
Helena menuju sebuah pusat belanjaan untuk mencari barang-barang keperluannya.
Selain membeli pakaian dan kebutuhan sehari-hari, Ia juga berencana membeli wig, dan berapa aksesoris yang mendukung untuk perubahan identitasnya.
Ia juga membeli make up dan susu untuk ibu hamil. Setelah lepas dari Miguel, Helena begitu menikmati kehamilannya, karena sang jabang bayi yang ada di dalam kandungannya, tak pernah mengganggu keseharian Helena lagi.
Setelah urusan perbelanjaannya selesai. Helena mencoba berdandan ala Maria Diez.
Di dalam kartu identitasnya, rambut Maria berwarna hitam, sementara Helena sendiri berwarna pirang.
Selain itu, di bagian dagu Maria juga terdapat tahi lalat. Untuk menyamakan penampilannya agar terlihat seperti Maria Diez, Helena mengukir tanda hitam di dagunya dengan menggunakan eyeliner.
"Sempurna," ucap Helena ketika ia melihat pantulan wajahnya di cermin, kemudian membandingkan dengan wajah Maria yang ada di kartu identitas.
Dengan sedikit mempertegas alisnya, serta menggunakan softlens berwarna abu-abu, Helena sudah terlihat mirip dengan Maria.
"Baiklah Helena ,ups salah maksudku Maria, besok kita akan mulai cari kerja. Sekarang kita harus beristirahat, Besok adalah hari baru yang pasti akan melelahkan,"Helena bermonolog sendiri di depan cermin.
Selamat tinggal di dalam apartemen ,itu, tak sekalipun ia berbicara pada tetangga sekitar apartemen miliknya, padahal setiap saat dia ada di rumah.
***
Pagi ini heram kembali berguncang dengan berita yang menggemparkan.
Miguel dan ketiga istri nya buru-buru menghampiri penjara di mana Reina dikurung.
"Ada apa lagi ini?!" tanya Miguel dengan kesal, kepada para penjaga sel tahanan tersebut.
"Maaf tuan, Nyonya Reina berulah. Ia memecahkan kaca jendela, kemudian mengiris pergelangan tangannya hingga berdarah, beruntung kami semua cepat menemukannya, hingga kami bisa menghentikan pendarahan yang ada di pergelangan tangannya," tutur para penjaga tersebut.
"Bedebah!, Baru beberapa hari dikurung dia sudah membuat ulah!"
Miguel menghampiri penjara Reina.
Saat itu Reina terbaring dengan lengan yang terbalut dengan kain usang.
Reina menatap Miguel penuh kebencian, baru beberapa hari berada dalam penjara, Reina sudah tidak tahan. Bahkan ia mencoba melakukan percobaan bunuh diri, agar Miguel merasa bersalah karena telah memenjarakannya.
"Untuk apa kau datang kemari?! tanya Reina bernada sinis.
"Aku dengar, kau akan melakukan hal bodoh dengan cara mengiris lengan mu!"
__ADS_1
"Itu urusanku ! kenapa kau harus peduli! Bukannya kau tidak peduli akan penderitaanku!" Seru Reina.
"Kamu memang orang manipulatif Reina, kau selalu memutar balikan fakta! Kau pikir aku akan kasihan melihatmu seperti in?! Tidak Reina! Sekali lagi jika kau membuat ulah, maka akan ku buat hukuman yang lebih berat lagi untukmu," ancam Miguel, kemudian berlalu dari Reina.
Jantung Reina berdetak kencang, ketika mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Miguel, ia pikir dengan melakukan percobaan bunuh diri, Miguel akan mengurangi hukumannya, tetapi tidak. Bahkan Miguel terkesan tak peduli sedikitpun padanya.
"Miguel kau bunuh saja aku Miguel! Teriak Reina sambil menangis putus asa, ketika Miguel berlalu dari hadapannya.
Cecilia, Barbara dan Felicia menghampiri Reina, setelah kepergian Miguel dari tempat itu
"Kasihan sekali nasibmu Raina, dulu kau seorang ratu, tapi sekarang kau lebih hina dari seorang babu!"
Haha!
"Benar Reina! setelah ini, kami akan melakukan terapi penyembuhan dari obat-obat yang kau berikan selama ini, dokter mengatakan, jika besar harapan bagi kami untuk bisa hamil kembali."
