Pendekar Silat Harimau

Pendekar Silat Harimau
Chapter 56


__ADS_3

...Happy reading guys. 🤗...


Setelah mereka selesai makan di restoran yang biasa dikunjungi oleh Komandan Markovic, mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah apartemen mewah milik negara yang hanya di peruntukkan untuk orang orang penting saja. Seperti detektif, menteri, anggota dewan, dan tamu kehormatan dari luar negeri.


"Banyak sekali penjagaan di sini." ucap Raider yang mulai mencoba menganalisis situasi.


"Namanya juga ini apartemen khusus untuk orang orang penting negara ini. Jadi wajar aja kalau banyak penjagaan di sini, jadi kalian juga aman di sini untuk melakukan tugas kalian." ucap Jaka sembari mobil memasuki base man.


Setelah mereka memarkirkan mobilnya di basement di blok A, Komandan Markovic dan Jaka mengajak Raider berserta anak buahnya untuk menuju pintu masuk utama untuk protokol keamanan yang diterapkan di apartemen ini.


"Ayo kita ke atas dulu untuk masuk ke apartemen ini." ucap Jaka.


"Owh oke oke." sahut Raider.


Selama perjalanan mereka menuju pintu utama apartemen ini, Raider terus menerus memperhatikan sisi demi sisi tanpa henti untuk memprediksi celah kecacatan dalam sistem keamanan di apartemen ini.


Sesampainya mereka di depan pintu masuk utama, Raider beserta anak buahnya di periksa oleh para penjaga yang memakai jas hitam dengan kacamata dan earphone yang ada di telinga mereka.


"Di bagian basement tolong di lakukan pengecekan di saluran pembuangan yah." ucap Raider yang membuat semuanya heran.


"Ada apa di sana?" tanya salah satu penjaga.


"Aku tidak tahu karena aku belum sempat memeriksanya, namun menurutku hanya kalian yang berhak memeriksa tempat itu." ucap Raider yang tubuhnya telah selesai di periksa dengan alat metal detector.


"Baiklah kami akan memeriksanya sekarang, kalian bisa masuk dan pesan kamar di kasir." ucap penjaga yang curiga dengan hal yang diucapkan oleh Raider.


*****


Akhirnya penjaga itu memutuskan untuk melihat saluran pembuangan yang dimaksud oleh Raider secara sendirian. Saat ia membuka pintu saluran pembuangan itu seketika suara ledakan terdengar dengan diiringi oleh suara alarm mobil yang berbunyi dengan reaksi ledakan tersebut.


Jaka dan yang lainnya saat mendengar suara tersebut langsung pergi menuju ke sumber suara ledakan tersebut.


"Kalian pergi terlebih dahulu, aku ingin mengambil perlengkapan dahulu di atas." ucap Komandan Markovic yang naik dengan tangga secara terburu buru.

__ADS_1


Saat di dalam kamarnya ia membuka lemari yang berisi baju seketika berubah menjadi tempat senjata lengkap dari tombol yang di sembunyikan dibalik tumpukan baju baju di dalam lemari ini.


"Aku akan membawa 3 koper lagi." ucap Komandan Markovic yang segera memakai rompi anti peluru dengan senjata laras panjang yang ia kalungi di leher dengan jumlah 4 pucuk senjata.


Komandan Markovic langsung lari ke basement tempat suara ledakan itu berasal secara terburu buru dengan membawa 3 koper dan 4 pucuk senjata laras panjang.


"Segera buka koper ini dan kalian bertiga anak buah Raider silahkan ambil bagi siapa saja yang mau ikut dalam misi ini." ucap Komandan Markovic.


"Koper apa ini?" tanya Jaka.


"Sudah kakak buka saja koper tersebut." ucap Komandan Markovic.


"Aku akan pergi terlebih dahulu, kalian menyusul." sambung Komandan Markovic yang memakai masker dan langsung turun ke dalam saluran pembuangan yang sudah ada 3 penjaga yang menyisir tempat itu terlebih dahulu.


Akhirnya Alexander Lucas Steven yang mengambil satu koper yang tersisa dan langsung membukanya.


"Wah keren sekali, dalam koper ini berisikan 1 buah pistol, rompi anti peluru, masker anti gas beracun dan peredam suara, sangat luar biasa." ucap Raider yang masih ternganga melihat isi koper tersebut.


"Sudah kau jangan banyak lihat saja, segera pakai dan kita akan turun menyusul adikku yang sudah terlebih dahulu ke dalam saluran pembuangan ini." ucap Jaka yang sudah selesai memakai perlengkapan.


