Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 55


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Setelah membawa mata mata dalam misi kali ini, Jaka dan kawan kawan kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat beli baju outfit yang bagus bagi mitra kerja sama militer.


*****


Sesampainya mereka berlima, Raider langsung kepincut untuk membeli sebuah jaket kulit hitam beserta baju hitam sebagai **********.


"Jaka." panggil Raider.


"Ya? Kenapa Raider?" tanya Jaka.


"Heum aku sebenernya pengen baju ini hehe." ucap Raider dengan malu malu.


"Owh ngomong dong kalau kamu pengen yang itu, ambil aja dulu dan nanti cobain dulu sebelum di bayar." ucap Jaka dengan ramah.


"Wah serius nih? yaudah aku mau yang ini yah, tungguin aku ganti baju dulu." ucap Raider.


"Iya sans aja kita bakal tungguin di sini kok." ucap Jaka yang mengambil tempat duduk.


Saat Raider mengganti bajunya, Komandan Markovic mengajak anak buah Raider untuk mencari beberapa baju untuk mereka pakai saat ini.


"Ka aku ajak yang lain liat liat baju dulu yah." ucap Komandan Markovic.


"Owh yaudah silahkan nanti kita kumpul di sini lagi yah." sahut Jaka.


"Ayo kita cari cari baju lagi, masa cuman Raider doang yang dapet baju bagus dan kalian cuman ngeliat doang? kan gak enak wkwk." ucap Komandan Markovic sembari jalan terlebih dahulu.


"Iyah juga sih yah, yuk kita cari cari dulu." sahut ketiga anak buah Raider.


*****


Sekitar 5 menit berlalu kini Raider keluar dengan outfit yang sangat keren sekali baginya dan sangat cocok dengan dirinya yang memakai model rambut seperti itu.



"Widih cakep bener bro." puji Jaka.


"Keren yah? hehe." ucap Raider.


"Gak di raguin lagi bro, kece abis sumpah dah demi alex." ucap Jaka yang tidak bisa berkata kata apa pun karena outfitnya aja kalah.


"Ehh iya Jak, tadi gw liat di dalem harganya cukup mahal njir." ucap Raider.


"Berapa emang?" tanya Jaka.

__ADS_1


"Total aja ini kena Rp 550.000,00 njir gimana dong?" tanya Raider dengan cemas karena dia sangat suka dengan pakaiannya sekarang.


"Kamu suka dengan pakaian itu?" tanya Jaka.


"Suka banget Jak, makanya aku tadi langsung ngeliat ini karena pas baru masuk aku langsung tertuju kepada pakaian ini, tapi kayaknya kemahalan deh, aku ganti lagi aja yah." ucap Raider yang hendak masuk ke dalam ruang ganti baju.


"Kalau kau mau ambil saja, masalah biaya biar aku yang tanggung." ucap Jaka yang membuat Raider terkejut.


"Lu gak bercanda kan Jaka?" sahut Raider yang mulai terharu.


"Iya dong masa engga, ambil aja gapapa nanti aku yang bayarin." ucap Jaka dengan tersenyum.


"Wahh makasih ya bro, yaudah gw mau masuk ke dalam dulu ganti baju terus gw lipet nih baju buat langsung di bayar nanti hihi." ucap Raider yang langsung lari ngacir masuk ke dalam ruang ganti.


Jaka hanya tersenyum melihat kebahagiaan dari Raider yang baru ia lihat setelah ia bertemu dengan Raider walau belum lama ini.


****


Kini rombongan Komandan Markovic dan anak buah Raider telah datang dengan membawa baju yang ia mereka sukai.


"Lama banget kalian sih, si Raider aja udah selesai ganti baju kalian malah baru dateng." celetuk Jaka.


"Haha maaf lah, ini milih baju yang terakhir susah dia ada di paling ujung toko ini jadi kita harus muter muter dulu." ucap Komandan Markovic.


"Yaudah buruan kalian ganti baju terus cocokin dengan selera kalian." sahut Raider yang menyuruh anak buahnya.


sekitar 5 menit lagi anak buah Raider sudah keluar dari ruang ganti dengan outfit mereka masing masing dan untuk penonton mereka akan perkenalkan dirinya masing masing.



