikan diri seseorang dari sektor sebelah timur yang di sana mesan cukup bagus untuk berperang grilia.
"Kita harus cari pemimpin mereka agar kita dapat membuat tunduk anak buahnya." ucap Jaka secara sepontan.
"Kau pintar juga ternyata anak muda." ucap Jenderal Damar.
"Kalau masalah itu serahkan kepadaku saja, biar aku yang mengurusnya." ucap Jaka dengan santuy.
Kemudian Jaka maju sendirian tanpa membawa senjata di tangannya untuk bernegosiasi dengan pemimpin pemberontak agar mau menghentikan perang ini. Melihat kedatangan Jaka membuat pemimpin pemberontak itu langsung membiarkan Jaka masuk karena memang target mereka pada awalnya adalah Jaka, namun karena Jaka sedang pendidikan makanya mereka menyerang semuanya sekalian.
"Biarkan orang itu lewat, dia akan aku antar ke neraka dan membalaskan dendam adikku, yaitu Ramzan." ucap pemimpin pemberontak itu dengan menghisap sebuah rokok yang mereknya Boshe.
Jaka berjalan dengan penuh percaya diri dan tidak sama sekali menunjukkan rasa ketakutan dia kepada musuh musuhnya ada di sekitarnya. Padahal ia memasuki daerah pertahanan musuh dengan sendirian dan tanpa persenjataan apapun, ia hanya bermodalkan nekat dan trobos aja lah yang penting dan 500 stack🤣.
Baru saja Jaka sampai di depan mata pemimpin pemberontak itu, ia langsung menggunakan jurus teleportasi dan langsung mengunci pergerakan dari pemimpin itu.
__ADS_1
"Sialan! Cepat sekali kau bergerak, siapa kau?!" tanya pemimpin itu.
"Aku adalah Jaka, anak murid dari Ki Jagabaya yang telah wafat dengan dibunuh menggunakan racun." ucap Jaka yang terus menerus mengunci pemimpin pemberontak itu.
"Ternyata dia adalah Jaka, aku harus berpihak kepadanya agar aku bisa terbebas dari Ki Jagaraga yang sangat kejam itu. Nampaknya ini sudah saatnya untuk aku memberitahukan segalanya." ucap pemimpin pemberontak itu di dalam hati.
"Aku bisa menjadi saksi bagimu atas kejahatan dari orang yang telah membunuh gurumu itu Jaka." ucap pemimpin itu dengan wajah sinisnya.
"Bagaimana kau bisa membantu aku?!" tanya Jaka.
"Aku terlibat dalam pembunuhan itu, namun akhirnya tidak ikut namun aku hanya mengirim anak buahku dan aku tau siapa yang merencanakan ini dengan sangat matang sekali, apa kau mau melepaskan aku terlebih dahulu?" punya pemimpin pemberontak itu.
"Sialan kau memanfatkan situasi seperti ini." ucap Jaka dengan kesal.
"Kalau kau tidak ingin tahu siapa dalang dibalik pembunuhan gurumu yasudah aku tidak dapat membantumu, selamat menderita karena tidak dapat mengungkap misteri ini." ucap pemimpin pemberontak itu dengan wajah yang setengah senyum senyum jahat.
"Baiklah, tapi kau harus ikut aku ke dalam markas dan suruh anak buahmu untuk menjatuhkan senjatanya. Serta kalian menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan aku bisa menjamin kehidupan kalian di dalam penjara dengan nyaman dan aman." ucap Jaka yang meminta syarat kepada pemimpin pemberontak itu.
"Kalian tidak mendengar perintah darinya?" tanya pemimpin pemberontak itu dengan santai.
Jaka dan pemimpin pemberontak yang sudah berhasil Jaka tangkap berjalan menuju iring iringan Komandan Markovic agar anggotanya dapat mengambil senjata senjata dari para pemberontak yang sudah menyerahkan dirinya kepada negara.
"Perang telah selesai, kini kalian sita semua barang bukti itu dan tahan mereka diluar selama aku dan pemimpin pemberontak ini berbicara di dalam markas pendidikan sniper negara." pinta Jaka.
"Baik kak." sahut Komandan Markovic.
__ADS_1
......Berrsambung.......
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.