Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 39


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Setelah berhasil mendapatkan tanaman bunga anggrek biru putih yang di butuhkan oleh Jaka ia langsung berteleportasi ke tempat pendidikan namun muncul dari balik pohon agar tidak ketahuan bahwa dia bisa melakukan teleportasi dari satu tempat ke tempat yang lainnya.


"Aku sudah berhasil membawa tanaman ini, sekarang aku taro tanaman ini semua dan mengambil kasur terlebih dahulu, kalian semua yang masih ada di sini segera cari kayu bakar yang sangat sudah kering. Karena semakin kering kayu yang kita gunakan maka akan semakin cepat juga untuk terbakarnya, aku membutuhkan itu semua dalam waktu 15 menit saja." ucap Jaka yang langsung pergi ke dalam asrama untuk mengambil jarum akupuntur miliknya sendiri.


"Siap!" jawab semua penjaga yang berada di sekitar kepala pelatih yang langsung berpencar menuju ke beberapa titik yang memiliki pepohonan yang rindang dan lebat karena pasti banyak dahan dan ranting yang berjatuhan dan sudah kering.


Sementara Jaka yang sudah membopong kasur lipat miliknya dan membawa ke lapangan untuk menaruh tubuh kepala pelatih ke atas kasur itu.


Setelah tubuh kepala pelatih naik ke atas kasur itu Jaka langsung mengoleskan kapas alkohol yang sudah ada dalam satu kotak jarum akupuntur miliknya.


"Hey kau mau melakukan apa dengan suamiku?!" tanya istri kepala pelatih yang baru datang.


Tanpa pikir panjang anak dari kepala pelatih itu langsung menghajar Jaka dengan sangat keras hingga Jaka terpental ke tanah dengan jarak 1 meter dari tempat ia di tampol.


"Tunggu! Jangan melawanku sekarang karena ini akan menyangkut masalah nyawa kepala pelatih." ucap Jaka yang berusaha berdiri.


"Halah bohong! Aku tak percaya denganmu untuk menyembuhkan ayahku!" ucap anak kepala pelatih itu yang langsung menendang tubuh Jaka yang berusaha bangun.

__ADS_1


"Sialan sekali ini anak bau kencur! Dia tidak tahu siapa yang sedang berhadapan dengannya, kalau aku tidak memikirkan nyawa kepala pelatih aku pastikan dia akan mati sekarang dengan satu gerakan yang aku luncurkan, namun aku harus mengurusnya sekarang agar tidak menganggu proses penyembuhan kepala pelatih." ucap ajak di dalam hatinya sembari bersandar di pohon akibat terpental kembali setelah di tendang.


"Baiklah kalau kau ingin bertarung denganku, tapi ada satu syarat yaitu kalau aku menang maka aku akan menyembuhkan ayahmu, tapi kalau aku kalah kau boleh membawanya ke rumah sakit tentara." ucap Jaka yang sudah mulai muak dengan tingkah sok keras dari anak kepala pelatihnya.


"Baiklah kalau kau sudah tak sayang dengan nyawamu, mari kita selesaikan dengan cara laki laki." ucapnya sembari memperletekan jari jemari tangannya.


"Dengan senang hati." balas Jaka dengan tatapan membunuhnya yang sangat kuat.


Melihat tatapan Jaka yang sangat sadis untuk membunuh seseorang membuat anak kepala pelatih itu kena mental hingga dirinya sempat mundur beberapa langkah. Namun semua sudah terlambat kini Jaka sudah bergerak dengan sangat cepat dan langsung menendang tulang rusuk kiri dari anak kepala pelatihnya.


Gerakan yang begitu cepat dan tak pernah di duga duga karena tidak ada manusia yang mampu bergerak sebegitu cepatnya hingga seperti hanya terlihat kilatan hijau saja karena sesuai dengan warna baju yang tengah di gunakan oleh Jaka.


