
...Happy reading guys.🤗...
Dibawah alam bawah sadarnya Jaka, ia diajari beberapa jurus dan ilmu terlarang silat harimau dari guru besarnya.
Waktu guru besar bergerak menunjukkan jurusnya kepada Jaka, tiba tiba seluruh anggota tubuh Jaka mengikuti alur gerak dari guru besarnya.
"Apakah ini yang dinamakan sebagai jurus pembawa diri yang hanya bisa dikuasai oleh guru besar? ternyata Ki Jagabaya tidak pernah berbohong kepadaku." ucap Jaka di dalam hatinya.
"Ikuti gerakan ini, jangan kamu lawan biarkan dia mengalir seperti air sungai yang mengalir deras." ucap guru besarnya sembari terus bergerak mengajarkan Jaka semua jurusnya.
Kini telah sampai bagi Jaka ketahap selanjutnya, yaitu melawan sisi lain dari dirinya sendiri untuk dapat melangkah ke akhir dari proses pemberian ilmu terlarang. Guru besar sudah menghilang dari pandangan Jaka dan dari balik kegelapan muncullah sisi lain dari Jaka yang memiliki rupa yang sama namun perilaku yang berbeda.
"Siapa kamu?! kenapa kamu sepertiku?" tanya Jaka dengan terkejut melihat dirinya sendiri.
"Aku? aku adalah dirimu yang selama ini berada di hati kecilmu." ucap kembaran jahat Jaka.
"Apa maksudmu?!! aku hanya ada satu! aku Jaka Lumayun yang asli dan kau palsu!" teriak Jaka yang mulai kesal.
"Memang benar, aku adalah kamu namun aku adalah sisi gelapmu, aku adalah perwujudan dari ambisimu untuk balas dendam, semakin lama kau hidup maka dirimu akan aku gantikan secara perlahan." ucap kembaran Jaka.
"Tidak! Siapa kau yang berani merebut diriku?! Kau tidak memiliki hak untuk itu!" ucap Jaka yang langsung menyerang kembarannya.
Saat dia ingin berhasil menikam kembarannya dengan cakar miliknya tiba tiba kembarannya sudah berpindah di belakangnya dan langsung menendang Jaka hingga terpental ke depan.
"Kurang ajar! ternyata gerakanmu cepat juga!" ucap Jaka dengan berusaha berdiri.
Baru saja ia berhasil berdiri dan tidak melihat keberadaan kembarannya yang ada di depan, ternyata kembarannya sudah berada di atasnya dan sedang meluncur dengan cepat untuk menghantam dirinya.
"Sial, gerakannya cepat sekali aku tidak dapat melihatnya." ucap Jaka di dalam hatinya dengan berusaha berpindah tempat.
__ADS_1
Beruntung bagi Jaka, dia selamat dari serangan mematikan yang di luncurkan oleh kembarannya.
"Cih ternyata kau cepat juga dari apa yang aku bayangkan selama ini." ucap kembarannya dengan mata yang sinis.
"Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan tubuh aslimu!" ucap Jaka dengan lebih waspada.
Saat Jaka ingin menyerang kembarannya kembali, tempat mereka bertarung tiba tiba berubah menjadi warna hitam gelap yang membuat Jaka tidak dapat melihat dan titik butanya semakin besar.
"Sialan! Jurus apa lagi ini?" ucap Jaka dengan memutari tubuhnya untuk melindungi dirinya sendiri dari segala arah.
Sayang sekali bagi Jaka, mesti dia telah mengaktifkan indra penglihatan tajam miliknya tetap saja tidak dapat menembus gelapnya tempat itu dan tidak lama ia menerima beberapa serang dari kembarannya.
"Jurus apa ini? aku tidak dapat melawannya." ucap Jaka dengan menerima serangan.
Sekarang mulai terdengar suara guru besar yang memberitahukan dirinya untuk tenang.
"Tenanglah raja, kau jangan panik tempat ini akan gelap apabila dirimu panik dan tempat ini akan semakin gelap jika orang yang terkena jurus ini semakin panik dan tidak dapat mengendalikan dirinya hingga tewas oleh pengguna jurus terlarang ini. Maka tenanglah dan patahkan jurus ini dengan jurus terlarang kedua yang aku ajarkan karena hanya jurus itu yang dapat mematahkan jurus ini." ucap guru besarnya tanpa memperlihatkan wujudnya.
