Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 38


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Setelah pemberian lencana kepada Jaka, kepala pelatih memberikan beberapa informasi dan peraturan yang diterapkan pada saat pelatihan.


"Baiklah, kali ini saya akan memberikan sedikit informasi tentang beberapa peraturan yang ada di tempat ini. Pertama kalian harus tepat waktu dan wajib disiplin, apabila saya mendapatkan salah satu dari kalian bahwa ada yang tidak disiplin maka satu pleton kalian akan menerima hukuman, oleh karena itu saya harap setiap anggota harus saling mengingatkan satu dengan yang lain agar tidak melanggar aturan apabila tidak mau dihukum. Bagaimana jelas?" tanya kepala pelatih.


"Siap jelas pak!" ucap semua orang.


"Bagus. Kita ke nomor 2, yaitu kalian tidak diperkenankan untuk membawa jimat atau apapun itu. Jadi setelah ini kalian akan saya perintahkan untuk berjalan di selokan di dekat sini, tapi tenang saja selokan sini gak kotor kotor amat. Tapi pemikiran kalian yang kotor tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri, untuk peraturan kedua ini hanya dilakukan sekali setelah selesai acara di sini. Ada yang keberatan?" ucap kepala pelatih.


"Siap tidak pak!" jawab semua anggota taruna.


"Yang ketiga kalian tidak boleh melakukan tindakan bully kepada siapa pun di sini. Tidak ada toleransi untuk perilaku seperti ini dan kalau ada yang melakukannya maka bisa kalian beri tahu kepada pelatih yang lain agar orang tersebut langsung dikeluarkan dari kesatuan militer sniper. Lanjut yang ke empat, yaitu jangan ada yang makan meninggalkan sisa karena hidup di dunia ini sulit! Jangan sekali kali kalian menyia-nyiakan makanan yang sudah disediakan untuk kalian, untuk lebih lengkapnya kalian bisa baca pada brosur yang akan diberikan kepada kalian dari pelatih yang ada." ucap kepala pelatih.


"Silahkan diberikan kepada semua taruna agar mempersingkat waktu.'' perintah kepala pelatih.


"Siap baik pak, laksanakan.'' ucap seluruh pelatih.


"Laksanakan.'' sahut kepala pelatih.


Sementara para pelatih yang ada sedang memberikan brosur tentang peraturan militer yang akan mereka jalani selama di pendidikan militer sniper negara. Semua orang nampak antusias untuk langsung membaca isi brosur itu, namun tidak dengan Jaka yang memperhatikan kepala pelatih yang sedang memegangi dadanya.


''Ada yang tidak beres dengan kepala pelatih." gumam Jaka di dalam hatinya.


Tidak lama setelah Jaka memperhatikan kepala pelatih, ia melihat kepala pelatih seperti akan jatuh pingsan. Sontak dengan cepat ia langsung menangkap tubuh kepala pelatih yang sudah jatuh.

__ADS_1


"Pak!" teriak Jaka sembari menepuk nepuk pelan muka kepala pelatihnya.


Melihat kejadian itu semua anggota militer yang sedang berjaga di pendidikan langsung mengerubungi kepala pelatih dengan SOP perlindungan jenderal bintang 1, semua murid taruna tidak diberi izin untuk melihat keadaan kepala pelatih. Hanya Jaka yang diperbolehkan karena dirinya yang sedang menjadi tumpuan atau tempat bersandar tubuh kepala pelatih yang sedang tak sadarkan diri.


"Berikan saya jarum!" ucap Jaka dengan berteriak.


Dengan sigap para penjaga menjawab.


"Kita tidak punya jarum. Kau mau berbuat apa dengan jarum itu?" tanya penjaga berpangkat kopral.


"Tidak ada waktu, cepat berikan pisau belati yang kau punya, aku harus menyelamatkan kepala pelatih sekarang juga!" ucap Jaka yang berusaha untuk mengambil pisau belati.


"Tidak! Kau mau membunuh kepala pelatih dengan pisau belati ini hah?!" ucap penjaga tadi.


Penjaga itu hendak memukul Jaka namun ditahan oleh atasannya yang berpangkat kapten. Jaka kemudian menyayat sedikit lengan kepala pelatih.


