
...Happy reading guys. 🤗...
Setelah itu Komandan Markovic memerintahkan kepada anak buahnya untuk mengantarkan anak kecil itu.
"Marinir antarkan anak kecil ini untuk kembali ke rumahnya." ucap Komandan Markovic.
"Siap pak." jawab anak buahnya.
"Mari de, om anter ke rumahnya yah." sambung anak buah Komandan Markovic yang menuntun anak kecil itu.
Setelah itu sesi foto bersama telah tiba dan Jaka Lumayun mendapatkan tempat di paling depan bersama petinggi petinggi militer angkatan darat.
Waktu berjalan dengan cepat hingga kini waktu sore telah tiba dan jadwal untuk pergi berburu di dalam hutan sudah saatnya.
"Adik kedua, ayo kita ke hutan untuk mencari ikan bakar." ucapku yang mengajak Komandan Markovic yang sedang bersantai di depan teras.
"Ahh iyah aku hampir saja lupa, ayo ka kita bawa satu senapan untuk berjaga jaga di dalam hutan nanti." ucap Komandan Markovic yang berjalan masuk ke dalam gedung.
"Ets, kenapa harus pakai senjata api? kenapa tidak pakai keahlian kita? tujuan aku mengajak kamu ke hutan itu untuk mempertajam kembali insting seorang pendekar silat harimau milikmu dan kita hanya akan membawa satu pisau belati saja dan perlengkapan yang lain." ucapku yang menahan adik kedua.
"Aku sudah lama tidak menggunakan keahlian itu ka, mungkin aku tidak akan bisa menggunakannya lagi." ucapnya dengan wajah murung.
"Owh kalau itu tenang saja, kakak tau solusinya yaitu kamu akan kakak bawa ke gua pertapaan kakak nanti kamu di sana bisa menyerap kembali aura silat harimau yang begitu pekat, ingat kamu hanya boleh menyerap sedikit saja karena tubuhmu tidak akan sanggup untuk menerima kekuatan lebih dari yang kamu bisa tampung." ucapku yang menasehatinya.
"Benar bisa begitu ya? kalau benar aku ingin mencobanya karena aku juga masih membutuhkan kekuatan itu sekarang." ucapnya dengan muka yang mulai sumringah lagi.
Akhirnya kami berdua mempersiapkan perbekalan yang akan kami bawa selama kami menginap di dalam hutan belantara nanti.
Sesampainya di pinggir hutan kami menitipkan motor kami ke tempat penitipan untuk beberapa hari di tinggal di sana.
"Hufftt udara ini yang sangat aku rindukan, sejuk dan sangat menenangkan hati, jiwa dan pikiran.
__ADS_1
"Benar katamu kak, udara di sini sangat sejuk dibanding di kota." ucap Komandan Markovic yang menghirup dalam dalam udara hutan belantara.
"Yaudah yuk kita cari kedua beruang sahabatku." ucapku yang langsung jalan terlebih dahulu ke dalam hutan dan di ikuti oleh Komandan Markovic.
Selama mencari cari di dalam hutan, Jaka mulai flashback kembali ke masa masanya yang lalu.
Disaat itu ia ingin mengejar kambing hutan yang sangat ia sukai untuk di santai menjadi kambing bakar. Sial baginya karena ia menginjak sedahan ranting pohon yang membuat kambing hutan itu lari ketakutan karena merasa dirinya terancam.
Di saat seperti itu lah Jaka berubah menjadi harimau putih untuk mengejar kambing hutan buruannya.
Tidak lama setelah pengejaran, akhirnya Jaka berhasil mendapatkan kambing hutan incarannya dan langsung mengolahnya menjadi kambing hutan bakar. Dari sinilah Jaka bertemu dengan beruang yang sampai sekarang menjadi sahabat baiknya, yang menemani dirinya saat bersemedi di dalam gua hingga ia selalu menjaga Jaka dari ancaman binatang buas.
Saat Jaka melamun ia hampir saja di terkam oleh sekawanan singa yang waktu dulu ingin memakan Jaka namun berhasil di halangi oleh induk beruang.
"Sial kalian lagi! sekarang kalian mau apa?!" tanya Jaka yang menatap tajam kepada pimpinan kelompok singa.
