Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 28


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Setelah selesai matang masakan mereka, kemudian memakannya dengan lahap karena waktu sudah malam, Jaka dan Komandan Markovic harus kembali ke markas militer untuk melakukan tugas mereka di sana.


Di pagi harinya semua orang bersiap untuk kembali ke kota dan mendirikan padepokan silat harimau aliran Jaka Lumayun.


"Apakah kalian semua siap untuk keluar dari hutan ini?" tanya Jaka.


"Kalau aku sih ikut saja dengan raja, karena aku ingin mengabdikan sisa umurku ini kepada raja silat harimau." ucap Ki Ageng Reksa dengan berdiri di samping Jaka.


Tanpa pikir panjang semua orang ikut berdiri di samping Jaka dan keluar dari hutan itu untuk menuju ke markas militer terlebih dahulu untuk mendapatkan pakaian yang lebih layak.


Di karenakan kendaraan mereka hanya muat untuk 2 orang saja membuat Komandan Markovic meminta anak buahnya untuk mendatangkan truk pengangkut personil militer.


"Marinir 211 masuk disini Komandan Markovic yang menghubungi." ucap Komandan Markovic dengan telfon satelit.


"Marinir 211 masuk dari markas militer angkatan darat, ada apa Komandan Markovic?" tanya anak buahnya.


"Tolong datangkan kendaraan truk untuk mengangkut personil militer ke tempat yang saya kirimkan lokasinya nanti." ucap Komandan Markovic.


"Siap, kendaraan tersebut akan kami kirimkan segera, mohon tunggu hingga 15 menit untuk kami bergerak menuju lokasi anda, marinir 211 izin keluar." jawab anak buahnya.


"Izin diterima, bubarkan." jawab Komandan Markovic dengan menutup telfon satelitnya.


Setelah Komandan Markovic menutup telfonnya Jaka menghampiri dia untuk menanyakan bagaimana hasilnya.


"Bagaimana hasilnya pak?" tanya Jaka.


"Aman kak, kita tunggu di sini saja dulu." ucap Komandan Markovic.


"Bagaimana kalau kita makan dulu? di sana ada tempat makan, kita makan bakso saja bagaimana?" ajak Jaka.


"Tapi kita mau bayar pakai apa?" tanya Ki Ageng Reksa.

__ADS_1


"Haa tenang saja kan ada aku guru." sahut Komandan Markovic.


"Kamu mau traktir kita de?" tanya Jaka.


"Iyah dong, masa iya seorang komandan gak traktir anak buahnya, udah ayo kita pesan mie dan bakso setau aku itu tempat paling enak di sini." ucap Komandan Markovic.


"Terima kasih kakak kedua." ucap semua anak murid Ki Ageng Reksa.


Akhirnya mereka berdua menghampiri sebuah warung yang menjual minuman dan makanan berat seperti Nasi goreng, mie goreng dan bakso. Untuk minumannya ada teh manis, es teh manis,kopi dan air putih biasa.


"Silahkan pesan yang kalian mau." tawar Komandan Markovic.


"Aku sih ikut raja saja, soalnya dia pasti seleranya bagus jadi aku percaya dengannya." ucap Ki Ageng Reksa yang membuat semua orang mengerumuni mereka.


"Ada yang dipanggil raja? raja apa dia?" tanya warga sekitar yang makan di tempat yang sama.


"Owh tidak tidak, nama saya adalah Raja Jaka Lumayun sering dipanggil Raja atau gak Jaka, seperti itu bapak bapak semuanya." ucap Jaka Lumayun dengan membohongi mereka semua.


"Owh seperti itu toh, kami kira telah muncul seorang Raja silat harimau sesuai dengan kepala suku Jahrai ramalkan." ucap salah seorang.


"Kalau boleh tau bapak bapak semua kenapa bisa tau dengan Raja silat harimau? dan siapa kepala suku Jahrai ini?" tanya Komandan Markovic.


"Beliau adalah seorang peramal bijak, dia meramalkan dengan kedatangan Raja silat harimau maka desa kami akan kembali tentram dan aman." jawab warga yang dituakan.


"Mohon maaf aki, memangnya kenapa dengan desa ini? aku lihat desa ini nampak baik baik saja." ucap Ki Ageng Reksa yang mengajak sesepuh desa itu berbicara.


