
...Happy reading guys.🤗...
Sebelum lanjut ke cerita aku mau mohon maaf karena upload telat. Aku sedang ada latihan ganda putra untuk keperluan O2SN pencak silat, mohon pengertiannya hehe.😁
*******
Jaka dan teman temannya mengelilingi markas militer untuk mengetahui bagian demi bagian yang ada di dalam markas ini. Karena sebagai seorang sniper yang handal harus bisa mengenali medan perangnya, lawan perangnya, dan mengenali dirinya sendiri.
Mereka memasuki tempat penyimpanan alutsista markas tentara ini yang sangat banyak dan canggih semua.
"Wahh besar besar banget dan sangat mengkilap." ucap Krisna tanpa bisa berkedip.
"Iyah keren banget asli." ucap Jaka yang belum pernah melihat alutsista yang canggih dan sebanyak ini.
Memang Jaka telah melihat kendaraan tank lapis baja namun dia tidak melihat kendaraan artileri dan kendaraan bertempur militer tentara angkatan darat yang memang disimpan di setiap markas militer.
"Lebih baik kita cepat pergi dari tempat ini karena takut di sangka mau ngapa ngapain." ucap Jaka yang meninggalkan tempat alutsista.
"Bener juga, mending kita pergi ke tempat Museum sniper nasional? aku dengar dengar di sana ada senjata sniper yang sangat legendaris karena dapat membunuh target dari jarak 800 meter." ucap Krisna yang mengajak semuanya.
"Wah boleh tuh ayo otw ke sana." ucap teman temannya.
Selama di perjalanan mereka tidak mengalami apa apa namun ketika sampai di museum itu yang di jaga ketat oleh para penjaga di museum itu.
*******
Namun tiba tiba ada satu peluru yang melesat tepat ke arah kepala penjaga yang ada di museum itu yang membuat semua orang lari berhamburan tanpa tau arah. Anehnya yang di serang hanya penjaga yang memegang senjata kalau pengunjung tidak di tembaki sama sekali.
__ADS_1
Jaka menyadari hal tersebut dan segera mengambil perintah untuk para penjaga tidak keluar dari tempat berlindung.
"Semua penjaga bersembunyi!! Kalian yang diincar oleh sniper itu!!" ucap Jaka dari balik tembok tempat senjata sniper legendaris itu di simpan.
Seolah olah sniper musuh bisa membaca situasi yang ada di sana ia langsung berganti haluan target yang tadi dari penjaga kini menjadi para pengunjung yang berusaha melarikan diri.
"Sialan tenyata ini permainan dia! Aku termakan jebakannya." ucap Jaka di dalam hatinya.
Cukup lama Jaka memikirkan segala sesuatu yang dapat membunuh sniper musuh yang sedari tadi menembaki para pengunjung.
"Aku harus dapat senjata untuk membunuh sniper musuh. Namun kalau aku keluar sekarang pasti aku akan menjadi sasaran empuk baginya, lantas aka caranya biar aku bisa mendapatkan senjata tapi tidak menjadi target dari sniper itu." ucap Jaka yang memikirkan cara yang dia pikirkan.
Tidak lama setelah itu bala bantuan dari markas di turunkan, mereka menembak ke segala arah tanpa mengetahui posisi musuh yang sedang bersembunyi. Satu demi satu para bala bantuan di habisi oleh sniper tersebut tanpa terlihat tempat persembunyiannya.
Jaka langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk mengambil senjata sniper yang di pegang oleh salah satu penjaga yang sudah tewas. Akan tetapi sniper musuh tidak begitu bodoh, dia langsung menembak senjata yang di bawa oleh Jaka hingga hancur dan tidak dapat di gunakan kembali.
"Don't panik Jak, gw yakin lu pasti bisa ngalahin sniper ini." ucap Krisna yang menenangkan Jaka.
"Tapi bagaimana caranya!" ucap Jaka dengan frustasi.
