
...Happy reading guys.🤗...
Sebelum kita lanjut ke cerita selanjutnya aku sebagai author memohon maaf karena kisah ini tersendat cukup lama, karena aku sendiri masih sekolah dan banyak tugas yang harus kerjakan. Namun doakan saja agar aku dapat membuat bab baru untuk kalian semua nikmati.
Oke kita lanjut kembali ke ceritanya.
*****
Setelah insiden kemarin terjadi, kini semua berjalan dengan sangat rahasia dan senyap untuk menyelidiki Ki Jagaraga yang sangat licik dan susah untuk terendus tindak kejahatannya.
Sebulan telah berlalu semua anggota yang telah terbentuk berkumpul di sebuah gudang tua yang sudah tak digunakan kembali, kini team yang sudah terbentuk oleh Jaka tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, keadilan nampak tidak bisa lagi di tegakkan. Maka apabila ingin mendapat kedamaian di tempat ini berjalan maka perang harus di gelar.
"Nampaknya semua sudah tidak bisa lagi kita selidiki. Jagaraga melakukan semuanya dengan sangat bersih. Kini saatnya untuk aku tunjukkan bagaimana cara seorang Jaka untuk menegakkan keadilan yang sudah hilang di hadapan Jagaraga."
Semua nampak terdiam karena ucapan Jaka yang sudah kehabisan rasa sabarnya, kini semua sudah mencapai jalan terakhir yakni dengan melakukan perang.
"Tapi bagaimana caranya kita berperang dengan Jagaraga? sedangkan dia memiliki banyak sekali pasukan dan kita tidak bisa mengerahkan semua pasukan kita kak, kita harus bagaimana?"
Markovic kini yang memecah kesunyian yang sempat terjadi karena perkataan Jaka.
"Aku sudah tau itu, kita tidak bisa melakukan perang besar-besaran dengan Jagaraga, maka aku hanya akan melibatkan kamu dan Raider saja sebagai team penegak keadilan yang sudah lama hilang di kota ini."
Kini tatapan Jaka sangat tajam sekali kepada Markovic dan Raider, tatapan tersebut memiliki makna yang sangat dalam. Mereka berdua tidak lagi dapat berkata apa-apa lagi dan hanya bisa menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa mereka menerima misi rahasia ini dari Jaka.
Setelah rapat tadi terjadi, semua keluar secara bersamaan dari gudang tersebut menuju ke mobil mereka masing-masing. Saat anak buah Raider ingin membuka pintu mobilnya.
..."Bum!"...
Suara ledakan terjadi saat pintu mobil itu terbuka, semua terkena dampak dari ledakan tersebut. Tidak dapat dipungkiri kembali anak buah Raider itu tidak akan selamat dari ledakan yang terjadi barusan.
__ADS_1
Tidak berhenti ledakan itu saja yang terjadi, kini banyak orang yang berpakaian khusus menyerbu mobil Jaka, Markovic dan Raider dengan menembak secara membabi buta.
Berbeda dengan Raider dan Markovic, Jaka sudah mendapat insting bahwa mereka akan mendapatkan serangan kejutan dan ia sudah bersiap dengan teleportasinya saat ledakan pertama terjadi dan berpindah ke tempat yang sudah ia siapkan sebelum pertemuan mereka terjadi.
..."Untung saja aku sudah menduga hal ini akan terjadi, sekarang saatnya aku menembak tikus tikus sampah ini satu per satu."...
Jaka mengambil senjata laras panjang yang memiliki nama M24 dengan peluru berkaliber cukup besar. Dengan perhitungan yang sudah ia lakukan sebelum menembak kini semua yang melakukan penyerbuan tadi berhasil ia lumpuhkan sendiri tanpa mendapatkan luka sedikitpun karena memang ia mengambil jarak yang cukup jauh, yakni 1025 meter.
Semua sudah selesai dan kini Jaka kembali menghampiri tempat penyerbuan tadi untuk melihat keadaan adiknya dan juga Raider. Keadaan Raider nampak baik baik saja karena dia saat penembakan terjadi langsung buru buru menunduk untuk tidak terkena tembakan tersebut.
Lain halnya dengan Markovic ia nampak terluka parah karena menerima hantaman peluru di seluruh tubuhnya.