"Siapa kau?! Tidak ada manusia yang dapat bergerak sebegitu cepatnya hingga aku tidak dapat melihat pergerakanmu." ucap anak kepala pelatih Jaka yang langsung jatuh terkapar tidak sadarkan diri karena beberapa tulang rusuknya patah dengan sekali tendangan saja.


Setelah selesai pertarungannya dengan anak kepala pelatih, ia terkejut karena pergerakan racun yang begitu cepat membuat nyawa kepala pelatih semakin berada di ujung jurang kematian. Karena dapat di lihat dari mulutnya yang mengeluarkan busah berwarna putih pekat seperti susu basi dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat di hidung.


"Sialan ini sangat cepat sekali pergerakannya, aku baru pertama kali melihat kecepatan racun yang menjalar keseluruhan tubuh manusia. Aku tidak punya banyak waktu lagi! Hei!! Buruan datang aku membutuhkan kayu bakarnya sekarang!!" ucap Jaka dengan berteriak dan kembali mengoleskan alkohol ke titik titik tertentu.


Jaka langsung menusukkan semua jarum yang ia punya dengan total 50 jarum akupuntur dan di tancapkan di titik titik tertentu untuk menghambat serta membuatkan jalan keluar bagi racun yang ada di dalam tubuh kepala pelatihnya.

__ADS_1


"Satu jarum ini akan aku pasangkan di syaraf yang berada di dekat jantung ini, agar jantungnya tidak terkontaminasi oleh racun." ucap Jaka yang langsung menancapkan jarum terakhir miliknya.


Setelah Jaka selesai menusukan semua jarum akupuntur yang ia punya ternyata anak dari kepala pelatih itu masih dapat bangun dengan tegak dan berlari menuju Jaka untuk menikamnya dengan ranting pohon yang runcing.


"Dasar bodoh kau ingin membunuh dengan ranting pohon yang renyah seperti kripik itu kepadaku, rasakan dirimu yang akan kaku untuk selamanya sampai aku sendiri yang mencabut ranting yang lebih kecil ini." ucap Jaka yang menarik ranting pohon yang sangat tipis dan langsung melemparkannya kepada anak kepala pelatih itu yang langsung tepat mengenai syaraf yang berada di leher anak kepala pelatih itu hingga dirinya tidak mampu bergerak dan menjadi patung hidup.


"Lepaskan saya!" ucap anak kepala pelatih yang hanya bisa berkata kata tanpa bisa menggerakkan anggota badannya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu mengganggu proses penyembuhan ini." ucap Jaka yang langsung berdiri dan menghampiri anak kepala pelatih.


"Saya bisa tau apa yang ada dipikiran dan hatimu itu, jadi kau jangan berbuat macam macam kepadaku atau kau sendiri yang akan mengatakan rahasia yang ada di dalam hatimu selama ini." ucap Jaka sembari menepuk nepuk muka anak kepala pelatihnya.


"Ternyata dia sangat ahli dalam menggunakan jarum jarum kecil, bahkan dia dalam menggunakan ranting pohon ini yang sangat tipis hingga mampu menembus leherku dan membuat aku tidak bergerak seperti ini, sungguh kemampuan yang sangat membahayakan bagiku." gumam anak kepala pelatihnya di dalam hati.


Tidak lama setelah itu semua penjaga yang sedang mencari kayu bakar sudah kembali dengan membawa banyak sekali kayu bakar yang dibawa oleh setiap penjaga.


"Bagus, sekarang kalian tumpuk kayu kayu yang kecil hingga yang sedang hingga membentuk semua api unggun dan segera siapkan panci yang sangat besar serta masukkan air dengan banyak untuk kita gunakan sebagai media pengeluaran racun yang ada di dalam tubuh kepala pelatih." ucap Jaka dengan langsung pergi ke dalam hutan dan menuju ke tempat tanaman bambu.


"Siap pak." ucap semua penjaga yang langsung mengerjakan perintah yang barusan di berikan oleh Jaka.

__ADS_1


......Bersambung.......


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke temen temen kalian, terima kasih.


__ADS_2