Kini mulai muncul cahaya dibalik kegelapan tempat ia berada, suara retakan mulai terdengar jelas dan suasana sudah terang yang menandakan bahwa jurus terlarang nomor satu telah berhasil di patahkan oleh Jaka.
"Bagus aku berhasil melaksanakan perintah dari guru besar dan aku harus melawan dia menggunakan jurus apa?! Aku tidak paham aku harus seperti apa." gumam Jaka di dalam hatinya.
Dengan hancurnya jurus terlarang yang digunakan oleh kembarannya membuat dia semakin lemah untuk bergerak.
"Segeralah bunuh aku sekarang kalau kau mau itu." ucap kembarannya.
"Aku tidak akan sepertimu dan tidak akan membunuhmu, karena jika aku membunuhmu sama saja aku menuruti kemauan darimu." ucap Jaka dengan bijaknya dan membantu kembarannya untuk berdiri.
Saat ingin menggapai tangan kembarannya cahaya yang begitu menyilaukan mata terpancar di seluruh tempat itu membuat Jaka kehilangan penglihatannya karena cahaya yang terang.
__ADS_1
Saat Jaka membuka matanya ia telah kembali ke tubuhnya dan melihat yang lainnya tengah menunggu dia yang sedang pingsan. Berbeda dengan Jaka, kepala suku tidak kembali siuman.
"Ki apa yang terjadi kepada guru besar?!" tanya Jaka kepada Ki Ageng Reksa.
"Guru sudah menyelesaikan tugasnya dan kini ia akan kembali beristirahat dengan tenang, ia akan kembali jika dirimu telah mati, dia kembali ke bumi ini sebelum lahirnya penerus raja silat harimau." ucap Ki Ageng Reksa.
"Ki Ageng Reksa tau dari mana tentang itu?" tanya Jaka.
"Guru sendiri yang berkata seperti itu kepadaku sewaktu aku masih menjadi muridnya." ucap Ki Ageng Reksa dengan memandangi jasad kepala suku.
Perlahan jasad kepala suku itu mulai memudar menjadi serpihan serpihan debu yang terbang ke arah cahaya yang bersinar di atasnya.
"Jangan bilang kalau guru besar ingin meninggalkan kita lagi?!" ucap Jaka dengan bermaksud untuk menahan kepergian guru besarnya.
"Tenang Jaka! kau jangan mengganggu proses terakhir dari gurumu, biarkan dia kembali, dia sudah menyelesaikan tugasnya untuk memberikan ilmu terlarang kepada pewaris raja silat harimau, yaitu kau Jaka!" ucap Ki Ageng Reksa yang menarik tubuh Jaka hingga jatuh di samping Ki Ageng Reksa.
"Tapi... Aku tidak mau kehilangan guru besar lagi! Aku baru pertama kali bertemu dengannya!" ucap Jaka dengan memberontak.
"Waktu istimewa guru besar sudah diberikan kepadamu seharusnya itu sudah cukup bagimu untuk mengenang guru besar." ucap Ki Ageng Reksa dengan menenangkan Jaka.
Melihat Jaka yang histeris membuat Komandan Markovic tergerak hatinya untuk ikut menenangkan Jaka yang sedang tak terkendali.
"Kak sabarlah, aku tahu ini berat bagimu tapi kami juga merasakan seperti itu, kita harus ikhlaskan dia pergi kak, ini demi kebaikan guru dan kita sebagai muridnya." ucap Komandan Markovic dengan menampar Jaka agar ia fokus untuk mendengarkan perkataannya.
Dengan tamparan begitu keras dari adiknya membuat Jaka fokus dan tersadar bahwa tindakannya barusan sangat keliru dan membahayakan yang lainnya.
"Maafkan aku, aku telah berbuat ceroboh, maafkan aku guru besar." ucap Jaka dengan bersujud.
Dengan sujudnya Jaka membuat semua jasad guru besar lenyap tak tersisa sedikitpun.
__ADS_1
......Bersambung.......
Jangan lupa dukung terus karya ini dengan cara like,komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.