
...Happy reading guys.🤗...
Selama mereka mengamati bintang bintang yang ada di langit malam sembari menikmati secangkir kopi hangat membuat keduanya semakin terbawa suasana dan tidak disangka sangka mereka berdua malah tertidur di atas balkon.
Di pagi harinya mereka terbangun dari tidurnya dan berkata.
"Lah iya kita kok ada di sini?" ucap Jaka.
"Aku mah udah gak heran, karena kalau tentara harus bisa tidur di segala situasi dan kondisi. Mau itu tempat bagus atau jelek atau kumuh sekali kita harus tidur sebisa kita tidur, jadi aku turu aja pas lihat Ka Jaka turu." ucap Komandan Markovic.
"Haa ternyata aku tertidur toh, kirain aku pingsan karena sesuatu haha." ucap Jaka yang menertawakan diri sendiri.
"Ka sudah cukup bersandiwara, kakak jujur deh sama aku sebenernya ada apa dengan kakak? sampai kakak menjadi seperti ini? kasih tau aku ka." pinta Komandan Markovic.
"Hmm sebenernya kakak abis di tolak sama Resa." jawab Jaka.
"Ha Resa? wanita yang waktu itu ketemu sama aku? yang pas perang di padepokan Jagaraga yang perempuan sendiri di atas gedung?" tanya Komandan Markovic yang memastikan siapa nama dari Resa.
"Benar dia adalah Resa, dia juga anak dari Ki Jagabaya guru kita, dia telah menolak ajakan dari aku karena hasutan dari Jagaraga. Dia waktu aku tidak mengetahui apa apa dia bersikap sangat baik tapi ketika aku sudah mengetahui sedikit kedok dari dia, dia langsung mengusirku dari sana seperti seekor anak kucing yang tidak berguna." ucap Jaka dengan nada galau.
"Tenang saja ka, kucing ini akan berubah menjadi seekor harimau buas yang akan memangsa manusia sepertinya." ucap Komandan Markovic yang menyemangati Jaka.
"Hmm yaudah lah aku lagi gak mau bahas itu, mending kita ajakin yang lain berlatih bersama untuk melatih kekompakan kita dalam bertarung?" tanya Jaka.
"Tapi sebelum itu aku mau ngasih tau kalau kita di suruh mengisi bela diri di markas militer ini untuk para taruna tentara yang sedang pendidikan, karena pencak silat adalah warisan asli dari Indonesia yang sudah di sah kan oleh UNESCO belum lama ini." ucap Komandan Markovic.
"Wah kalo begitu mah bagus dong, ayo kita kasih tau yang lainnya." ucap Jaka yang terburu buru.
"Tapi nanti Ka Jaka gak bisa ikut melatih karena kakak sendiri sedang menjadi taruna tentara dulu selama 9 bulan." ucap Komandan Markovic dengan lusuh.
__ADS_1
"Hailah tenang saja baru 9 bulan, aku kan sudah bersemedi selama 10 tahun juga bisa, itu mah 9 bulan gak lama untuk aku dan kalian tenang saja aku pasti akan membantu kalian saat melatih taruna tentara." ucap Jaka sembari menghampiri Komandan Markovic.
"Hmm baiklah aku akan memberitahu kepada Ki Ageng Reksa tentang berita ini." ucap Komandan Markovic yang menuju asrama para pendekar silat harimau bersama Jaka.
Selama perjalanan menuju asrama keduanya merasa sangat di hormati karena setiap mereka melewati prajurit lain pasti semua akan memberi hormat kepada keduanya. Saat mereka sampai di depan asrama pendekar silat harimau terdengar suara orang berlatih silat di belakang rumah.
Saat mereka menghampiri suara itu, ternyata itu adalah Ki Ageng Reksa dengan anak muridnya yang sedang berlatih.
"Mohon izin masuk Ki Ageng Reksa." ucap Jaka.
"Silahkan Jaka, yang lainnya teruskan latihan kalian." ucap Ki Ageng Reksa yang menghampiri Jaka.
