
...Happy reading guys.🤗...
Banyak dari teman teman Jaka yang mengatur suhu badan mereka dengan cara bersantai tanpa melakukan aktivitas apa pun karena hawa yang dingin. Namun berbeda dengan Jaka yang justru dia malah melakukan push up, sit up dan back up selama waktu yang diberikan oleh Letnan Suryadi.
Harry yang melihatnya merasa heran dan bertanya.
"Jak lu ngapain malah latihan push up, sit up dan back up?" tanya Harry yang sedang duduk di sebelah Jaka.
"Owh aku lakuin ini justru untuk mengatur suhu badan karena ini memanaskan badan dari dalam, kita ini disuruh untuk mengatur suhu badan bukan untuk menurunkan suhu badan yang awalnya kita sudah panas dan tiba tiba dingin dan kalian tidak melakukan pemanasan lagi maka itu sangat salah kalau menurut teori guruku. Dia berkata kalau habis berendam kita harus melakukan pemanasan lagi sebelum berenang agar menghindari cidera saat berenang nanti." ucap Jaka sambil terus push up.
"Weh bener juga lu Jak, gw panggil yang lain yah biar kita pemanasan bareng bareng sama pleton kita." ucap Harry yang beranjak memanggil semua timnya.
Setelah semua orang berkumpul di tempat Jaka langsung menanyakan sebab mereka di kumpulkan di sini.
"Oi Harry kenapa kita di sini?" tanya teman-temannya.
"Kalian tidak melihat kami berdua yang sedang pemanasan?" jawab Harry dengan balik bertanya.
"Ya lihat lah, masa iya kaga lihat buta kali mataku." ucap Krisna teman pleton mereka.
"Nah yaudah ayo gabung sini." ucap Harry.
"Ahh ogah justru dingin kalau ngelakuin pemanasan sekarang." ucap Krisna dengan santai.
"Heh dodol kau pikir saja saat pertama kalian dikumpulin di lapangan waktu subuh subuh kalian kan pemanasan dan akhirnya tubuh kalian panas kan udah gak dingin lagi, lantas mengapa sekarang kalian tidak mau?" tanya Harry yang mulai berdiri.
"Hmm bener juga, yaudah ayo kita pemanasan bareng." ucap Krisna yang langsung mengikuti gerakan Jaka dan diikuti oleh yang lain.
Letnan Suryadi yang melihat pleton Jaka dan terutama Jaka yang ia perhatikan.
"Panggilkan pelatih pleton tiga." ucap Letnan Suryadi sembari memperhatikan pleton 3.
"Siap pak." jawab anak buahnya.
__ADS_1
Setelah pelatih dan wakil pelatih pleton 3 sudah sampai ia langsung diberikan tugas untuk selalu memberikan pelatihan yang lebih untuk Jaka.
"Kalian tes lebih taruna 203 itu, dia memiliki potensi menjadi seorang komandan yang bagus. Kita perlu bentuk potensi itu menjadi semakin besar dan membuat dia sadar dengan menjadi komandan yang bagus dalam mengatur anak buahnya." ucap Letnan Suryadi sembari menatap tajam ke arah Jaka dari lantai atas.
"Baik pak." ucap pelatih pleton 3 yang langsung ke bawah.
"Aku mau lihat seberapa jauh kamu merasakan potensimu ini dengan pelatihan demi pelatihan yang akan diberikan oleh pelatihmu. Aku menunggu dirimu menjadi seorang komandan bahkan aku bangga memiliki anak didik yang bisa mendapat pangkat jenderal saat aku masih hidup." ucap Letnan Suryadi di dalam hatinya.
Jaka tidak merasa kesulitan untuk mendengarkan obrolan Letnan Suryadi dengan pelatihnya yang jarak antara keduanya sangat jauh, namun lagi lagi karena kemampuan yang dimiliki oleh Jaka tidak membatasi dirinya untuk dapat mendengar semua itu. Jaka hanya menatap ke arah Letnan Suryadi dan tersenyum.
"Hah?! Bagaimana dia bisa tahu kalau aku melihat ke arahnya, instingnya sangat tinggi sekali untuk menjadi seorang sniper handal, aku merasakan tatapan yang membuat mentalku tertekan sekali, aku yakin dia akan menjadi seorang sniper yang ditakuti oleh musuh musuhnya di medan perang." ucap Letnan Suryadi dengan melangkah ke belakang setelah melihat tatapan Jaka.
