Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 31


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Dengan selesainya ritual pemberian jurus terlarang silat harimau membuat Jaka semakin kuat dan tak terkalahkan.


"Mari kita semua harus kembali ke base camp barang kali anak buahku sudah pada datang di sana." ucap Komandan Markovic.


"Mari saya antarkan kalian kembali." ucap anak sesepuh desa.


Saat mereka semua sudah keluar dari rumah ketua suku, alangkah terkejutnya rumah itu langsung lenyap begitu saja dari pandangan mereka. Padahal mereka baru saja masuk di rumah itu.


"Guru memang orang yang sangat sakti, kita akan melestarikan silat harimau ini hingga ke penerus kita nanti." ucap Jaka dengan tersenyum memandang tanah kosong yang tadinya ada rumah ketua suku.


Akhirnya mereka semua melanjutkan perjalanan menuju base camp tempat mereka berkumpul bersama untuk menemui semua anggota militer dan satu saudara mereka yang sengaja ditinggalkan di sana. Pas sudah sampai di base camp.


"Bagaimana kalian berhubungan baik kan tadi saat aku tinggal?" tanya Komandan Markovic.


"Awalnya sih engga ka, tapi sekarang kita dah akur." sahut saudaranya.


"Loh kenapa emangnya?" tanya Jaka.


"Jadi waktu mereka datang dan aku lari menghampiri mereka, aku malah dipiting oleh anak buah kakak kedua. Mereka mengira aku adalah pemberontak atau yang mau melakukan bom bunuh diri, untung kaga di tembak sama mereka, bisa bisa aku kabur nyusul kalian tadi." ucap saudaranya yang menceritakan kejadian konyol saat bertemu dengan anak buah Komandan Markovic.


"Astaga kenapa bisa begitu? emang kamu gak kasih tau kata sandinya?" tanya Komandan Markovic dengan terheran-heran.


"Udah tapi aku mau ngasih taunya secara deket biar gak ketauan yang lain eh malah kena dipiting." ucapnya dengan sedikit merajuk.


"Yasudah yasudah kalian baikan gih." ucap Jaka.


"Sudah kalau itu mah, cuman dari tadi di tagihin mulu suruh bayar uang sarapan kita sama pemiliki warung ini wkwk." ucapnya dengan menahan tawa gelinya.


"Astaga iya aku lupa ngasih uangnya wkwkwk, yaudah sebentar ya semuanya." ucap Komandan Markovic yang langsung membayar makanan mereka semua.


"Mang, ini saya bayar 500rb ya, sisanya ambil aja buat mamang." ucap Komandan Markovic dengan memberikan uang.


"Owh iya makasih pak komandan." ucap mamang pemilik warung makan.

__ADS_1


"Ehh tunggu, kan mereka makan kena 498rb jadi cuman 2rb dong yang dia kasih." pikir si mamang pemilik warung makan.


"Argh tidak apa-apa, 2rb juga uang." ucap mamang pemilik warung makan dengan memasukan duit yang dikasih Komandan Markovic.


Setelah membayar Komandan Markovic mengajak semuanya untuk ke tempat parkiran mobil militer.


"Ayo kita ke tempat parkiran mobil militer." ajak Komandan Markovic.


"Kenapa gak di sini aja?" tanya Jaka.


"Emang boleh sama si mamang?" sahut Komandan Markovic.


"Boleh pak, kalau buat keamanan kampung ini saya siap buat 24 jam buat kalian." ucap mamang pemilik warung dari dalam warungnya.


"Wah terima kasih yah mang udah izinin kami untuk membahas rencana kami ini." ucap Komandan Markovic dengan berjalan ke arah warung itu lagi.


Setelah itu mereka semua membahas tentang pembagian posisi mereka masing masing saat nanti malam.


"Di sini ada yang membawa drone?" tanya Komandan Markovic.


"Bagus, sekarang kamu ambil dan aku butuh gambar denah kampung ini yah." perintah Komandan Markovic.


