Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 48


__ADS_3

...Happy reading guys. 🤗...


Setelah semuanya ganti baju salinan mereka, kemudian mereka berjalan menuju lapangan untuk sarapan pagi bersama sama di lapangan.


"Saya harap kejadian tadi saat kalian di kamar mandi tidak terulang kembali, kalian masih untung ada taruna 203 yang mampu membuat suasana menjadi lebih kondusif. Coba kalau tidak ada dia? kalian sudah aku hukum mengelilingi lapangan yang luas ini." ucap Letnan Suryadi sembari berjalan mengelilingi para taruna yang sedang duduk.


"Besok kepala pelatih akan diambil alih kembali oleh kepala pelatih yang semula menyambut kalian datang di sini, saya harap kalian bisa menjaga nama baik kalian dan pleton kalian agar tidak membuat kepala pelatih meragukan kekompakan kalian dan membuat beliau tidak bisa meluluskan kalian dari sini." ucap Letnan Suryadi.


"Siap pak!" jawab seluruh taruna dengan serentak.


"Baiklah bagikan makanannya." ucap Letnan Suryadi dengan memberi perintah kepada para pelatih.


Dengan perintah dari Letnan Suryadi para pelatih langsung bergerak memberikan makanan kepada para taruna yang sedang menunggu sarapan paginya.


"Jangan ada yang memprotes makanan yang kamu siapkan, kami tidak memberikan kalian makanan batu dan ranting jadi masih aman untuk kalian. Tapi jangan sekali sekali kalian mencoba untuk tidak menghabiskan makanan kalian kalau tidak mau setelah makan saya suruh lari memutari lapangan ini selama 2 menit." ucap Letnan Suryadi sembari melihat para pelatih sedang membagikan nasi kotak.


"Siap pak!" ucap Jaka.


"Duh makanannya ini lagi aku gak suka sama itu." ucap Harry di dalam hatinya.


Tanpa disadari Harry malah menahan mualnya karena dia tidak pernah memakan makanan seperti itu.


"Hey kamu taruna 234 kenapa?!" tanya Letnan Suryadi dengan muka sangar.


"Siap! Mohon izin pak saya tidak bisa memakan makanan ini." ucap Harry dengan menolak makanannya.


"Apa yang kamu tidak suka?" tanya Letnan Suryadi.


"Saya tidak suka sambal yang ada petainya pak." ucap Harry dengan lantang.


"Yasudah kau pisahkan saja sambal itu dan makan sisanya sekarang dan kau akan menerima hukuman setelah ini untuk lari memutari lapangan ini dalam waktu 2 menit." ucap Letnan Suryadi.


"Duh kenapa mesti begini sih." gerutu Harry di dalam hatinya.

__ADS_1


"Bagaimana kamu setuju?" tanya Letnan Suryadi.


Harry sempat memikirkan sejenak apa keputusan yang akan dia ambil kali ini.


"Hmm yaudah deh pak aku makan makananku ini." ucap Harry dengan terpaksa.


"Bagus kau harus habiskan makananmu, karena diluar sana masih banyak orang orang yang tidak beruntung seperti kamu. Contoh saja seperti saudara kita di Afrika yang masih kekurangan makanan terus juga di dalam negeri kita, yaitu gembel, pengemis dan pengamen di pinggir jalan raya jadi kalian harus bersyukur masih bisa menikmati makanan yang bagus seperti ini." ucap Letnan Suryadi yang memberikan perumpamaan.



"Buka mata hati kalian, jangan pernah menyia-nyiakan makanan yang kalian dapat. Belum tentu orang diluar sana masih bisa menikmati makanan yang kita dapat hari ini. Kalian makan makanan kalian dan jangan membuang buang makanan kalian karena akan mendapatkan hukuman push up dan rolling dari saya." ucap Letnan Suryadi yang memberi perintah untuk segera menyiapkan makanan mereka yang sudah di bagikan.


"Silahkan dipimpin doa untuk makan pagi hari ini sesuai dengan keyakinan kalian masing masing." ucap Letnan Suryadi yang meminta para taruna agar salah satu dari mereka menjadi pemimpin untuk membaca doa.


