
...Happy reading guys.🤗...
Situasi semakin tidak terkendali, musuh berdatangan dari segala sisi yang memaksa mereka semua untuk masuk ke dalam rumah sakit tersebut karena Jaka dan Jenderal Damar sudah tak sanggup membendung musuh yang berdatangan dengan jumlah yang banyak.
"Mundur!!" perintah Jenderal Damar.
"Lindungi aku!" ucap Jaka yang langsung masuk ke dalam rumah sakit.
Setelah Jaka masuk dia langsung memasang posisi yang enak untuk back up Jenderal Damar masuk juga.
"Lindungi saya!" ucap Jenderal Damar yang langsung berlari.
Jaka tidak menjawab namun ia langsung membuat tembakan perlindungan untuk musuh tidak membidik Jenderal Damar. Kini rumah sakit sudah terkepung dari segala arah dan solusi satu satunya agar mereka dapat bertahan hingga bala bantuan tiba yaitu membersihkan musuh yang mendarat di atas rumah sakit ini.
"Harry dan Krisna ikut aku, kita bersihkan atap." ucap Jaka yang langsung berjalan menaiki tangga.
"Siap Jak!" sahut Harry.
"Ehh tunggu, bukannya Jaka kakinya abis ke tembak yah? kenapa sekarang malah jadi gesit lagi? ada yang aneh dari dirinya Jaka. Namun bukan sekarang waktunya untuk memikirkan itu, sekarang waktunya untuk aku melindungi rakyat sipil." ucap Krisna yang mengikuti Harry dan Jaka naik ke atas.
********
Saat mereka sampai di lantai 4 Jaka memberhentikan jejaknya ke atas dan memberikan instruksi penyerangan.
"Kalian tunggu di sini, aku akan membunuh musuh dengan diam diam dan kalau aku ketahuan maka segera kalian tembaki mereka setelah aku turun ke sini lagi, paham? apa ada pertanyaan?" tanya Jaka.
"Siap tidak pak!" jawab Harry dengan semangat.
"Baiklah, tetap fokus ke sekeliling kalian karena musuh ada di mana mana." ucap Jaka yang mulai meninggalkan kedua temannya di bawah.
Jaka berjalan secara pelan pelan sekali dan untungnya Jaka membawa pistol yang memakai peredam suara, tak lupa juga ia membawa bom asap untuk serangan pembuka.
"Cara classic akan berjalan kembali." ucap Jaka yang mulai masuk ketika asap sudah mulai tebal.
Terdengar dari bawah suara teriakan demi teriakan orang yang saling bersahutan satu sama lain.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Jaka nih Har?" tanya Krisna yang panik.
"Tenang, kalau Jaka sudah memberikan perintah pasti ia akan menyelesaikannya, jadi kamu jangan khawatir dan lebih baik kita harus waspada dengan serangan kejutan dari musuh." ucap Harry sembari memasang sikap siap menembak dari ujung tangga.
Lagi lagi Jaka dengan mudah dirinya membunuh satu demi satu musuh yang ada di atap hingga angin yang cukup kencang membuat asap yang di hasilkan dari bom asap mulai pudar membuat Jaka harus membawa salah satu jasad musuhnya yang telah mati untuk di pakai menjadi tameng selama dia masih membantai semuanya.
"Sialan peluru pistol ini sudah tinggal 5, aku harus segera ke bawah. Lagi pula musuhnya sudah dikit pasti teman temanku bisa mengatasinya." ucap Jaka yang perlahan mulai mundur menuruni tangga.
"Harry bersiap!" ucap Krisna yang mulai melihat Jaka turun.
Setelah Jaka sampai di tengah tengah tangga ia langsung melompat serta membuang jasad musuhnya untuk dilemparkan ke arah musuh yang mengejar dirinya.
"Fire!" ucap Jaka sembari berguling-guling di lantai.
Harry dan Krisna yang sedari tadi sudah siap untuk menghujani semuanya dengan peluru yang mereka gunakan kini sudah terbalaskan dengan semua musuh yang berhasil mereka habisi. Kini atap rumah sakit sudah bersih dari musuh yang mengepung.
"Kerja bagus guys." ucap Jaka yang memeluk kedua temannya dan menarik nafas panjang.
"Gila sih bro lu kuat bet dah kaya RRQ Lemon 1 vs banyak wkwk." ucap Harry yang menertawakan perbuatan gila dari Jaka.