"Jadi seperti ini, desa ini kalau siang memang sangat aman dan tentram, namun ketika malam tiba desa ini menjadi sangat rawan sekali, mulai dari anak laki laki yang keluar saat malam maka paginya ia ditemukan telah terbunuh dan begitu juga dengan anak perempuan yang pulang malam maka dia akan kembali dengan kehilangan keperawanannya atau mati dengan kondisi tak berbusana." ucap sesepuh desa yang menjelaskan kepada semuanya.


Mendengar berita seperti itu membuat Komandan Markovic tergerak hatinya untuk membantu para warga desa ini, karena seorang tentara harus melindungi warga negaranya walau harus mempertaruhkan nyawanya.


"Baiklah pak tua, kami semua akan mencoba melakukan ronda di sekitar sini untuk mengetahui siapa pelaku dibalik kejadian yang selalu terjadi di desa ini, tapi kalau boleh tahu sejak kapan desa ini diteror seperti yang pak tua bilang?" tanya Komandan Markovic.


"Kejadian ini mulai terjadi ketika Ki Jagabaya sang pelindung desa ini telah terbunuh, dengan datangnya kabar seperti itu maka setiap malam desa ini akan menjadi desa yang sangat rawan." ucap sesepuh desa.

__ADS_1


"Baiklah pak, saya akan membawa beberapa prajurit militer untuk berjaga di beberapa titik desa ini untuk membantu kami berjaga di sini, namun kami memperlukan izin dari sesepuh desa ini." ucap Komandan Markovic.


"Boleh boleh, nanti kalian akan diantarkan oleh anak saya, dia yang akan membawa kalian ke rumah kepala suku di sini." ucap sesepuh desa.


"Baik kami akan ke sana setelah kami menyelesaikan makan pagi kami." ucap Komandan Markovic.


"Alhamdulillah, terima kasih komandan telah mau memberikan keamanan kepada desa kami ini, kami telah mengajukan permohonan kepada polisi sekitar untuk memperketat penjagaan di desa ini namun semua tidak ada yang menjawab." ucap sesepuh itu.


"Sama sama pak tua, nanti saya akan proses kepala polisi itu untuk memintai pertanggung jawabannya, saya akan menghubungi anggota polisi militer terlebih dahulu." ucap Komandan Markovic.


"Silahkan pak, kami banyak banyak berterima kasih karena telah berusaha menjaga desa kami, walau nanti hasilnya masih sama kami tetap menghargai jasa kalian semua yang sudah mau mempertaruhkan nyawa kalian demi menjaga kami semua." ucap sesepuh itu dengan menyuruh semuanya kembali duduk ke tempat masing masing dan menikmati sarapan pagi mereka.


Semua murid Ki Ageng Reksa melanjutkan makannya, berbeda dengan Jaka, justru dia malah menghampiri adik keduanya untuk membahas cara jitu untuk menyukseskan tugas kali ini.


"Kamu tidak perlu khawatir, aku ada di sini untuk menjaga kalian semua, aku berjanji tidak akan ada yang mati dari anggotamu, ayo kita makan dulu abis itu baru kita bicarakan lagi rencana kita untuk menangkap para pelaku yang meresahkan warga desa ini." ucap Jaka yang mengajak Komandan Markovic untuk sarapan.


"Kakak duluan saja, aku mau menelfon marinir 211 untuk membatalkan menjemput kita dengan truk pengangkut personil militer namun menggantinya dengan personil aktif dan bersenjatakan lengkap." ucap Komandan Markovic yang sudah menghubungi markas militer.


"Baiklah, aku akan ke sana duluan yah." ucap Jaka.


"Markas militer, Komandan Markovic masuk." ucap Komandan Markovic.


"Yes komandan, marinir 211 masih di markas." jawab anak buahnya.


"Batalkan perintah aku yang tadi dan kumpulkan 3 batalion pasukan terbaik kita dalam pertempuran malam untuk menjaga desa ini." perintah Komandan Markovic.


"Memangnya kenapa pak?" tanya anak buahnya.


"Nanti akan saya jelaskan di TKP, sekarang kamu kirimkan personil terbaik kita seperti yang saya minta segera." ucap Komandan Markovic.


"Baik pak, perintah sudah diterima, marinis 211 dari markas militer angkatan darat mohon izin keluar." ucap anak buahnya yang sudah memencet tombol tanda bahaya.


"Izin diterima." ucap Komandan Markovic dengan berjalan kembali menuju teman temannya untuk menikmati sarapan paginya.

__ADS_1


...... Bersambung.......


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like,komen dan share ke temen teman kalian yah, untuk periode update aku akan update siang dan malam yah. Terima kasih.


__ADS_2