
...Happy reading guys.🤗...
Tanpa pikir panjang Jaka langsung menahan orang misterius itu untuk pergi dan membuat orang itu menjadi petunjuk jalan baginya menemukan saudara saudara yang diculik oleh orang tak dikenal.
"Ayo jalan! Jangan coba kabur lagi kau sudah aku tanamkan segel silat harimau yang membuat aku bisa mendatangi kamu hingga ke ujung dunia atau ke lobang semut sekalipun aku bisa menemukan dirimu." ucap Jaka sembari mendorong tubuh musuhnya.
"Iyah ampuni saya, saya akan mengantarkan kamu bertemu dengan teman temanmu." ucap orang itu.
Memang dasar orang jahat tidak menepati janjinya, dia langsung pergi lagi dari hadapan Jaka dengan jurus teleportasi miliknya dan datang kembali ke tempat persembunyian dirinya yang berada di balik pegunungan yang tepatnya di dalam gua.
"Cih dasar orang bodoh! Sudah aku bilang jangan kabur, jangan kabur, kalau kabur juga percuma pasti aku akan nemuin dia." ucap Jaka dengan merasa dirinya yang paling hebat.
Sebuah mangga jatuh ke bawah dan bertepatan sebelum buah itu menyentuh tanah, Jaka sudah berteleportasi sampai ke tempat persembunyian orang misterius itu.
"Selamat datang di markas milikku hahaha. Kini kau telah masuk ke perangkap aku, di sini sudah banyak sniper yang membidik tempat kamu berdiri maka bersiaplah untuk mati Jaka! Hahaha." ucap orang misterius itu dengan bangganya.
"Cih dasar orang bodoh, sudah aku bilang jangan pernah meremehkan diriku ini, aku masih mempunyai kemampuan yang tidak dapat kau bunuh dengan apapun, sekalipun itu senjata biologis yang kamu beli dengan harga yang mahal." ucap Jaka dengan menutup matanya.
"Apa yang dia maksud dengan tidak dapat di bunuh?!" gumam orang itu.
Jaka hanya berdiam diri dan mulutnya bergerak seperti merapalkan mantra.
"Tembak dia!" ucap orang itu dengan ketakutan dan berusaha menghapus segel silat harimau atau hanya sekedar merusaknya saja sudah cukup.
Mendengar perintah dari atasannya membuat semua sniper dan semua anak buah orang misterius itu yang sudah menodong Jaka dengan senjata mereka langsung menembak secara serentak yang membuat tubuh Jaka bolong bolong seperti kayu yang dimakan rayap.
__ADS_1
"Huft ini sebenernya sangat mematikan bagiku, tapi tindakan yang kamu lakukan sudah sangat terlambat untuk membunuhku." ucap Jaka sembari berdiri dari jatuhnya.
"Apa?! Itu kan ilmu rawa rontek!! Pantas saja aku tidak bisa membunuhnya." ucap orang misterius itu dengan mundur selangkah.
"Baguslah kalau kamu sudah tahu dengan ilmu ini jadi aku mudah untuk membunuhmu dan arwahmu tidak akan gentayangan karena mati penasaran haha!!!" ucap Jaka dengan menatap tajam ke arah orang misterius itu.
Saat Jaka dirinya ingin melangkah, tanpa sengaja ia menginjak ranjau yang telah ditanam oleh musuhnya yang membuat dirinya hancur hingga berkeping keping.
"Mampus kau hahaha kali ini kau akan mati!" ucap orang misterius itu dengan langsung menyeset tubuhnya dengan pisau setelah melihat letak tanda segel silat harimau yang ditanam oleh Jaka.
Potongan kecil dari tubuh Jaka menyatu satu persatu, hingga membentuk kembali tubuhnya dengan sempurna tanpa ada yang cacat sedikitpun.
"Sudah berapa kali aku peringatkan kepadamu... Jangan pernah meremehkan kekuatan yang aku punya sekarang, kekuatan ini sangat istimewa, mau kau buat aku hancur hingga jadi bubur juga tidak akan membuat aku mati!" ucap Jaka sembari anggota tubuhnya terbentuk kembali menjadi komponen yang utuh.