Tidak ada yang mau untuk mengajukan diri mereka untuk menjadi pemimpin, hampir saja Letnan Suryadi ingin marah karena tidak ada yang mau mengajukan dirinya hingga Krisna sendiri yang harus turun tangan.


"Saya saja pak." ucap Krisna sembari mengangkat tangannya.


"Akhirnya ada yang mau mengajukan diri, hampir saja aku kehilangan kesabaran untuk menahan diri memarahi mereka semua." ucap Letnan Suryadi di dalam hati sembari menghela nafas.


"Baik terima kasih pak. Mohon izin kepada para pelatih dan kepala pelatih, sebelum makan pagi dilakukan alangkah baiknya kita membaca doa menurut kepercayaan masing masing, berdoa di mulai." ucap Krisna yang langsung berdoa.


"Selesai." ucap Krisna sembari setelah beberapa saat tadi dia memberi perintah.


"Baiklah silahkan makan." ucap Letnan Suryadi.


Para taruna makan dengan lahap tanpa memperhatikan atau menanyakan kepada para pelatih mereka apakah sudah makan atau belum. Hanya pleton 3 yang menyadari bahwa para pelatih dan Letnan Suryadi belum makan.


"Pak." panggil Jaka.


"Iyah kenapa?" tanya pelatihnya.


"Sini ikut makan bareng saya, saya kebanyakan kalau segini, ayo ikut nimbrung." ucap Jaka yang menggeser badannya.

__ADS_1


"Terima kasih yah." ucap pelatihnya.


Harry yang baru sadar langsung ikut memanggil Letnan Suryadi untuk makan bersamanya.


"Pak, sini ikut makan sama saya, gak enak loh kalau kami makan tapi kalian tidak makan." ucap Harry.


"Tidak, terima kasih saya masih kenyang." ucap Letnan Suryadi.


"Ahh udah ayo pak makan bareng sama saya gapapa kok." ucap Harry yang langsung menggandeng Letnan Suryadi.


Karena tidak enak hati para taruna yang lain ikut memanggil para pelatih mereka untuk makan bersama sama. Kini memang porsi mereka semakin sedikit namun karena kebersamaannya itu yang membuat kekurangan tidak lagi terasa.


"Aku berhasil menerapkan prinsip militer darimu pak." ucap Letnan Suryadi sembari membayangkan wajah Jenderal Darma.


Akhirnya dengan cara seperti ini juga tidak ada makanan yang terbuang sia sia dan setelah mereka selesai makan mereka diizinkan untuk istirahat di asrama mereka atau mau keliling keliling markas pendidikan sniper negara ini.


"Setelah selesai bekas makannya jangan dibuang ke mana mana yah, dikumpulin yah di sini." ucap Letnan Suryadi sembari membawa plastik gede.


"Siap pak!" ucap semua taruna sembari membereskan kotak nasi mereka yang sudah habis.


Setelah itu mereka semua memasukan kotak nasinya ke dalam dua plastik yang sudah di bawa oleh Letnan Suryadi dan di buang ke tempat sampah oleh 2 perwakilan dari para taruna.


Pleton 3 memutuskan setelah cuci tangan untuk pergi jalan jalan mengelilingi markas ini. Namun tidak dengan Harry dia malah memilih tidur karena memang dia tukang tidur sejak awal pendidikan dimulai.


"Woi Har, lu gak mau ikut kita muter muter?" tanya Krisna.


"Gw mau tidur dulu mayan 30 menit hehe ngantuk banget gw Kris." ucap Harry yang sudah tidur.


"Yeh lu mah malah tidur mulu, ayo kita muter muter tempat ini dodol." ucap Krisna yang berusaha membangunkan Harry.


"Hadeh nih orang udah berat dan kebo banget kalo di bangunin. Kalau perang aku rasa dia gak bakal bangun walau ada bom di balik tendanya." ucap Krisna di dalam hatinya.


Karena Harry susah untuk di bangunin akhirnya Krisna meninggalkan Harry yang tidur di dalam kamarnya dan memilih untuk keluar menghampiri rekan rekannya yang sudah menunggu.

__ADS_1


......Bersambung.... ...


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.


__ADS_2