
...Happy reading guys.🤗...
Untung saja Jaka dan Harry tepat waktu sampai di lapangan karena kalau terlambat maka satu pleton mereka yang harus kena hukuman lari pagi pagi masih ngantuk, loyo.
Saat mereka di kumpulkan bersama di lapangan dan semua pleton di pisahkan menjadi 5 dengan masing masing mendapat 2 pelatih dalam setiap pleton.
Setelah semua di berikan urutan pleton dan Jaka kebagian nomor urut 3 yang dimana nomor urut itu cukup ideal karena tidak terlalu belakang dan tidak terlalu dahuluan.
"Baiklah semuanya siap gerak!" ucap pelatih Jaka yang sudah berada di depan mereka.
Semua anggota pleton 3 langsung memasang sikap sempurna sesuai dengan perintah yang diberikan oleh pelatih.
"Baiklah kali ini saya tidak mau memberikan penjelasan terlalu panjang karena kita kali ini hanya akan melakukan test renang saja dan nanti kalau ada latihan lain baru saya berikan informasi lebih lanjut tentang pelatihan itu, sebelum kalian melakukan test renang kalian hanya akan disuruh berendam sesuai dengan tingkat daya tahan tubuh kalian. Jika sudah tidak kuat silahkan menepi ke pinggir kolam karena kalau kalian keram dan tenggelam kami tidak mau untuk menolong kalian dari bahaya karena hanya kalian yang bisa menghadapi bahaya itu, paham?!" ucap pelatih pleton 3.
"Siap! Paham pak." ucap mereka yang langsung memasang sikap sempurna.
"Baiklah setelah ini kalian akan senam terlebih dahulu untuk pemanasan kalian saat ingin renang, senamnya akan dilakukan secara bersama sama dengan pleton yang lain juga dan saya mau kalian tidak menunjukkan semangat menjadi menjadi seorang sniper, bagaimana paham?!" ucap pelatih kedua dengan nada keras.
"Siap, paham pak!" ucap seluruh anggota pleton 3.
"Kurang keras!! Saya tidak dapat mendengar itu!" ucap pelatih kedua untuk memancing semangat pletonnya.
"Siap! Paham pak!!" ucap mereka dengan nada keras yang membuat para pelatih lain melihat ke arah pleton mereka.
"Nah bagus baru ini namanya taruna sniper negera yang selalu semangat dalam menjalani semua tugas walaupun tugas itu mengharuskan kalian mempertaruhkan nyawa demi Ibu Pertiwi ini, apa kalian siap?" tanya kembali pelatih kedua.
"Siap!!!!" ucap pleton 3 dengan suara yang mengglegar di seluruh lapangan.
__ADS_1
Setelah selesai instruksi dari pelatih pleton 3 mereka di izinkan untuk kembali bergabung dengan yang lain dan untuk segera memulai senam yang akan dilakukan secara bersamaan.
Sebelum senam mereka semua berbaris sesuai dengan urutan pleton mereka agar tidak terpencar ke mana mana dan agar bisa saling menjaga satu sama lain walau di dalam markas sekalipun karena di dunia ini tidak akan pernah ada tempat yang paling aman.
Setelah 30 menit mereka senam PGRI dan tubuh mereka sudah siap untuk melakukan berendam secara bersamaan di kolam renang yang berada di sebelah asrama mereka.
Selama perjalanan Harry selalu berada di sebelah Jaka untuk ngobrol.
"Boy lu udah siap buat berendam?" tanya Harry.
"Namaku Jaka Har, masih aja di panggil boy mulu lama lama jadi boyiler entar huh." ucap Jaka dengan sedikit merajuk.
"Ehh iya lupa maaf Jak, lu udah siap buat berendam kali? kalau gw sih belum karena masih ngantuk." ucap Harry sambil menguap.
"Kalau aku sih udah siap karena dari kecil udah dikasih latihan seperti ini." ucap Jaka dengan santai.
"Heh jangan tidur dudul entar kita bisa kena hukum semua, entar kalau kamu gak kuat segera ke pinggir aja gapapa." ucap Jaka yang menabok pipi Harry agar lebih seger.