Hai nama saya Raka Firmansyah hihi, tinggi saya sekitar 179cm dan masih jomblo.



Perkenalkan nama saya Stefanus Gilang Pratama panggil saja saya Gilang, umur saya masih 25 tahun dan segitu saja perkenalan dari saya.



Perkenalkan gue Alexander Lucas Steven, gue tipe orang yang petakilan namun selalu mengamati dengan secara teliti tanpa ketahuan oleh orang lain, jadi segitu aja perkenalan dari gue.😉


*****


Setelah mereka selesai membayar pakaian mereka yang langsung di pakai, kini Komandan Markovic mengajak mereka ke sebuah restoran untuk makan siang terlebih dahulu.


"Kita ke restoran dulu yuk, laper nih gw." ucap Komandan Markovic yang membuka obrolan di dalam mobil.

__ADS_1


"Sabi lah aku juga laper ka." sahut Jaka.


"Yeh kakak mah setuju aja, yang lain gimana?" tanya Komandan Markovic.


"Gw setuju kalo kita mau ke restoran dulu, karena kebetulan kita juga udah laper pengen makan dulu dan juga pengen ngerasain juga makanan enak soalnya kami sudah lama memakan makanan seadanya saja." ucap Raider dengan kelepasan.


"Ya Tuhan, ternyata mereka selama ini menjadi pemberontak selalu mengalami kekurangan hingga saja mereka makan dengan seadanya saja. Karena mungkin status mereka yang tidak memungkinkan mereka untuk keluar membeli makanan yang enak seperti orang pada umumnya." ucap Jaka yang seketika merenung.


"Oke kita otw ke restoran ayam bakar yah." ucap Komandan Markovic.


"Gaskuen." sahut Raider dan anak buahnya.


Akhirnya Komandan Markovic memutar balik mobilnya untuk ke arah restoran yang menjadi tempat kesukaan dia untuk makan ayam bakar sesuai dengan katanya tadi di dalam mobil.


Selama perjalanan Jaka masih saja merenung dengan perkataan dari Raider barusan yang langsung menusuk kena mental bahkan membuat hatinya terluka.


"Sebenarnya pemberontak itu juga patut kita dekati dengan secara kekeluargaan bukan secara senjata api yang memanas dengan banyaknya peluru yang keluar dari dalam senjata itu." ucap Jaka yang merenung sembari melihat jalan yang ada di depannya.


Lama sudah Jaka merenung hingga tak sadar kini mereka sudah sampai di restoran yang di maksud oleh Komandan Markovic.


"Oi Ka Jaka, ayo kita makan dulu baru kita lanjut perjalanan menuju tempat selanjutnya." ucap Komandan Markovic.


"Owh iya iya, sudah sampai yah? hehe maaf aku tadi malah ngelamun." ucap Jaka yang tersadar dari lamunannya.


"Haduh mikirin Resa mulu sih haha." ucap Komandan Markovic secara spontan.


"Dih enak aja aku mikirin Resa, kaga ye." ucap Jaka sembari keluar dari mobil dan menuju ke dalam restoran.


Setelah mereka mendapatkan meja makan, Komandan Markovic langsung memanggil pelayan untuk membawakan daftar menu yang di restoran ini.


"Mba." ucap Komandan Markovic.


"Iyah mas, mau makan apa?" tanya pelayan restoran itu.


"Loh mba tau dari mana kalau saya mau makan?" ucap Komandan Markovic yang membuat pelayan tersebut kebingungan.


"Ya.... Kan masnya manggil saya kan, nah biasanya yang manggil saya itu ingin meminta daftar menu." sahut pelayan restoran itu.


"Nah itu mba tau kalau saya mau minta daftar menu bukan mau makan apa." ucap Komandan Markovic dengan garing dan hanya di pahami oleh teman temannya saja.


"Hahaha dia itu ngerjain kamu mba." ucap Jaka sembari tertawa dengan menutup mulutnya.


Seketika itu pelayan restoran tersebut langsung memerah wajahnya dan menutup mulutnya sendiri karena salah tingkah dibuat Komandan Markovic.


......Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.


__ADS_2