Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 35


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Karena sudah di tolak mentah mentah dan diusir dari padepokan silat harimau tidak membuat Jaka menjadi patah semangat atau patah hati, justru dia lebih tertantang untuk membuktikan kebusukan dibalik topeng baik yang dikenakan oleh Ki Jagaraga.


"Aku pasti akan membongkar semua kedok yang kamu lakukan selama ini terhadap Resa, aku pastikan kalau kau Jagaraga akan mati ditanganku sendiri." ucap Jaka di dalam hatinya.


Saat asik asik melamun sembari berjalan pulang ke arah markas militer, tiba tiba Ki Ageng Reksa Dateng dengan membuat terkejut Jaka hingga hampir jantungnya copot.


"Cie yang abis ditolak sama cewe, sakitnya tuh di sini di dalam hatiku hahaha." ledek Ki Ageng Reksa sembari mengejutkan Jaka.


"Hadeh kamu lagi aja Ki Ageng Reksa, dateng dateng ngagetin udah gitu malah ngeledekin aku lagi bukannya hibur aku gitu, ehh tapi ngomong ngomong kamu tau dari mana kalau aku abis ditolak sama cewe?" tanya Jaka dengan mengusap dadanya.


"Kamu sih terlalu asik dan bersemangat untuk menjemput kekasihmu di tempat Jagaraga sampe gak tau kalau aku buntuti kamu dari belakang, eh ya kalau boleh t@i siapa cewe itu tadi?" tanya Ki Ageng Reksa.


"Kalau boleh tau ki, bukan boleh t@i, kalo t@i mah ngambang di ****** banyak. Perempuan tadi adalah anak dari Ki Jagabaya guruku yang sekaligus teman baik dari kamu dahulu." ucap Jaka dengan melanjutkan jalannya.


"Apa katamu?! Jagabaya udah punya istri dan anak?" tanya Ki Ageng Reksa.


"Iyah, kenapa emangnya ki?" tanya Jaka.


"Tidak apa apa sih, cuman kalau Jagabaya sampai menikah maka ilmu rawa rontek yang dia punya akan menghilang." ucap Ki Ageng Reksa yang menyebutkan salah satu pantangan ilmu rawa rontek.


"Loh baru tau aku kalau ada pantangan seperti itu, aki jangan berbohong ya sama aku." ucap Jaka yang masih tidak percaya.


"Seterah apa katamu, tapi ini adalah fakta yang tidak dapat di ingkari oleh dirimu sendiri, jadi kalau kau ingin menikah maka kau siap untuk melepas ilmu rawa rontek." ucap Ki Ageng Reksa.


"Lah itu guru besar bisa nurunin ilmu rawa rontek kepada penerusnya, kenapa tuh?" tanya Jaka dengan penasaran.

__ADS_1


"Iya itu makanya guru besar selalu bereinkarnasi saat penerusnya sudah meninggal, karena hanya dia yang dapat menurunkan ilmu itu dan dia tidak pernah menikah hingga menyebabkan dirinya dapat memilik ilmu rawa rontek hingga dia yang ingin mati sendiri." ucap Ki Ageng Reksa yang menjelaskan pertanyaan dari Jaka.


"Oalah pantas saja begitu, berarti guruku menjadi lemah karena sudah tidak mempunyai ilmu rawa rontek ini? hingga dia bisa di bunuh?" tanya Jaka.


"Kurang lebihnya seperti itu, tapi aku tidak dapat memastikannya karena aku tidak melihat kejadiannya langsung. Tapi aku berfikir bahwa Ki Jagabaya memang telah kehilangan ilmu itu hingga membuat dirinya tidak dapat hidup abadi." ucap Ki Ageng Reksa dengan ragu ragu.


"Hmm, yaudah deh nanti kita lanjut lagi bahas di markas, sekarang pegang tangan aku, aku mau teleportasi ke markas soalnya cape ini bawa banyak barang bawaan." ucap Jaka dengan mengulurkan tangannya.