Saat Jaka bergerak ke belakang orang misterius itu dan hendak membunuhnya, dengan cepat orang itu berpindah tempat kembali. Dan kali ini Jaka tidak dapat mengikuti orang itu karena segel yang dia tanamkan telah rusak dan sudah tidak lagi berfungsi.
Karena pimpinan mereka telah melarikan diri membuat semuanya langsung lari tunggang langgang tanpa arah yang penting berhasil kabur dari tempat itu dan tidak akan pernah lagi bertemu dengan Jaka yang sedang mode over powernya.
Saat Jaka hendak masuk ke dalam gua dan membebaskan saudara saudaranya dari kurungan yang dibuat oleh orang misterius itu, sebuah perangkap kini menjebak Jaka masuk ke dalam kurungan yang berlapiskan listrik tegangan tinggi.
"Astaga ini mainan apa yang dibuat oleh orang itu, bisa bisanya dia mau mengurung aku dengan kurungan ayam begini. Sangat tidak ramah." ucap Jaka yang langsung membuka jalan keluarnya sendiri dengan menjebol kurungan itu yanv dilapisi listrik.
"Orang gak berpendidikan sejarah yang bisa membuat jebakan seperti ini, mana ada orang yang punya ilmu rawa rontek bisa dikurung dengan kurungan ayam begitu hadeuh. Dah lah aku harus menyelamatkan yang lainnya dulu." ucap Jaka dengan berjalan sombong.
Saat di depan kurungan yang memenjarakan saudara saudaranya membuat Jaka hendak membuat sedikit lolucon.
__ADS_1
"Ka ayo bebasin kita, aku sudah pengap di dalam sini." ucap Komandan Markovic.
"Iyah sebentar yah de." ucap Jaka yang langsung memegang kurungan itu dan terlihat seolah olah tersetrum hingga tak sadarkan diri.
"Kakak!!" ucap Komandan Markovic yang melihat Jaka tumbang.
"Tapi boong yahaha Wahyu." ucap Jaka yang bangun dari tidurannya.
"Yeh kirain mah beneran pingsan kena kesetrum sama kurungan ini." ucap Komandan Markovic.
"Mana ada kesetrum sama kurungan ayam begini, lagi pula tidak ada arus listriknya juga. Jadi dari mana aku bisa kesetrum coba hahaha." ucap Jaka yang mulai membukakan jalan keluar untuk semua orang dengan cara membengkokkan besi demi besi yang ada di dalam kurungan itu.
"Keluarnya jangan saling dorong dorongan yah." ucap Jaka yang menunggu semuanya berhasil keluar dari kurungan itu.
Saat semua orang telah berhasil keluar dari kurungan itu, Jaka menyuruh semuanya untuk saling berpegangan untuk dapat kembali ke base camp mereka dengan sekali kedipan mata saja.
"Sudah siap yah semuanya? kita akan berangkat dan sampai dalam hitungan detik saja ke base camp kita." ucap Jaka yang langsung bersiap untuk melakukan teleportasi.
"Kakak yakin kalau mau melakukan teleportasi dalam skala banyak yang kakak bawa?" tanya Komandan Markovic.
"Tenang saja kalau kakak kelelahan tinggal menyerap energi dari alam dan langsung pulih kok tenang saja yah adikku. Kamu pegangan saja yang kuat agar tidak mual saat kita berpindah tempat secara cepat." ucap Jaka yang langsung berteleportasi ke base camp mereka.
Belum sempat Komandan Markovic menjawab perkataan Jaka, ternyata Jaka sudah melakukan teleportasi dengan cepat sekali kembali ke base camp mereka. Membuat Komandan Markovic langsung pergi ke balik semak semak karena mual akibat perpindahan yang sangat cepat sekali.
"Heh udah di bilangin sama kakak suruh pegangan yang erat agar gak mual ini malah kaga di dengerin sekarang mual kan wkwk." ucap Jaka yang melihat adiknya muntah muntah.
__ADS_1
......Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman-teman kalian, terima kasih.