"Gw tau caranya Jak, jadi lu naikin helm yang lu pake dengan senjata yang lu ambil itu agar dapat mengambil sniper legendaris yang ada di atas lu. Setau gw sniper musuh akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk mengokang senjatanya kembali dan itu saatnya untuk lu ambil senjata yang ada di atas kepala lu." ucap Krisna yang menjelaskan rencananya.
Menurut Jaka rencana ini bagus, ia langsung mengikuti instruksi dari Krisna untuk menaikan helm yang dia gunakan dengan senjata yang sudah rusak. Benar saja sniper musuh langsung menembak helm Jaka yang membuat kaca penghalang senjata sniper legendaris hancur dan Jaka langsung segera ambil senjata itu dengan gerak cepat.
"Huft untung saja aku cepat, kalau aku tidak cepat pasti peluru itu akan menembus dadaku ini." ucap Jaka yang menarik nafasnya.
"Tenang Jak jangan panik tarik nafas lu dulu tenangin diri lu dulu baru kita habisin sniper musuh." ucap Krisna yang menenangkan Jaka.
__ADS_1
"Lobang bekas peluru itu menancap di dinding dan menembus helm yang aku bawa dengan arah tembakan lurus, berarti aku harus mengambil resiko untuk main cepat cepatan menembak. Tapi aku tidak tahu posisi pasti dari musuh itu." ucap Jaka di dalam hatinya yang memikirkan cara untuk menghabisi tentara musuh.
Tiba tiba Jaka membuka bidikan dari balik tempat berlindungnya, beruntung baginya karena dia tidak mendapat tembakan yang tepat mengarahnya.
"Woi Jaka! Lu udah bosen hidup?!" ucap Krisna yang kesal dengan tindakan Jaka.
"Lu lihat saja atraksi yang akan aku tunjukkan, percayakan ini kepadaku karena aku hanya memiliki satu kesempatan untuk membunuhnya kalau aku tidak dapat membunuhnya di kesempatan ini maka aku tidak akan mendapatkan kesempatan selanjutnya yang artinya aku gugur di medan perang." ucap Jaka dengan penuh keyakinan.
Tim pleton 3 yang merasakan juga keyakinan Jaka untuk dapat membunuh sniper musuh mereka memberikan pelukan perpisahan kepada Jaka agar kalau terjadi hal yang buruk kepada Jaka mereka tidak merasa terpukul sekali.
"Terima kasih atas kepercayaan kalian kepadaku, doakan aku untuk berhasil dalam misi ini." ucap Jaka yang mengatur nafasnya.
Dengan modal nekat Jaka langsung rolling ke samping dan langsung membidik dengan cepat dan melesatkan pelurunya tepat ke arah yang ia inginkan dan menjadi tempat persembunyian dari sniper musuh. Terdengar suara jeritan dari jauh yang menandakan tembakan Jaka tepat mengenai target namun Jaka menerima timah panas yang sempat diluncurkan oleh sniper musuh kepadanya tepat di bagian kaki.
"Lu berhasil Jaka!!!" ucap semua temannya yang langsung menangkap tubuh Jaka.
"Cepat kita bawa Jaka ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis untuk kakinya yang menerima tembakan dari sniper musuh! Cepat!!" perintah Krisna.
Beberapa teman mereka langsung mencarikan bantuan mobil untuk membawa Jaka ke rumah sakit menggunakan mobil itu dan Krisna dengan yang lainnya menggotong Jaka keluar menuju mobil yang langsung di dapat oleh rekannya.
"Gw bangga dengan lu Jaka, bertahan demi kami semua!!!" ucap Krisna yang ikut masuk ke dalam mobil.
Para teman teman Jaka langsung mengambil motor polisi yang ada di depan gerbang markas militer untuk mengawal mobil yang sedang membawa Jaka sang pahlawan yang berani mempertaruhkan nyawanya di sebuah peluru yang berada di senjata yang sudah tua.
......Bersambung.... ...
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.
__ADS_1