
...Happy reading guys. 🤗...
Semua orang menunggu hasil dari komunikasinya Komandan Markovic kepada markas militer angkatan darat. Setelah Komandan Markovic duduk untuk menyantap sarapannya ia ditanyakan oleh Jaka.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Jaka dengan menatap jelas.
"Hasilnya? yo pasti berhasil lah, kan apa lagi kita sedang dipromosikan jabatan kita karena berhasil mengalahkan para pemberontak itu." jawab Komandan Markovic dengan santuy dan memakan mie ayam miliknya.
"Baguslah kalau begitu kita akan menambah kekuatan kembali." ucap Jaka dengan menyelesaikan satu suapan nasi gorengnya.
Semua orang menunggu Komandan Markovic untuk mendatangi kediaman kepala suku Jahrai di desa ini. Beberapa menit kemudian Komandan Markovic sudah menyelesaikan makannya dan bergegas membayar makanan mereka, kemudian mengajak yang lainnya untuk segera ke rumah kepala suku.
"Ayo kita ke rumahnya kepala suku Jahrai." ucap Komandan Markovic dengan jalan terlebih dahulu.
"Woi emang kamu tau jalannya?" teriak Jaka dari belakang.
"Kaga sih... Makanya buruan jangan lambat nanti anak buahku keburu datang dan kalau aku tidak ada di sini kasihan mereka." sahut Komandan Markovic.
"Kalau begitu kita suruh saudara kita untuk ke sini saja, nanti kamu kasih kata sandi kepadanya yang hanya dikenali oleh anak buahmu." ucap Jaka.
"Ide bagus, kamu ke sini aku mau kasih tau kata sandinya." ucap Komandan Markovic dengan menunjuk saudaranya.
"Iyah kak." sahut saudaranya yang akan di perintahkan untuk menetap di sini agar menemui para prajurit Komandan Markovic.
"Kata sandinya adalah, markas militer angkatan darat 211 Komandan Markovic uhuy." ucap Komandan Markovic.
"Panjang amat de, bisa gak dia ngapalinnya?" tanya Jaka.
"Agak susah sih kak, tapi aku coba, markas militer darat 211 angkatan Komandan Markovic uhuy." ucap saudaranya sembari menghafal kata sandinya.
"Hadeh salah bukan begitu, yaudah nih yang gampang aja, Komandan Markovic uhuy. Mereka pasti tahu sandi itu." ucap Komandan Markovic.
"Ha kalau itu aku bisa menghafalkannya." jawab saudaranya.
"Bagus, kamu tunggu di sini yah, kalau mau mesen kopay atau teh mesen aja yah, nanti dibayarin sama kakak kedua." ucap Jaka dengan santai.
__ADS_1
"Heh lah aku lagi aja yang kena. Dasar Ka Jaka gak mau modal wkwk." ucap Komandan Markovic dengan tertawa bahwa namanya yang disebut.
"Sudah sudah ayo kita ke rumah kepala suku untuk meminta izin." ucap Jaka dengan menggandeng tangan Komandan Markovic untuk segera pergi.
Mereka diantarkan oleh anak dari sesepuh desa ini untuk menemui kepala suku Jahrai yang berada di ujung desa ini karena ia sangat susah untuk ditemui, kecuali oleh orang yang ia izinkan untuk bertemu dirinya.
Sekitar setengah jam mereka berjalan pada akhirnya sampai juga di depan rumah kepala suku Jahrai.
"Kalian sangat beruntung dapat menemui rumah kepala suku, karena hanya orang orang tertentu yang dapat menemui rumah ini, bahkan aku sendiri tidak bisa menemukan rumah ini kalau tidak bersama kalian." ucap anak sesepuh desa.
"Waw, beliau sangat sakti juga yah ternyata." ucap Jaka dengan sedikit terkejut dengan ilmu yang kepala suku Jahrai miliki.
Saat mereka memasuki halaman rumah kepala suku, mereka sangat tidak asing dengan aura disekitar rumah kepala suku Jahrai.
"Aura ini sangat tidak asing bagiku." ucap Ki Ageng Reksa.
"Benar ki, ini adalah aura silat harimau tingkat dewa, aku baru merasakan aura ini, aura ini lebih pekat di banding dengan Ki Jagabaya dahulu kala." sahut Jaka sembari berjalan memasuki rumah kepala suku.