"Benar dugaanku, kepala pelatih sedang diracuni, dia terkena racun yang membunuhnya secara perlahan. Kini saatnya bagi racun itu bergerak menghabisi organ organ vital dari kepala pelatih secara perlahan namun pasti." ucap Jaka sembari melihat darah yang keluar dari lengan kepala pelatih berwarna merah gelap.


"Lantas kita harus bagaimana?" tanya pelatih Jaka.


"Bubarkan barisan terlebih dahulu dan aku minta siapkan perapian sebagai metode tahap terakhir untuk penyembuhan kepala pelatih. Namun cara ini sangat tergantung dengan daya tahan tubuh kepala pelatih, kemudian kita harus panggil keluarganya untuk dia mendapat motivasi untuk terus hidup dan berani melawan penyakitnya ini. Yang paling utama aku butuh banyak jarum untuk saluran tempat keluar racun yang ada di dalam tubuh kepala pelatih." ucap Jaka yang mulai berdiri membawa kepala pelatih.


"Baiklah aku serahkan sisanya kepadamu dan semuanya segera jalankan perintah dari taruna 203 ini." ucap pelatih Jaka.


Sesuai dengan permintaan dari Jaka, semua taruna di bubarkan barisannya untuk kembali ke dalam asrama. Jaka membawa kepala pelatih ke bawah pohon yang lebat karena untuk saat ini kepala pelatih membutuhkan banyak oksigen dan menurut penelitian yang ditelaah oleh Jaka bahwa pohon mengeluarkan banyak oksigen saat pagi hingga sore hari.

__ADS_1


Jaka meminta salah satu penjaga untuk menjaga kepala pelatih saat dirinya sedang mengambil tempat tidur miliknya yang ada di dalam asrama untuk dijadikan sebagai tempat tidur kepala pelatih saat dirinya tengah dilakukan proses penyembuhan tahap awal.


"Pak Letnan Suryadi." panggil Jaka.


"Siap, ada yang bisa saya bantu?" tanya Letnan Suryadi.


"Tolong jaga kepala pelatih saat saya mengambil kasur lipat yang ada di asrama untuk alas tempat tidur kepala pelatih di sini dan kemungkinan saya akan sedikit lama karena saya harus mencari beberapa buah dan tanaman yang akan saya racik untuk menjadi obat pembantu pengeluaran racun yang ada di dalam tubuh kepala pelatih, bagaimana bapak paham kan maksud saya?" tanya Jaka.


"Siap perintah dimengerti, silahkan anda mencari bahan bahan yang anda perlukan." ucap Letnan Suryadi.


Setelah menitipkan kepala pelatih kepada Letnan Suryadi, Jaka langsung lari ke hutan yang berada di wilayah asrama pendidikan militer sniper negara.


"Sebenarnya aku hanya memerlukan 2 bahan saja, namun salah satunya sangat sulit untuk ditemukan, yaitu tanaman anggrek biru putih yang sangat langkah. Namun semoga saja di hutan ini ada tanaman itu, dilihat dari tempatnya saja ini hutan sangat terawat semoga saja masih ada beberapa tanaman itu di sini." ucap Jaka yang langsung masuk ke dalam hutan dan mencari tanaman itu.


Lama sekali Jaka mencari cari tanaman itu di dalam hutan, ia mengelilingi hutan itu hingga 3 kali namun masih saja tidak menemukan tanaman yang dia cari saat ini. Ketika ia haus dan memilih untuk ke air terjun untuk meminum air di sana, ia melihat ke arah atas air terjun dan melihat tanaman yang ia cari selama ini.


"Akhirnya kau ketemu juga dan di sini rupanya habitat dari tanaman ini, tapi aku harus mendakinya terlebih dahulu. Semoga saja aku tidak terlambat kembali ke tempat pendidikan." ucap Jaka yang mulai memanjat tebing air terjun.


......Bersambung.......


WARNING!!!


Semua yang ada di latar belakang kejadian selama Jaka menjalankan pendidikan militernya murni dari hasil buah pemikiran author yah hihi.


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman-teman kalian, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2