Tanpa di duga kawanan singa itu justru menyerang Komandan Markovic hingga membuat dirinya terjatuh ke tanah.
Saat ingin menolong adiknya ia di hantam keras oleh pimpinan kawanan singa itu.
"Aku tidak memiliki urusan denganmu!" ucap Jaka dengan nada tinggi dan mengaum keras.
Nampaknya dendam yang sangat mendalam bagi pimpinan kawanan singa itu telah mendarah daging dan tidak mengizinkan Jaka untuk menyelamatkan adiknya.
Setelah Komandan Markovic mengalami banyak luka luka di sekujur badannya, kini nampak dari kelopak matanya mulai berubah menjadi bola mata harimau benggala.
Perubahan sedikit demi sedikit di alami oleh Komandan Markovic yang perlahan mendapatkan kembali kekuatannya.
Perubahan awal terdapat di matanya dan tangannya mampu mengeluarkan cakar yang bisa di gunakan untuk menghalau kawanan singa untuk menganiaya dirinya.
Perubahan selanjutnya terdapat buntut yang keluar dari belakang tubuh Komandan Markovic. Kemudian perubahan yang mulai signifikan terdapat pada sekujur badannya terdapat bulu bulu harimau benggala.
__ADS_1
Sampai akhirnya kini Komandan Markovic mendapatkan wujud asli dari kekuatannya, yaitu harimau benggala yang terkenal dengan badan besarnya serta dengan kekuatan yang dahsyat.
Melihat perubahan dari adik keduanya membuat Jaka merasa tenang, karena adik keduanya telah mampu menjaga dirinya sendiri tanpa perlindungannya.
"Baguslah kali ini urusan kita akan kita selesaikan di sini sampai salah satu di antara kita ada yang mati." ucap Jaka dengan menatap serius.
Tanpa gelagat apapun, pimpinan singa itu langsung menerkam tubuh harimau putih milik Jaka.
"Kurang ajar kau!! akan ku balas dengan hal yang tidak bisa kau bayangkan!" ucap Jaka yang langsung mengigit leher pimpinan singa itu.
Akibat gigitan dari Jaka membuat singa itu langsung lemas tak berdaya dan perlahan demi perlahan tubuh kekar singa itu mulai ambruk dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Tidak lama terdengar suara langkah seseorang yang datang karena mendengar suara auman bintang buas yang sangat kuat hingga terdengar sampai ke base camp.
"Ada apa ini?" ucap salah seorang yang memegang senjata.
"Tidak ada apa apa pak, kami hanya di serang oleh kawanan singa ini dan aku berhasil membunuh pimpinan mereka yang menyebabkan mereka lari dari sini dengan sangat kencang." ucapku yang sudah kembali ke bentuk manusia, begitupun dengan Komandan Markovic.
"Bagus lah, kau tidak ada yang terluka? lain kali kalau kalian ingin masuk ke hutan ini bawalah senjata agar kalian aman dari bahaya hewan buas yang masih sering berkeliaran di dalam hutan ini." ucap penjaga hutan.
"Tenang saja pak, kami sudah membawa pisau belati, cuman karena panik jadi gak ke pake aja hehe." ucap Komandan Markovic yang langsung menghampiri kedua orang yang baru datang itu untuk membawa mereka pergi.
"Bagus lah kalau begitu, kalian bawa pistol soar ini untuk berjaga jaga apabila kalian mengalami hal hal buruk dan segeralah menembakkannya ke atas agar kami yang berjaga di base camp mengetahui keberadaan kalian." ucap penjaga hutan yang memberikan kami 2 pistol soar yang ia bawa.
"Baik pak terima kasih, kami akan lebih berhati hati kembali di dalam hutan ini dan kami mohon izin untuk kembali melanjutkan perjalanan kami ke dalam hutan yah pak." ucap Jaka yang meminta izin dengan sopan santun kepada kedua penjaga hutan itu.
"Silahkan mas, tapi ingat pesan saya tadi yah." ucap kedua penjaga hutan itu dan mereka berdua mulai turun ke base camp kembali.
Sedangkan Jaka Lumayun dan Komandan Markovic kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke tengah tengah hutan belantara.
......Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa dukung selalu novel ini dengan cara di like komen dan favoritin yah, terima kasih.