
...Happy reading guys. 🤗...
Tanpa pikir panjang Jaka langsung menghampiri orang tersebut yang ternyata adalah Komandan Markovic yang tengah berlindung dari para pelaku yang menyebabkan insiden ini terjadi.
"Markovic!" panggil Jaka.
"Yes, ka!" sahut Komandan Markovic.
Dengan Jaka memanggil Komandan Markovic membuat para pelaku mengetahui kedatangannya dan langsung menembak ke segala arah karena asap yang masih cukup tebal yang mengganggu penglihatan dari para pelaku.
"Baiklah untuk mempersingkat waktu, nampaknya aku harus mengeluarkan jurus ultimate milikku." ucap Jaka di dalam hatinya.
Dengan gagah beraninya Jaka menaruh kaki kirinya di lantai dan mengambil posisi menembak untuk jarak 500m, secara logika saja dengan peluru yang berterbangan ke segala arah tidak menutup kemungkinan untuk Jaka menerima sedikitnya 10 peluru saat dirinya membidik. Oleh karena itu ia mengeluarkan jurus ultimatenya.
"Aku tidak boleh membunuh mereka semua, karena hanya mereka tersangka yang dapat di jadikan acuan untuk menggali informasi lebih dalam lagi." ucap Jaka yang langsung menjatuhkan senjatanya.
Belum sempat senjata itu jatuh di lantai dan Jaka sudah berada di belakang para pelaku yang masih hidup.
"Kenapa dia bisa melakukan ini?!!" tanya setiap pelaku sebelum mereka pingsan.
"Tidak usah banyak bicara! Selamat tidur nyenyak." ucap Jaka dengan nada yang sangat menyeramkan sekali. Seolah olah gejolak desiran membunuhnya sangat membara di dalam tubuhnya.
Setelah ia dapat melumpuhkan semua pelaku yang tersisa, Jaka langsung berteleportasi kembali ke samping Komandan Markovic dan yang lainnya.
"Jalan sudah bersih, kita dapat ke sana sekarang." ucap Jaka yang membuat Raider dan Lucas terheran heran.
"Bagaimana dia bisa bilang jalan sudah bersih? perasaan yang tadi nembakin masih banyak dah. Mungkin lagi reload peluru kali." ucap Lucas di dalam hatinya yang masih tak percaya dengan kekuatan Jaka.
"Hey ayo! Tunggu apa lagi?" celetuk Komandan Markovic yang menegur Lucas yang tengah bengong.
"Au ya, ayo kita bergerak, jangan bengong di sini nanti yang masuk penunggu pembuangan manusia kan banyak kotorannya begitu iw." ucap Jaka dengan menahan tawanya.
"Ehh iya iya, sorry I coming brother." sahut Lucas yang sudah tersadar dari lamunannya.
Sesampainya mereka ke tempat para pelaku yang sudah tergeletak tak sadarkan diri dan ada juga yang sudah tidak bernyawa.
"Ehh ada yang bawa tali gak?" tanya Jaka.
__ADS_1
"Astaga gak kebawa sama aku ka." sahut Komandan Markovic.
"Hadeh terus mau ngiket pake apaan?" tanya Jaka.
"Pake tali sepatu mereka aja kita sambung sambungin sampe panjang." usul Lucas.
"Kalo tali sepatu mah gampang banget untuk mereka kabur dan melepas diri dari ikatan tali sepatu." ucap Raider.
"Terus mau pakai apa?" tanya Jaka.
"Kita pake gesper aja, gimana?" usul Raider.
"Enak aja make gesper, celana aku kendur, nanti kalo kedodoran depan cewe kan bahaya." celetuk Lucas secara sepontan.
"Heleh barang punyamu kecil, mana ada cewe yang doyan." sahut Raider.
"Gini gini juga masa depan anak bini kita bang." ucap Lucas yang mukanya memelas.
"Hadeh drama kalian tidak pada tempatnya tapi sukses membuat aku terhibur. Yaudah kita ambil jalan tengahnya aja yah, kita ikat tangan mereka dengan tali sepatu di belakang dan kita ikat dengan gesper dalam satu ikatan gesper terdiri dari 5 orang." ucap Jaka yang mulai bergerak.
"Tali sepatu dan gespernya pake punya siapa Pak Jaka?" tanya Lucas dengan polos dan tanpa dosa.
"Huu baguslah kalau begitu, aman gesper nie." ucap Lucas.
