Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 32


__ADS_3

...Happy reading guys.🤗...


Selama Ki Ageng Reksa mengikuti Jaka ke dalam hutan ia merasa ada yang ganjil dari sikap yang dilakukan oleh Jaka yang tidak memberitahu apa yang akan dia kerjakan kepada Ki Ageng Reksa.


"Sebenarnya mau ke mana ini dia, kenapa tidak bicara kepadaku sebelum ke sini." gumam Ki Ageng Reksa dalam hatinya.


Insting seorang Jaka sangatlah pekat sehingga mampu dapat mengetahui bahwa dirinya sedang di ikuti.


"Nampaknya ada yang mengikuti aku sampai ke sini." gumam Jaka sembari berdiam diri.


Setelah itu Jaka melakukan teknik teleportasi hingga membuat Ki Ageng Reksa tidak tahu ke mana Jaka pergi.


"Ke mana dia?!" ucap Ki Ageng Reksa dengan heran.


"Ternyata kamu Ki Ageng Reksa, aku kira siapa." ucap Jaka sembari menarik kembali cakarnya dari leher Ki Ageng Reksa.


"Aku merasa penasaran kepadamu, karena kamu bertindak secara individu tanpa memberitahu kepadaku apa yang kamu rencanakan hingga bertindak sendirian." ucap Ki Ageng Reksa sembari membalikkan badannya.


"Aku ingin membunuh mereka semua secara sendirian tanpa harus membuat anggota militer dari pasukan Markovic menjadi korban tewas dalam pertempuran malam ini." ucap Jaka yang menerangkan keinginannya.


"Tapi apa kamu yakin bahwa mereka yang menjadi pelaku yang meresahkan warga sekitar?" tanya Ki Ageng Reksa.


"Aku tidak dapat memastikannya tapi aku harus melakukan ini sebelum pertumpahan darah akan terjadi." ucap Jaka yang berusaha menerobos halangan dari Ki Ageng Reksa.


"Izinkan aku ikut bersamamu untuk melindungi kamu dari ancaman lain." pinta Ki Ageng Reksa.


"Tidak ini harus aku yang menyelesaikannya." ucap Jaka dengan keras kepala.


"Baiklah kalau kamu bersikeras untuk menolak aku ikut, berarti aku juga keras kepala untuk membuntuti kamu." ucap Ki Ageng Reksa yang membuat Jaka tidak dapat berkata apa apa.


"Hm seterah kepadamu aku tidak akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kepadamu." ucap Jaka dengan terpaksa.

__ADS_1


"Tenang saja aku bisa menjaga diriku sendiri, aku juga janji tidak akan merepotkan kamu direncana kamu kali ini." ucap Ki Ageng Reksa yang berjalan mengikuti Jaka dengan santay.


"Yaudah seterah kamu aku akan langsung teleportasi ke sana." ucap Jaka yang langsung jongkok dan menghilang dari pandangan Ki Ageng Reksa.


"Loh ini kemana dia? hadeh masa aku harus memakai jurus ini aduh bener bener dah, udah lanjut usia pake ilmu yang menguras tenaga." ucap Ki Ageng Reksa dengan mengeluh.


Akhirnya Ki Ageng Reksa mengikuti Jaka yang melakukan teleportasi ke tempat kelompok bersenjata yang berada di dalam hutan. Saat sampai di tempat kejadian semua telah mati tanpa tersisa yang hidup dan hanya meninggalkan Jaka yang bersimbah darah di seluruh tubuhnya.


"Kamu langsung membantai semua yang ada di sini?" tanya Ki Ageng Reksa dengan gemetar.


"Iyah, aku tidak mau mengambil resiko besar, karena kalau aku tanya dulu maka aku yang akan mati." ucap Jaka dengan membersihkan tangannya.


Tiada raut wajah menyesal atau apa pun, kini Jaka seperti pembunuh berdarah dingin yang rela membunuh siapa saja yang mengancam daerah teretoring miliknya.


"Kau tidak seperti biasanya Jaka, ada apa denganmu?" tanya Ki Ageng Reksa dengan curiga.


"Aku tidak ada masalah apa apa, aku hanya ingin melindungi keluarga kita, yasudah ayo kita pulang ke base camp sebelum yang lain mengetahui bahwa aki hilang dari sana." ucap Jaka dengan sudah mencuci tangan.