"Bukan lagi ege Har, itu mah Jaka 1 vs sekecamatan wkwk." sahut Krisna yang membuat mereka semakin tertawa lepas.
"Owh iya bener juga kata lu Jak." ucap Harry yang langsung memasang muka sangar.
"Sisa peluru kalian ada berapa?" tanya Jaka.
"Aku masih ada 3 magazine lagi kok Jak, tenang aja." ucap Harry sembari memperlihatkan 2 magazine yang belum ia pakai.
"Bagus, bagaimana denganmu Kris?" tanya Jaka yang menatap ke arah Krisna.
"Kalo aku masih ada 2 magazine dan satu sudah aku pakai sekarang." ucap Krisna dengan bergetar.
"Tenang saja, sebentar lagi bantuan dari adikku yaitu Komandan Markovic dan pasukannya." ucap Jaka dengan santai.
"Kini hemat peluru kalian untuk 3 menit lagi karena mereka sudah sangat dekat." ucap Jaka dengan santai dan berjalan turun ke bawah dan diikuti oleh Harry dan Krisna.
__ADS_1
"Lantai atas aman pak, kita bisa evakuasi sementara rakyat sipil ke atas, karena sebentar lagi bantuan dari Komandan Markovic akan segera datang." ucap Jaka kepada Jenderal Damar.
"Baiklah kalian berdua evakuasi rakyat sipil ke atas, biar aku dan Jaka berserta anak buahku yang menahan mereka datang." ucap Jenderal Damar kepada kedua teman Jaka.
Untung bagi mereka karena kaca yang digunakan oleh rumah sakit tersebut adalah kaca anti peluru yang cukup tebal sehingga mampu menahan serangan musuh dari luar. Kini Jaka dan Jenderal Damar beserta anak buahnya keluar kembali untuk menghadang musuh yang berusaha merangsak masuk ke dalam.
*******
Baru saja mereka mengambil posisi untuk menembak, namun bala bantuan dari helikopter tempur sudah datang dan membuat musuh kocar kacir berlarian tanpa arah.
"Siapa mereka?" tanya Jenderal Damar.
"Mereka adalah anak buah dari Komandan Markovic pak." sahut Jaka yang ikut menembaki musuh dan berjalan ke depan dengan perlahan.
Setelah gelombang serangan helikopter tempur kini datanglah konvoi tank lapis baja beserta kendaraan tempur yang lainnya. Jaka langsung mengambil bendera negaranya dan mengibarkan kepada iring iringan Komandan Markovic agar mereka berhenti menembak.
"Tahan tembakan!" ucap Komandan Markovic.
"Kenapa ndan?" tanya anak buahnya dari dalam tank.
"Coba kalian lihat lebih jelas siapa dia yang ada di depan kita sekarang." ucap Komandan Markovic yang langsung keluar dari kendaraan tanknya dan lari memeluk Jaka.
"Bagaimana keadaanmu? aku tak terlambat datang kan?" tanya Komandan Markovic dengan bawel.
"Sedikit hampir terlambat haha." ucap Jaka yang tertawa untuk menenangkan adiknya agar tidak khawatir.
Jenderal Damar menghampiri kedua adik dan kakak tersebut dan berkata.
"Kita harus segera bergerak maju ke markas sniper karena pusat medan pertempuran ini ada di sana dan mungkin mereka sedang berusaha menahan gempuran dari musuh musuh yang ada. Tapi kita harus membawa rakyat sipil ke tempat aman yang ada di rumah sakit ini." ucap Jenderal Damar.
"Owh siap jenderal, tenang saja saya akan meninggalkan 3 pleton di sini untuk mengevakuasi seluruh rakyat sipil dari sini dalam satu kali jemputan saja." ucap Komandan Markovic
"Baguslah, sekarang ayo kita berangkat ke titik inti pertempuran ini agar segera berakhir untuk mencegah banyaknya korban jiwa yang jatuh." ucap Jenderal Damar yang langsung naik ke atas tank dari salah satu tank yang ada di sepanjang jalan.
......Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke teman teman kalian, terima kasih.
Pertempuran ini terjadi akibat ulah salah seorang yang ada di kehidupan Jaka yang berusaha menyingkirkan Jaka dengan segala hal, kalau kalian punya pendapat tentang siapa yang melakukan hal ini coba di tulis di kolom komentar, nanti aku bales kok. 😁