"Haa iya deh, makasih ya udah nabok gw jadi gw lumayan ilang kantuknya tapi pedes juga tabokan lu Jak haha." ucap Harry yang sudah sampai di depan kolam renang.
Sebelum mereka berendam biasanya ada informasi terlebih dahulu dari kepala pelatih, namun karena kondisi kepala pelatih yang belum memungkinkan untuk memberikan informasi kepada seluruh taruna akhirnya ia di gantikan oleh Letnan Suryadi untuk menjadi kepala pelatih sementara karena Letnan Suryadi adalah teman kepercayaan dari kepala pelatih.
"Selamat pagi semuanya." ucap Letnan Suryadi.
"Pagi, pagi, pagi luar biasa hu! Ha!" ucap semua taruna.
"Kali ini kalian akan melakukan pelatihan renang. Namun kalian harus berendam terlebih dahulu untuk mendapat nilai awal dalam pengambilan nilai untuk penentuan kalian lulus dari pendidikan ini akan menjadi seorang prajurit atau Letnan seperti saya, namun saya harap semuanya tidak menjadi prajurit karena kalau kalian menjadi prajurit artinya kalian nilainya pas pasan untuk lulus dari tempat ini, paham?!" ucap Letnan Suryadi.
__ADS_1
"Siap paham pak!" ucap seluruh taruna.
"Oke, sekarang semuanya turun dan minimal waktu mendapat nilai standar adalah selama 10 menit. Untuk nilai tertinggi tergantung dari lamanya kalian bertahan dalam melakukan berendam di sini." ucap Letnan Suryadi.
"Silahkan para pelatih mempersiapkan stopwatch untuk menilai berapa lama waktu mereka bertahan." ucap Letnan Suryadi yang memulai pelatihan pertama mereka.
"Siap terima kasih pak." ucap seluruh pelatih yang langsung menyalakan pengaturan waktu mereka untuk melihat seberapa kuat mereka bertahan.
tidak jarang dari semua yang berendam dapat bertahan hingga menit ke 10, ada yang baru 2 menit sudah tidak tahan, ada yang baru 5 menit sudah pingsan dan ngapung di atas air yang langsung di selamatkan oleh pelatih mereka masing masing. Ada yang hanya bertahan di menit 10 dan tidak dapat melanjutkan kembali, untuk yang dapat melanjutkan hanya ada 2 orang saja, yaitu Harry dan Jaka.
Jaka dapat bertahan hingga menit 30 dan Harry tidak mampu bertahan dan justru malah memaksakan diri untuk dapat menyamakan nilainya dengan Jaka yang kulitnya kaya kulit badak tahan dengan hawa dingin.
"Harry kalau kamu gak tahan gapapa naik aja duluan kalau aku masih nyaman di sini." ucap Jaka dengan berenang renang dari ujung ke ujung.
"Engga kok g-gw masih kuat selow aja." ucap Harry dengan muka yang mulai menggigil.
"Anjir nih orang dan kaya ikan ****** kuat bener di dalam air tanda kedinginan, duh mana dingin banget gw udah gak kuat." ucap Harry di dalam hatinya.
Jaka dapat merasakan suara hati dari Harry yang merasa sudah mencapai batasnya membuat Jaka mengalah dan memilih untuk naik bersamaan dengan Harry agar nilai mereka sama.
"Duh Har tiba tiba badanku kedinginan, kita naik saja yuk lagi pula bibir kamu udah biru tuh ayo naik sebelum kamu pingsan nanti aku juga yang repot." ucap Jaka dengan membantu Harry naik dari kolam.
"Hehe iya Jak gw juga udah kedinginan, thanks yah udah mau bantu gw naik ke atas." ucap Harry yang sudah ada di atas kolam renang.
Setelah semua taruna menyelesaikan latihan pertama mereka, Letnan Suryadi memberikan waktu istirahat untuk mengatur suhu badan para taruna agar stabil lagi seperti semula.
......Bersambung.......
__ADS_1
Jangan lupa untuk dukung selalu novel ini dengan cara like komen dan share ke temen temen kalian, terima kasih.