Dengan sekejap mereka berdua sudah selesai memakai perlengkapan yang ada di dalam koper tersebut dan bersiap untuk turun.


"Perketat penjagaan di sini, kalian bawa masuk setiap penghuni apartemen ini dan taro 2 penjaga di setiap kamarnya." perintah Jaka kepada para penjaga dan anak buah Raider.


"Dan untuk kalian berdua pergi ke kasir dan tanyakan di mana kamar Komandan Markovic dan kalian ambil sisa persenjataan di kamar itu. Gunakan untuk melindungi tempat ini." ucap Jaka.


"Baik pak." sahut kedua anak buah Raider yang langsung memasuki apartemen itu kembali.


Setelah semua siap Jaka, Raider dan Lucas langsung turun ke dalam saluran pembuangan untuk menyusul Komandan Markovic yang sudah masuk terlebih dahulu.


"Kalau kita tidak memakai masker ini, pasti kita akan mati keracunan gas ini." ucap Raider sembari berjalan mengikuti Jaka yang berada di depan.


"Memang, tapi kita harus tetap fokus untuk terus jalan ke depan dan memastikan setiap lorong yang ada di saluran ini dan kalau kalian menemukan seseorang yang membawa senjata segera saja kalian bidik dan kalau teman jangan kita bunuh, tapi kalau musuh langsung saja kalian headshotin kepala musuh kalian dengan cepat maka yang lain akan menghampiri sumber suara itu." ucap Jaka yang menjadi Komandan kelompoknya sekarang.

__ADS_1


"Siap Jaka." sahut Raider.


"Kapan pun anda butuhkan, saya akan selalu siap untuk menjalankan tugas apa pun itu." ucap Lucas.


Di depan mereka terdapat sebuah asap yang mengganggu pandangan mereka, namun asap tersebut sudah mulai pudar sehingga membuat mereka dapat melihat samar samar apa saja yang ada di depan mereka.


"Berhenti!" ucap Jaka yang langsung menaruh satu lututnya menyentuh tanah dan membidik ke arah depan yang ia lihat.


"Ada apa?!" sahut Raider yang langsung melakukan hal yang sama namun mengamankan bagian belakang mereka bertiga.


"Itu nampaknya sebuah mayat pak. Namun aku tidak dapat memastikannya karena aku tidak dapat melihatnya." ucap Lucas yang berdiri dengan melihat dari bidikan senjatanya.


"Maju dan periksa mayat siapa yang tergeletak di depan. Kami akan melindungi kamu." ucap Jaka tanpa melepaskan bidikannya.


"Baik pak, lindungi saya!" ucap Lucas yang maju secara perlahan dengan menyalakan mode kacamata infrared dari masker anti gas beracun yang ia gunakan.


Lucas tidak dapat mendeteksi manusia sejauh 1.200 meter ke depan karena memang itu adalah batas kacamata infrared yang ia gunakan.


"Ini adalah mayat penjaga di apartement Pak!" teriak Lucas.


"Baiklah kami akan maju sekarang!" sahut Jaka yang berjalan dengan sedikit berlari dan di susul dengan Raider dari belakang.


"Benar sekali ini adalah mayat dari salah satu penjaga apartemen ini. Kita membutuhkan tim penjemput untuk mengambil mayat ini dan tidak menghambat perjalanan kita." ucap Jaka.


"Nampaknya earphone ini masih berfungsi Jak, kita gunakan ini untuk menghubungi rekan yang ada di atas." sahut Raider.


"Ide bagus." ucap Jalan yang langsung mengambil earphone yang masih dipakai oleh mayat tersebut.


"Hallo, saya Jaka dari tentara sniper negara, segera kirimkan tim penjemput untuk mengambil mayat dari salah satu team kalian yang tewas di dalam saluran pembuangan ini dengan luka tembak di lehernya. Segera ke sini karena kami tidak akan menunggu kalian dan kami akan langsung melanjutkan perjalanan kami untuk menangkap pelaku dari kejadian ini." ucap Jaka dari earphone tersebut yang langsung di jawab oleh salah satu penjaga yang ada di apartemen tersebut.


Saat mereka melanjutkan perjalanannya, tepat baru 20 meter mereka melangkah sudah terdengar suara tembakan dan terlihat jelas seseorang manusia yang sedang berlindung di balik tembok dengan melawan banyak orang misterius yang belum diketahui identitasnya karena terhalang oleh asap.


......Bersambung.......

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.


__ADS_2