"Yang lainnya kalian akan menyebar di beberapa titik, karena di tim kita kebanyakan adalah penembak jitu maka kalian aku tugaskan untuk berjaga di atas atap atap rumah warga sekitar atau di atas pepohonan yang rimbun." ucap Komandan Markovic.


"Tapi pak bagaimana dengan warung ini?" tanya anak buahnya.


"Warung ini kan stay selama kita operasi di sini, jadi ini adalah titik pusat pertahanan kita." ucap Komandan Markovic.


"Nanti juga saya akan tugaskan 3 orang berjaga di truk dan menyamar takutnya ada yang ingin mencuri perbekalan kita." ucap Komandan Markovic.


Tidak lama setelah itu anak buah yang disuruh mengambil drone yang berada di dalam truk sudah sampai kembali.


"Bagus, sekarang kamu nyalakan dan ambil gambar desa ini." ucap Komandan Markovic.


"Baik pak." jawab anak buahnya yang langsung menerbangkan dronenya.

__ADS_1


Saat drone itu di jalankan mereka kaget bukan main karena ada sekelompok orang yang berkemah di tengah hutan dengan peralatan dan komponen pendukung yang lain.


"Nampaknya kita akan menjadi garda terdepan untuk perang yang sebentar lagi kita akan muncul." ucap Komandan Markovic dengan membaca situasi.


"Sekarang kamu ambil fotonya dan segera gambar denah desa ini, kita akan membagi menjadi 2 tim, yaitu tim penyerang yang akan bergerak tanpa perintah yang tetap dan akan saya perintahkan jika situasi sudah memungkinkan, jadi kalian semua harus siap yah." ucap Komandan Markovic.


"Tapi apa kita bisa menang?" tanya anak buahnya.


"Tenang kita memiliki personil baru dari pendekar silat harimau di sini, jadi mereka bisa merubah diri mereka menjadi apa pun dan menyergap musuh kita, mereka yang akan membuka jalan dan kita yang akan melindungi mereka di depan." ucap Komandan Markovic.


Sesudah selesainya anak buah yang bertugas untuk menggambar denah peta desa ini dan langsung dibahas oleh Komandan Markovic.


"Baiklah, 3 orang akan berjaga di sebelah selatan, 2 orang di gerbang utama kita, 4 orang di barat, 3 orang di bagian utara dan sisanya sekarang membuat benteng menggunakan apa saja yang bisa kita jadikan tempat berlindung dari serangan senjata api." perintah Komandan Markovic.


"Siap!" jawab semua anggota dan langsung membuat 4 menara untuk menjadi pos mereka berjaga.


Selama proses pembuatan pertahanan mereka, Jaka meminta izin untuk menyusup masuk ke dalam kelompok bersenjata yang berada di dalam hutan.


"De kakak mau nyusup ke kelompok mereka dan kakak berjanji akan kembali sebelum sore." ucap Jaka.


"Baiklah hati hati, tapi kakak mau ditemani oleh anak buahku?" tanya Komandan Markovic.


"Tidak tidak, biar aku saja karena tugas ini membutuhkan keahlian khusus dalam menyamar tingkat tinggi agar tidak tertangkap oleh mereka, kamu percaya saja sama aku." ucap Jaka yang menolak tawaran adiknya.


"Aku tak bisa menahan kakak, namun aku akan menunggu kakak di sini, semoga berhasil." ucap Komandan Markovic dengan memberikan izin.


Melihat Jaka yang pergi sendirian ke dalam hutan membuat Ki Ageng Reksa mengikuti dari belakang secara diam diam agar tidak diketahui oleh Jaka.


"Sebenarnya Jaka mau pergi ke mana saat seperti ini? aku harus terus mengikutinya secara diam diam." ucap Ki Ageng Reksa di dalam hatinya.


Akhirnya Ki Ageng Reksa dan Jaka pergi ke dalam hutan, namun Ki Ageng Reksa mengikuti Jaka tanpa sepengetahuan Jaka dan yang lainnya.


......Bersambung.......


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like, komen dan share ke teman teman kalian yah, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2