"Yaudah sini buruan bantuin buat ngiket mereka supaya nanti pas sadar gada yang kabur dari sini." perintah Jaka.
"Ehh iya iya." sahut Lucas yang ikut mengikat para pelaku pengeboman yang berhasil di gagalkan namun memakan beberapa nyawa para penjaga apartemen.
*****
Setelah mereka selesai mengikat semua pelaku, kini Jaka mengambil alih komando.
"Oke, kalian bertiga ke atas dan minta beberapa penjaga untuk ikut kalian kembali ke sini, jangan lupa untuk suruh mereka pakai masker untuk patuhi protokol kesehatan di negeri Konohagakure, ehh salah maksudnya agar mereka tidak menghirup gas beracun dari saluran ini." ucap Jaka.
"Lantas Ka Jaka sendiri ngapain?" tanya Komandan Markovic.
"Aku di sini untuk menjaga mereka semua agar tidak bisa ada yang melarikan diri. Kalian segeralah jalan agar segera datang para bala bantuan ke sini, karena aku udah cape banget mau turu." ucap Jaka yang langsung duduk.
__ADS_1
"Oke tunggu kami yah." ucap Komandan Markovic yang berjalan memasuki saluran pembuangan ini.
*****
Tanpa Jaka sadari ada salah seorang pelaku yang memencet tombol pemicu bom dan ternyata bom tersebut tepat meledak di tempat Komandan Markovic, Raider dan Lucas.
"Sialan kau!!!" ucap Jaka yang langsung menendang muka orang tersebut hingga pingsan kembali.
Kini hati Jaka merasa bimbang untuk dirinya menyusul kelompok Komandan Markovic atau stay di tempat para pelaku pengeboman yang masih tidak sadarkan diri. Namun pada akhirnya ia memutuskan untuk melakukan kontak batin kepada adiknya tersebut.
"Markovic!! Jawablah kalau kau mendengarku!!" ucap Jaka melalui batinnya.
"Kami baik baik saja ka." jawab Komandan Markovic.
"Aku sedikit lebih cepat untuk mengaktifkan medan pelindung yang dapat melindungi kami bertiga dari ledakan tadi. Jadi kau jangan khawatir, namun jalan untuk ke tempatmu sudah tertutup, mungkin kami akan mencari jalan lain untuk menuju lokasimu saat ini." ucap Komandan Markovic.
"Sudahlah kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku di sini. Yang terpenting kalian segera ke atas dan mencari bala bantuan untuk kita mengamankan para pelaku yang masih hidup dan yang sudah tewas, jangan lupa untuk siapkan ambulance karena pasti di antara banyaknya orang yang masih hidup pasti mereka tengah mengalami luka tembak di sekujur tubuhnya." ucap Jaka yang langsung mengakhiri kontak batinnya kepada Markovic.
Komandan Markovic yang mendapat perintah seperti itu dari Jaka langsung mengajak Raider dan Lucas untuk segera menuju ke atas sesuai dengan perintah dari Jaka.
"Mari kita percepat jalan kita untuk ke atas, karena itu perintah dari Ka Jaka." ucap Jaka.
"Ha bagaimana kau bisa tahu kalau itu perintah dari Jaka?" tanya Raider.
"Kami memiliki kontak batin yang kuat, sehingga memungkinkan kami untuk berkomunikasi dari jarak jauh walau tanpa jaringan telepon." sahut Komandan Markovic dengan datar.
"Hmm baiklah ayo kita segera ke atas dan membawa bala bantuan untuk Jaka, pasti ia mengalami dampaknya juga dari ledakan barusan. Apalagi ledakan tersebut tidak jauh dari lokasinya tadi." ucap Raider yang mulai mencoba untuk memahami situasi.
"Bagus, kita akan bergerak lebih cepat. Namun aku rasa ini tidak akan cukup, jadi kalian berpegangan kepadaku cepat." perintah Komandan Markovic.
Seketika mereka langsung tiba di bawah lobang yang terletak di basement.
......Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.
aku mau kasih tau tentang chat story baru aku, lagi ikut lomba juga sih hehe, judulnya "Cinta CEO Arogan" cover booknya seperti di bawah ini. Jangan lupa untuk di baca karena itu mencangkup dunia bisnis, dunia hacker/cyber, dan percintaan seorang yang arogan seperti Reyhan.
__ADS_1