"Sudah ayo kita balik ke base camp lagi, hayu." ajak Jaka dengan merangkul Ki Ageng Reksa.


"Kenapa sorot matanya berbeda dengan pertama kali aku bertemu dengannya?" Ki Ageng Reksa kecurigaannya mulai kuat.


Akhirnya mereka berdua berjalan bersama hingga sampai kembali ke tempat base camp mereka. Malam sudah tiba saat mereka sampai dan tiada yang dapat menduga ketika semua orang yang berada di base camp telah menghilang.


"Markovic!!!" teriak Jaka dengan langsung lari masuk ke dalam.


"Kurang ajar! Ini semua hanyalah jebakan dari musuh kita dan kamu sudah masuk ke dalam jebakan itu! Sekarang teman teman kita sudah menghilang dari sini!" ucap Ki Ageng Reksa dengan menangis.


"Tenang ki tenang aku akan mencari keberadaan mereka di mana." ucap Jaka yang berusaha menenangkan dirinya dan Ki Ageng Reksa.


"Bagaimana caranya?!" tanya Ki Ageng Reksa dengan tergesa gesa.

__ADS_1


"Aki sabar dulu, aku mau konsentrasi untuk mencari mereka." ucap Jaka yang mulai duduk sila dan memejamkan matanya.


Saat Jaka mulai mencari keberadaan teman temannya, Ki Ageng Reksa diculik orang sekelibatan bayangan hitam yang langsung membawanya begitu saja tanpa terdengar oleh siapapun. Bahkan Jaka yang memiliki indra atau insting yang kuat saja sampai tidak dapat mengetahui apa yang telah terjadi.


Saat Jaka membuka matanya dan mengetahui bahwa Ki Ageng Reksa telah diculik saat dia bersama Jaka.


"Sialan! Kenapa jadi begini semua!! Kalau berani lawan aku! Keluar hadapi aku jangan beraninya menculik satu persatu saudaraku!" ucap Jaka dengan berputar dan berteriak ke segala penjuru hutan.


Setelah Jaka selesai berkata seperti itu, bayangan hitam itu kembali muncul dan langsung memukul tulang belakang lehernya Jaka hingga pingsan.


"Cih aku kira dia sangatlah kuat dan hebat, ternyata hanya dengan sekali aku pukul langsung tumbang." ucap seseorang misterius yang meremehkan Jaka.


Tanpa disangka oleh orang itu, dia telah masuk ke dalam jebakan Jaka yang sudah menggunakan ilmu terlarang yang pertama, yaitu menyerang jiwa korban dan membuatnya seperti orang yang dihipnotis.


"Makanya jangan pernah sekali sekali meremehkan musuhmu, sekalipun dia sudah mati hahaha." ucap Jaka dengan bangganya.


Pertarungan kali ini penuh dengan kejutan, yaitu orang misterius yang telah berhasil masuk ke dalam jebakan Jaka justru dapat mematahkan ilmu terlarang yang dikeluarkan oleh Jaka.


Setelah orang itu dapat terlepas ia langsung menghilang dari hadapan Jaka dengan sekedipan mata.


"Terserah kamu mau lari ke mana saja, aku pasti menemukan kamu karena aku telah menanamkan segel silat harimau yang dapat aku deteksi keberadaanmu dan dapat datang kapan saja sesuai kemauan aku sendiri." ucap Jaka dengan mengeluarkan senyuman sinisnya.


Orang misterius itu sudah pergi sangat jauh dari jangkauan Jaka, namun karena Jaka telah menanamkan segel silat harimau yang tidak diketahui oleh orang misterius itu membuatnya bersantai karena dia merasa sudah sangat jauh dari Jaka.


"Huft akhirnya aku bisa kabur dari dia, ternyata dia sangat pintar dan banyak taktik yang sangat mengelabui musuhnya, untung saja aku masih bisa kabur darinya." ucapnya dengan bersandar di pohon.


"Haha iya yah kamu cepat sekali bisa kabur dari dia." ucap Jaka yang sudah berada di atas dahan pohon yang disandari oleh orang misterius itu.


"Ba-bagaimana caranya?!" tanya orang itu terheran heran.


......Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.


__ADS_2