"Yailah lebaran masih berapa hari lagi malah kamu udah di usir dari rumah hahaha, dasar Jaka Jaka miris sekali nasibmu haha." ucap Ki Ageng Reksa dengan tertawa dan memegang erat tangan Jaka.


"Hilih malah diledekin lagi aja, yaudah lah kali ini kamu bebas mau berkata apa yang penting kamu seneng dan aku happy." ucap Jaka dengan berteleportasi ke markas militer.


Saat dia berteleportasi ke markas militer malah muncul pas banget di depan Komandan Markovic yang membuat dirinya ketakutan hingga meminta ampun.


"Ampun, ampun saya masih perjaka masih pengen nikah, jangan ambil nyawa saya ampun jurig." ucap Komandan Markovic dengan menutup wajahnya.


"Hadeh aku aja yang kena sekarang yaudah lah seterah kalian aku mau kembali ke kamar aku dan tidur." ucap Ki Ageng Reksa yang langsung meninggalkan keduanya.


"Yaudah hati hati di jalan jangan sampe nabrak semut tak salto lagi hahaha." ucap Jaka yang berusaha menghibur hatinya yang sedang terluka.


"Menurut riset para ahli sad boy mengatakan bahwasanya orang yang tengah patah hati pasti dirinya akan selalu sad boy atau sad girl, apa jangan jangan Ka Jaka lagi sad boy kali yah? tapi karena apa? ilmu dia punya, jabatan dia punya, hmm... Owh iya perempuan, pasti dia abis ditolak perempuan hingga sad boy kaya gini hahaha biarin lah biar dia yang memberitahu sendiri kepadaku." ucap Komandan Markovic yang memperhatikan mimik muka Jaka.


"De kita minum kopi dulu yuk, aku lagi pengen kopi." ajak Jaka kepada Komandan Markovic.


"Ayo entar kita suruh anak buahku aja, kita langsung ke balkon aja, eh ya gimana kalau minum kopi sambil liat liat bintang di langit dari balkon?" tanya Komandan Markovic.


"Iya lah bintang di langit masa iya dihatiku wkwkwk, yaudah ayo gaskeun." ucap Jaka yang ngelawak lagi.

__ADS_1


"Nah kan bener fixs ini mah Ka Jaka lagi sad boy, aku harus cari tau biar bisa ngeledekin dia atau ga ya aku bisa bikin dia terhibur tanpa harus berpura pura tertawa padahal hati terluka." ucap Komandan Markovic sembari merangkul Jaka menuju balkon.


"Ehh prada, tolong bikinin saya dan Jaka kopi susu yah, aki aki bawa buntelan." ucap Komandan Markovic.


"Cakep." sahut anak buahnya.


"Bikinin kopi dong yang kentelan." ucap Komandan Markovic yang bikin pantun.


"Asiap bossque." ucap prada yang langsung ke ruang dapur untuk membuatkan kopi.


"Tau dari mana kamu pantun begitu?" tanya Jaka yang merasa salut.


"Owh itu nemu di google pantunnya Denny Cagur haha." ucap Komandan Markovic secara spontan.


"Denny Cagur si raja pantun? gile hapal aja lagi kamu de sama pantun pantunnya dia." ucap Jaka sembari menepuk tangani.


Akhirnya mereka berdua menuju ke balkon dan sudah tersedia 2 buah teropong untuk melihat hilal untuk menentukan lebaran, ehh maksudnya untuk melihat bintang bintang cosmic yang bisa mereka berdua temukan.


"Ka ngerti pakai teropong ini kaga?" tanya Komandan Markovic.


"Tau, pakainya begini kan?" sahut Jaka sembari memakai teropong dari yang gede ke yang kecil.


"Hadeh ngaku paham, tapi pakainya terbalik dasar wong deso haha." ucap Komandan Markovic sembari membetulkan pemakaian teropong yang benar.


"Hadeuh pantas saja aku lihat kok malah semuanya kecil, ternyata terbalik wkwk." sahut Jaka dengan menertawai tingkah lakunya sendiri.


......Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman-teman kalian, terima kasih.


__ADS_2