Saat mereka ingin membuka pintu rumah kepala suku tiba tiba saja pintu itu terbuka tanpa ada orang yang membukanya dan angin tidak bertiup.
Saat pintu terbuka terdengar suara seseorang tanpa wujud yang mengizinkan mereka masuk ke dalam.
"Aku telah menunggumu begitu lama raja, silahkan masuk." ucap suara itu tanpa wujudnya.
Sontak dengan itu semua orang terkejut dan langsung bengong.
"Tenang saja, kepala suku memang seperti itu, kan aku udah bilang kalau yang bisa masuk rumah ini hanya orang orang tertentu yang dia izinkan untuk masuk." ucap anak sesepuh desa.
Setelah masuk ke dalam rumah itu dan mulai memasuki altar tempat kepala suku meramalkan tentang kedatangan Raja silat harimau yang akan membawa kedamaian di desa ini.
"Orang ini?!!" ucap Ki Ageng Reksa dengan terkejut dan melototkan matanya.
Mendengar perkataan dari Ki Ageng Reksa membuat semua muridnya beserta Jaka dan juga Komandan Markovic langsung menunjukkan sisi kejam mereka.
"Siapa dia guru?" tanya Jaka dengan mengeluarkan mahkotanya yang berada dikepalanya.
__ADS_1
"Tenangkan diri kalian, dia ini adalah guru besar kita!" ucap Ki Ageng Reksa yang langsung berlari dan bersujud di depan kepala suku.
Terkejut dengan mendengar perkataan Ki Ageng Reksa, seluruh anak muridnya langsung memohon ampun karena telah berani mengancam guru besar mereka.
"Tidak masalah, kini kalian sudah menjadi satu keluarga kembali tanpa ada yang terpecah belah, kini telah muncul raja silat harimau yang telah berada di sisi kalian. Maju lah kamu anak muda." ucap kepala suku dengan menunjuk Jaka.
"Baik guru." sahut Jaka yang langsung bersimpuh di depan guru besarnya.
"Sungguh anugerah bagiku dapat melihat guru besar yang sangat aku idam idamkan selama ini." ucap Jaka dengan mencium tangan guru besarnya yang tengah duduk bersila di depan dia.
"Tidak perlu seperti itu, aku hanya ingin memperlihatkan ilmu keramat dari silat harimau kita yang wajib di miliki oleh penerus raja silat harimau seperti dirimu." ucap kepala suku.
"Apa itu guru?" tanya Jaka dengan kebingungan.
"Jurus ini terbagi menjadi 3, yaitu jurus terlarang, jurus mematikan dan ilmu rawa rontek." ucap kepala suku kepada Jaka.
"Bukankah ketiga ilmu itu sangat terlarang untuk digunakan guru?" tanya Jaka.
"Memang ini adalah ilmu terlarang, oleh karena itu aku mengajarkannya kepadamu agar penerus raja silat harimau tidak kehilangan ilmu terlarangnya." jawab kepala suku yang langsung menyembur Jaka dan melemparkannya dengan kembang 7 rupa.
Seketika Jaka langsung jatuh pingsan dan begitu juga dengan kepala suku Jahrai yang masuk ke alam bawah sadar Jaka untuk mengajarkannya ilmu terlarang secara sembunyi sembunyi.
"Kak Jaka!" ucap Komandan Markovic.
"Tenang saja, guru besar tengah melaksanakan tugasnya untuk mengajarkan kepada Jaka ilmu terlarang perguruan kita." ucap Ki Ageng Reksa dengan menenangkan Markovic.
"Memangnya seperti apa ilmu terlarang itu?" tanya Komandan Markovic.
"Aku juga tidak dapat memastikan bagaimana gerakan ilmu itu, namun yang pasti guru besar hanya akan mengajarkan kepada penerus raja silat harimau, setiap munculnya raja silat harimau yang baru maka guru besar sudah bereinkarnasi untuk mengajarkan penerus selanjutnya tentang ilmu terlarang ini." ucap Ki Ageng Reksa.
...... Bersambung.......
Jangan lupa support aku terus dengan cara like, komen dan jangan lupa juga share ke temen temen kalian, terima kasih.
Bonus visual Ki Ageng Reksa yang umurnya tidak terlihat tua walau umur aslinya sudah 50an walau begitu orang melihat dari tampangnya saja sudah sangat mengetahui bahwa Ki Ageng Reksa memiliki pengetahuan yang sangat luas dan sangat di segani seperti Joe Taslim.
__ADS_1