
...Happy reading guys.🤗...
Semakin jauh mereka masuk ke dalam hutan maka semakin lebat pula pepohonan yang berada di sekitar mereka dan sepanjang jalan minim sekali pencahayaan yang masuk ke dalamnya.
Selama perjalanan mereka berdua banyak sekali hewan buas yang buas yang mendekati mereka berdua.
"Nampaknya kita akan kedatangan tamu lagi dik, bersiaplah." ucap Jaka yang langsung berubah menjadi harimau putih legendaris.
"Aku akan menyambutnya dengan senang hati." jawab Komandan Markovic dengan merenggangkan tubuhnya dan berubah menjadi harimau benggala.
Tidak lama kemudian suara itu semakin kencang mendekati mereka.
"Sial mereka berlari mendekati kita, kita harus saling menutup titik buta kita." ucap Jaka yang langsung melindungi tubuh belakang adik keduanya.
"Kita akan memakai jurus andalan yang selalu di latih oleh guru? aku sangat rindu saat saat seperti ini." ucap adik kedua yang mengikuti tindakan Jaka yang melindungi tubuh belakangnya.
Tidak lama setelah mereka berdua saling menutup titik buta mereka, sekelompok harimau benggala pula menerkam mereka, sontak Jaka dan adik kedua mengaum ke sisi kiri dan kanan mereka dan langsung balik menerjang harimau yang ingin menerkam mereka.
"Tidak ada yang bisa mengalahkan formasi aku dan adik kedua ketika kami sudah memasang formasi seperti ini." ucap Jaka di dalam hatinya sembari melompat menerjang satu harimau yang juga melompat ke arahnya.
"Ini adalah saat yang paling membahagiakan di dalam diriku, karena bisa bertarung bersama kembali dengan Ka Jaka." gumam Komandan Markovic yang ikut melompat ketika Jaka melompat.
Seperti julukan mereka berdua dahulu yang di kenal sebagai sepasang harimau OW (orens, white) yang sangat sulit untuk dikalahkan di setiap mereka berdua menjalan misinya secara bersama sama.
Tanpa di duga seluruh harimau benggala yang tadinya hendak menyerang mereka berdua justru malah bersujud dan berubah menjadi manusia juga.
"Mohon ampun raja." ucap harimau benggala yang berhasil di jatuhkan oleh Jaka.
Sontak mendengar perkataan seperti itu membuat adik kedua langsung melompat menghampiri Jaka dan pendekar silat harimau juga.
__ADS_1
"Mengapa kau memanggil aku dengan sebutan raja?" tanya Jaka yang berubah menjadi sosok manusia dan melepaskan dia dari terkamannya.
"Benar, kau adalah raja penerus dari Ki Jagabaya, beliau adalah raja dari para pendekar silat harimau karena cuman beliau yang dapat berubah menjadi harimau putih sama sepertimu dan itu adalah suatu kelangkaan yang jarang terjadi pada perguruan silat kita, oleh karena itu Ki Jagabaya memerintahkan dirimu untuk masuk ke dalam gua dan menjadikan dirimu sebagai penerus tahtanya." ucap salah seorang yang tampangnya sudah terlihat cukup sepuh.
"Jadi mahkota ini? bukan simbol sebagai pendekar silat harimau legendaris?" tanya Jaka yang masih kebingungan.
"Mahkota itu memang betul sebagai simbol pendekar silat harimau legendaris, akan tetapi berbeda dengan raja silat harimau legendaris, dia akan memiliki mahkota yang lebih bersinar terang sama seperti yang kau punya." ucapnya dengan berjalan mendekati kami berdua.
"Lantas di mana sekarang keberadaan Ki Jagabaya?" tanya salah seorang pendekar silat harimau juga.
"Oleh sebab itu sejak aku di suruh ke dalam hutan ini dan bersemedi sesuai dengan perintahnya, padepokan kami di serang oleh pembunuh bayaran yang berhasil menghabisi seluruh anggota silat harimau berserta Ki Jagabaya dan hanya kami bertiga yang selamat." ucap Jaka dengan murung.
"Apa yang kau katakan?!! kau jangan berani berkata seperti itu! raja harimau legendaris tidak akan mudah untuk dibunuh karena ia memiliki regenerasi penyembuhan luka fisik yang cepat, semakin tua usia maka semakin cepat pula regenerasi yang ia alami." ucap orang yang tadi bertanya dengan menarik ke4ah baju Jaka.