"De bangun! Kamu bisa sembuh dengan cepat karena itu termasuk kemampuan yang kita miliki secara alami."
"Tidak bisa kak, mereka menggunakan peluru perak."
"Bisa, hanya peluru perak bisa aku sembuhkan dengan darahku."
"Apa?! Bagaimana kamu bisa tahu itu?"
"Karena guru memberitahuku saat kakak sedang pergi dari padepokan dan hanya racun itu yang tidak bisa kita sembuhkan."
"Lantas aku harus bagaimana?! Kamu tidak boleh mati! Ingat kembali tujuan kita untuk mengambil kembali padepokan dan menyelamatkan Resa dari Jagaraga. Jadi kamu tidak boleh mati!"
"Tidak kak, nampaknya aku tidak bisa menemanimu lebih jauh lagi, aku hanya bisa menitip padepokan pencak silat harimau dan juga Resa untuk kau jaga dengan baik serta dengan segenap jiwa dan ragamu."
"Tapi bagaimana aku bisa melakukan semua ini tanpa dirimu?!"
"Masih banyak orang lain yang dapat membantumu, seperti Raider dan teman guru kita yang siap membantu menyelesaikan misi kita ini."
__ADS_1
"Tapi...."
Tidak berselang lama, Markovic menghembuskan nafas terakhirnya di pelukan Jaka dan percakapan tersebut menjadi percakapan terakhir dirinya dengan Jaka untuk terakhir kalinya.
"Tidak! Tidak!!!! Kamu tidak boleh mati! No!!!!"
Jaka mengguncang-guncangkan tubuh Markovic yang sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian datanglah Raider untuk menenangkan Jaka yang sedang terpukul hatinya dengan kepergian adik perguruannya yang sudah ia anggap seperti adik kandungnya.
"Sudahlah Jaka, jangan buat kepergian adikmu ini menjadi sia-sia, kita harus bisa memenuhi harapan adikmu ini dengan baik."
"Bagaimana bisa aku menerima kematian Markovic di depan mata kepala ku sendiri! Bagaimana bisa?!"
Jaka langsung memukul perut Raider hingga ia terpental.
"Jaka! Sadarlah, ini perbuatan pasti dari Jagaraga yang sudah mengetahui tempat pertemuan kita di sini karena ada yang membocorkannya kepada dia!"
"Benar... Benar apa yang kau katakan, aku tidak akan membiarkan orang yang telah membocorkan rahasia ini dapat hidup dengan tenang sebelum ajal mendatanginya. Aku berjanji di depan jasad adikku, aku akan membunuh orang yang telah membocorkan tempat pertemuan ini kepada Jagaraga sehingga ia dapat mengirimkan tentara bayaran kembali ke sini."
"Bagus kalau kau sudah mengerti ini, kini kita harus memanggil ambulance untuk mengevakuasi jasad Markovic dan anak buahku yang telah gugur dalam menjalankan tugasnya."
Raider bangun dari duduknya, kemudian ia menghampiri mobil yang masih terbakar itu untuk melihat bagaimana keadaan anak buahnya yang telah meninggal dunia.
Ternyata Jaka tidak hanya menelfon ambulance, akan tetapi ia memberikan kode darurat yang bertanda bahwa ada anggota militer yang telah purnabakti. Tidak lama iring iringan mobil kepolisian, ambulance dan pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian.
Anggota pemadam kebakaran langsung mengeluarkan selang air dan memadamkan mobil yang masih terbakar itu, sedangkan anggota kepolisian langsung membuat garis polisi agar tidak ada yang bisa masuk ke dalam TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dan anggota ambulance mengevakuasi korban nyawa dari penyerangan tersebut. Tanpa waktu lama kini tempat tersebut telah di ramaikan oleh pada wartawan dan juga warga sekitar yang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi di tempat gedung tua yang sudah tidak dipakai lagi.
......Bersambung.......
Sorry semuanya aku baru update lagi setelah kesibukan demi kesibukan berdatangan silih berganti kini aku akan menemani hari hari kalian dengan 1 bab yang aku up setiap harinya kalau tidak ada kendala. Terima kasih sudah bersedia menunggu lama novel ini update kembali🙏 I love you all😍.
__ADS_1
Jangan lupa ke novel terbaru aku (I Will Kill You) banyak misteri pembunuhan yang belum dipecahkan di dalam ceritanya.