"Sementara kau! hahaha, kau tetap akan berada disini ! sampai kulitmu mengkerut dan bibirmu mengerucut! Dan lihatlah dirimu sekarang begitu kacau, bahkan Miguel saja merasa jijik terhadapmu haha " tawa Cecilia begitu bahagia.
Reina hanya bisa menggenggam tangannya, ia tak bisa berbuat apa-apa, karena ada dinding yang terbuat dari jeruji besi yang menghalanginya. Jika tidak ia pasti akan menjambak-jambak dan merobek mulut ketiga wanita itu.
Cecilia Barbara dan Felicia pun kembali menghampiri Miguel.
Sebelum pergi, Miguel kembali menanyakan pada para Bodyguard nya yang ditugaskan untuk mencari Helena.
"Bagaimana apa jejak Helena sudah ditemukan?!" tanya Miguel
"Maaf Tuan, sampai saat ini kami belum menemukan jejak Nyonya Helena."
"Bodoh! mencari satu orang wanita saja kalian tidak becus!"omel Miguel beserta embel-embel lainnya.
Setiap hari para Bodyguard itu akan kena semprot oleh Miguel.
"Bodoh! Brengsek! Pecundang!"
Setiap hari kata itulah yang terus Miguel lontarkan kepada para Bodyguard yang disuruh mencari keberadaan Helena.
Miguel masih gencar mencari Helena, Bahkan ia berjanji takkan pernah berhenti, sebelum ia menemukan istrinya itu.
***
Sudah berhari-hari Helena mencari pekerjaan di pinggiran kota dengan menggunakan identitas Maria.
__ADS_1
Namun, pekerjaan belum juga ia dapati, karena daerah tersebut daerah yang berada di daerah pinggir kota, jadi tak ada lowongan di sana.
Helena kembali memikirkan cara bagaimana agar ia bisa bekerja untuk menghidupi diri dan calon bayinya. Di sebuah taman Helena duduk sambil mengatur nafasnya.
"Kalau begitu aku kembali ke kotaku saja, aku rasa jika aku berdandan seperti ini, Miguel tak akan mudah menemukan aku," ucap Helena.
Akhirnya Helena membereskan barang-barangnya, ia bermaksud pindah ke apartemen yang berada di pinggiran kota menuju apartemen yang berada di pusat kota.
Setelah melakukan perjalanan selama 7 jam, akhirnya Helena tiba di sebuah apartemen yang juga sederhana di kota kelahirannya..
Helena terpaksa mencari kontrakan di kota tersebut yang nyaman dan tenang.
***
Hari ini Helena memasukkan lamaran ke sebuah restoran yang ada di sebelah apartemennya. Kebetulan restoran mewah tersebut baru dibuka Dan mereka memang sedang merekrut karyawan.
Beberapa hari kemudian Ia mendapat telepon untuk melakukan wawancara.
Helena kini berhadapan dengan seorang pria yang sedang mewawancarainya.
"Baiklah nona, anda kami terima sebagai salah satu karyawan kami, "ucap pria itu.
Alangkah bahagianya Helena saat itu. Karena sudah diterima bekerja di restoran itu meski hanya jadi pramusaji di restoran tersebut.
"Kalau begitu terima kasih Tuan,"ucap Helena.
"Sama-sama nyonya,"balas pria itu.
***
Beberapa hari ini, Helena begitu menikmati pekerjaan barunya.
Ketika sedang melayani seorang pelanggan, tanpa sengaja Helena melihat Armando yang sedang menggandeng tangan seorang wanita.
Seketika jantung Helena berdetak dengan kencang. Ketika melihat kedatangan Armando
"Dia! Setelah menjadikan aku sebagai alat taruhannya, kini dia melepas tangan dan sekarang dia menggandeng wanita cantik!"batin Helena.
Lihat saja Armando! aku akan menuntut balas atas semua perbuatanmu yang membuatku sengsara,' batin Helena sambil menatap tajam ke arah Armando yang tengah bermesraan dengan wanita cantik yang ada di sampingnya.
Bersambung dulu gengs.maaf ya kalau banyak typo. Mata outor ngantuk tapi harus tetap up agar dapat rekomendasi.
__ADS_1