"Kau tenang dahulu jangan berkata seperti itu dia tidak mengetahui segalanya." ucap orang yang usianya lebih tua dari yang lain.
"Diam! jangan lagi kau menyelah perkataan aku lagi." ucap orang tua itu dengan memukul muridnya.
"Mohon ampun atas perlakuan murid hamba, perkenalkan hamba adalah Ki Ageng Reksa teman dari Ki Jagabaya yang satu guru besar, pada awalnya hanya kami berdua yang memiliki ilmu ini dan kami berdua diperintahkan untuk menyebar luaskan ilmu silat ini, namun berbeda dengan Ki Jagabaya ia di suruh untuk bersemedi di gua yang berada di hutan ini, hanya aku dan guru besar yang mengetahui sebab apa yang mengharuskan Ki Jagabaya mendapatkan perilaku yang berbeda dari guru besar." ucap Ki Ageng Reksa.
"Tidak masalah, lantas bagaimana lagi kisahnya?" tanya Jaka dengan penasaran dan mengajak mereka semua duduk.
"Jadi selama Ki Jagabaya bersemedi aku sudah terlebih dahulu menyebarkan ilmu silat ini namun caraku dengan cara Ki Jagabaya berbeda, ia mengajarkan semua murid yang mau belajar dengan dirinya, berbeda dengan aku yang hanya mau mengajarkan ilmu silat harimau kepada manusia pilihan yang aku datangi mimpinya dan aku suruh untuk ia datang ke hutan ini." sambung orang tua itu.
Di sela sela obrolan mereka, kembali terdengar suara hewan buas yang mendekat.
"Siapa lagi yang datang?!" ucap Jaka yang hendak dirinya mau berubah menjadi harimau.
"Tenang raja, biarkan muridku yang mengurusnya." ucap Ki Ageng Reksa.
__ADS_1
"Baiklah." jawab Jaka yang menuruti perintah Ki Ageng Reksa.
Tidak lama terdengar suara seekor beruang yang langsung mengingatkan dirinya bahwa itu adalah suara anak beruang yang manis, yaitu sahabatnya.
"Sahabatku?!" ucap Jaka yang langsung berubah menjadi harimau putih dan berlari ke arah sumber suara.
"Hentikan kalian semua!" ucap Jaka yang langsung menghempaskan semua harimau yang menerkam sahabatnya.
"Sahabatku, kau masih ingat saja dengan auraku ini, sebaiknya kita harus kembali ke dalam gua untuk aku bisa merawatmu." ucap Jaka sembari mengusap wajah beruang itu.
Semula beruang itu yang ganas ketika mendengar dan melihat Jaka seketika wajah beruang itu menjadi jinak.
"Kamu tenang saja sahabatku, aku tidak akan membiarkan kamu mati di hadapanku." ucap Jaka yang langsung membawa tubuh beruang itu menggunakan tandu yang ia rakit terlebih dahulu.
"Raja, siapa beruang ini? sampai kau sebut sebagai sahabatmu?" tanya Ki Ageng Reksa.
"Dia adalah hewan yang pertama kali aku kenal baik kepadaku, dia yang selalu menjaga aku selama aku semedi di dalam gua, intinya dia adalah hewan yang sangat berjasa kepadaku hingga aku mendapatkan kekuatan ini, makanya itu aku tidak akan membiarkan dia mati begitu saja di hadapan aku, aku pasti menolongnya aku pasti bisa menyembuhkan sahabatku." ucap Jaka tanpa melihat ke arah Ki Ageng Reksa dan hanya terus membuat tandu dengan cepat.
"Anak ini sama seperti Ki Jagabaya yang selalu baik kepada siapapun yang berbuat baik pula kepada dirinya dan dia akan berbuat sangat jahat kepada orang yang berbuat jahat kepadanya." gumam Ki Ageng Reksa di dalam hatinya.
......Bersambung.......
Dukung selalu novel ini dengan cara like, komen and share ke temen temen kalian agar mereka merasakan keseruan dari novel ini.
Bonus visual harimau putih dan harimau benggala.
__ADS_1