Kini waktu untuk istirahat sudah selesai dan semua taruna di kumpulkan di pinggir kolam renang untuk melanjutkan pelatihan renang.
"Baiklah semuanya kalian akan berenang dari ujung sana hingga ke ujung di dekat saya dengan menggunakan teknik lumba lumba dengan waktu 1 menit saja. Apabila lebih maka akan mendapat pengurangan nilai." ucap Letnan Suryadi kepada semua taruna.
"Siap pak!" jawab semua taruna dengan kompak.
"Izin diberikan, silahkan bertanya." ucap Letnan Suryadi dengan menghadap ke arah Jaka.
"Apakah kita berenang dengan menggunakan baju ini atau mengganti baju terlebih dahulu? siap terima kasih." ucap Jaka yang langsung menurunkan tangannya.
"Terima kasih kembali. Ini adalah pertanyaan yang bagus, kita sebagai sniper motonya adalah apa?" tanya Letnan Suryadi.
"Berangkat senyap, pulang selamat!" ucap semua taruna.
"Terus apa lagi?" tanya Letnan Suryadi.
"Tidak meninggalkan jejak selain kematian musuh!" ucap semua taruna.
"Bagus!! Dari moto kedua kita adalah tidak meninggalkan jejak selain kematian musuh, oleh karena itu kalian harus berenang dengan menggunakan baju tentara kalian langsung untuk menghilangkan jejak kalian dari kejaran musuh. Saya ingin melatih hal itu sejak sekarang. Paham taruna 203?" tanya Letnan Suryadi.
"Siap! Paham pak, terima kasih!" ucap Jaka dengan tegas.
__ADS_1
"Ya sama sama, ada lagi pertanyaan?" tanya Letnan Suryadi.
Semua tidak ada yang memberikan pertanyaan selain Jaka seorang saja.
"Baiklah saya rasa tidak ada yang bertanya, maka saya anggap kalian semua sudah paham dengan perintah dari saya yah. Silahkan dimulai dari pleton pertama terlebih dahulu." ucap Letnan Suryadi yang langsung pergi ke atas untuk memperhatikan semuanya dari lantai 2.
"Siap, baik pak perintah kami laksanakan." ucap pelatih pleton satu yang langsung memberikan perintah.
"Seluruh anggota pleton satu langsung mengambil posisi kalian sendiri yah." ucap pelatih pleton 1.
Semua anggota pleton satu sudah mengambil posisinya masing masing dan setelah berenang mereka tidak mendapatkan kendala apapun dalam hal ini.
Kini tiba saatnya untuk pleton 3, yaitu pleton Jaka untuk mengambil sesi renang selanjutnya.
"Baiklah silahkan para anggota pleton 3 ambil posisi kalian semua." ucap pelatih satu.
Setelah semuanya mengambil posisinya masing masing, Jaka langsung di borgol kedua tangan dan kakinya.
"Loh kenapa tangan saya di ikat pak?" tanya Jaka.
"Dari tadi yang berendam kamu mendapatkan nilai tertinggi dan ini adalah ujian pertama bagimu." ucap pelatih kedua yang sudah selesai memborgol Jaka.
"Hey pak! Tidak sportif kalau hanya Jaka yang di borgol saja, saya ikut di borgol juga!" pinta Harry yang memaksa kedua pelatihnya.
Para pelatih pleton tiga melihat ke arah Letnan Suryadi dan Letnan Suryadi memberikan perintah dengan bahasa isyarat untuk mengizinkan permintaan pleton tiga.
Kini semua pleton 3 sudah memakai borgol di tangan dan kaki mereka dan langsung masuk ke dalam kolam renang. Mereka tidak merasakan kesulitan apapun karena mereka semua sudah pemanasan terlebih dahulu dan tidak membuat tubuh mereka merasa keram.
Seluruh taruna memberikan apresiasi kepada pleton 3 yang mampu menyelesaikan tantangan dari pelatih mereka sendiri dan ke solidaritasan antara satu anggota dengan anggota yang lain sangatlah kuat.
......Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke temen temen kalian, terima kasih.
__ADS_1