"Ada apa Jaka? sehingga membuat kamu sampai ke sini?" tanya Ki Ageng Reksa.
"Aku ada kabar penting dan gembira bagi kita semua, tapi aku rasa kabar itu hanya pantas disampaikan oleh Komandan Markovic." ucap Jaka yang menoleh ke Komandan Markovic.
"Yey asik!!" jawab semua anak murid yang sedang berlatih.
"Sini sini kita kumpul dulu." ucap Ki Ageng Reksa yang menghentikan anak muridnya berlatih.
"Jadi kita disuruh untuk mengajar kepada para taruna militer yang sedang pendidikan?" tanya Ki Ageng Reksa.
"Yaps seperti itu, kita akan mengisi bela diri saat pendidikan, kalau kita berkembang bagus dalam melatih fisik dan mental para taruna kita akan di promosikan menjadi salah satu bela diri yang wajib di pelajari oleh seluruh tentara yang ada di negara ini." ucap Komandan Markovic.
"Cuman menjadi salah satu saja?" tanya Jaka.
"Tidak ka, kalau kita memiliki perkembangan bagus dan pesat membuat bela diri kita menjadi bela diri utama yang wajib diikuti oleh para militer yang ada di negara ini juga." ucap Komandan Markovic yang menjelaskan pertanyaan Jaka.
"Jadi apa bedanya antara menjadi salah satu atau utama?" tanya Jaka.
__ADS_1
"Kalau menjadi salah satu kita tidak akan bisa menyebarluaskan bela diri ini ke seluruh nusantara, tapi kalau kita bisa menjadi bela diri utama di militer akan bisa menyebar sampai ke plosok plosok daerah di negara kita." ucap Komandan Markovic.
"Wih keren, ayo kita kapan bisa memulainya?" tanya Ki Ageng Reksa.
"Nanti ketika Ka Jaka menjadi taruna militer tipe sniper kita baru mulai acara latihannya bersama para taruna militer yang lainnya." ucap Komandan Markovic.
"Kalau begitu kita harus mempersiapkan semuanya." ucap Ki Ageng Reksa.
"Iyah itu harus kita persiapkan, tapi nanti saat acara di mulai kita tidak bersama dengan Jaka, karena Jaka menjadi siswa perguruan kita saat dia menjadi taruna militer." ucap Komandan Markovic.
"Tapi bagiku itu tidak masalah ki, yang penting kita bisa berlatih bersama sama dan membuat bela diri ini menjadi lebih luas lagi." ucap Jaka dengan dewasa.
"Bagus kalau begitu, kita akan bersiap, tapi kapan waktunya Jaka menjadi seorang taruna militer?" tanya Ki Ageng Reksa.
"Sekitar 2 hari lagi dia akan menjadi taruna tentara, tapi kalau dia belajar dengan cepat maka dia akan kemungkinan lulus pada bulan ke 4 dan akan menjadi lulusan terbaik pada angkatannya." ucap Komandan Markovic yang mulai tersenyum.
"Hmm oke kami akan mempersiapkan segalanya dengan sangat baik dan akan menampilkan yang terbaik yang kami bisa tampilkan." ucap Ki Ageng Reksa.
"Baiklah, aku rasa hanya ini yang aku sampaikan sekarang aku dan Jaka harus kembali untuk mempersiapkan keperluan Jaka menjadi taruna tentara dan akan menjadi seorang tentara spesialis sniper." ucap Komandan Markovic.
"Betul ki, kami pamit kembali dan kalian bisa lanjut latihan lagi di sini, permisi." ucap Jaka.
"Silahkan Jaka." ucap Ki Ageng Reksa dengan diikuti para murid yang kembali berlatih lagi.
Akhirnya Jaka dan Komandan Markovic kembali ke markas militer agar mempersiapkan Jaka menjadi seorang sniper handal.
......Bersambung.......
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke temen temen kalian, terima kasih.
__ADS_1