Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
pertemuan yang mengharukan


__ADS_3

"Armando! Dimana Armando!"teriak Samuel Skeil sambil menarik kerah kemeja bodyguard yang membawa berita Armando.


"Tuan muda Armando diduga tewas di dalam mobil yang dia kendarai Tuan. Mobil itu terbakar habis dan di pastikan pengemudi mobil itu tewas terpanggang," ucap Bodyguardnya.


"Hiks Armando!" teriak Samuel Skiel sambil menahan sakit pada bagian dadanya.


Samuel Skeil seketika kesulitan bernapas, tiba tiba pria tua itu roboh sambil memegang dadanya.


"Tuan ! " Bodyguard itu langsung membopong tubuh Samuel Skeil dan membawanya ke rumah sakit.


Kini tinggal Tuan Joseph dan tuan Yogust yang kebingungan.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya tuan Yogust pada tuan Joseph yang terlihat syok setelah mendengar berita tersebut.


"Kita putar balik saja faktanya, kita kumpulkan orang-orang kepercayaan kita untuk memberikan kesaksian palsu agar menyerang balik Miguel simon," 


"Tapi apakah mereka bersedia, biasanya jika kasus ini menyangkut kepentingan negara, kasus ini akan langsung diawasi oleh pemerintah pusat. Kita akan sulit melepaskan diri jika pemerintah pusat turun tangan," ucap Tuan Yogust.


"Kau benar, kalau begitu kita pikirkan nanti saja, saat ini aku harus cari tempat aman untuk sembunyi."


Tuan Joseph keluar dari gedung tersebut dengan dikawal oleh sepuluh ajudannya.


Ia berusaha untuk menghindari wartawan dan masa yang ingin meminta penjelasan kepadanya.


Baru saja keluar dari gedung, ratusan wartawan menyerbu di gedung tersebut.


"Ada apa ini?" tanya Tuan Joseph.


"Sepertinya mereka ingin meminta klarifikasi anda, " ucap salah satu ajudan Tuan Joseph.


"Sudahlah jangan dihiraukan. Ayo kita pergi sekarang!"


Dengan pengawalan ketat Joseph menuju mobilnya untuk keluar dari gedung, sementara wartawan yang baru saja tiba langsung menghambur menghampiri Tuan Joseph.


Namun para wartawan itu langsung dihadang oleh para Bodyguard Tuhan Joseph.


"Tuan! Tuan berikan klarifikasi,apa benar pemberitaan yang disampaikan oleh miguel Simon?"tanya Salah seorang wartawan.


"Nanti saja klarifikasi, saat tuan Joseph tengah sibuk!"


"Tuan berikan pendapat anda sedikit saja!" Beberapa wartawan berdesak-desakan menghampiri tuan Joseph. Namun tetap saja tuan Joseph tak berkata apa-apa.


Kericuhan pun terjadi antara wartawan dengan bodyguard tuan Joseph, keadaan itu dimanfaatkan oleh tuan Joseph untuk kabur melarikan diri.


***


Setelah mengadakan jumpa pers secara mendadak. Tuan Adnan memfasilitasi Miguel untuk melaporkan kasus tersebut kepada pihak pemerintah pusat secara langsung.


Selesai berkampanye, Tuan Adnan mendatangi kantor kepolisian, mereka berdua membuat laporan tentang Tuan Joseph.


Laporan langsung ditindaklanjuti oleh kepolisian, karena kasus ini terus dipantau  awak media dan masyarakat.


Setelah membuat laporan, keduanya kembali masuk kedalam mobil dengan pengamanan yang sangat ketat.


"Lalu apa rencana Anda tuan Miguel?" tanya Tuan Adnan


"Saya bermaksud untuk mengambil alih perusahaan saya beserta aset-aset yang saya miliki."


"Saya yakin secepatnya perusahaan anda akan kembali ke tangan anda tuan. Pihak pemerintah tak akan tinggal diam, karena jika pemerintah tidak segera menyelesaikan kasus ini, maka masyarakat yang akan turun tangan."


"Iya Tuan saya juga berharap begitu. Saya sudah tak sabar untuk bertemu dengan keluarga saya," ucap Miguel.


"Apa anda tahu dimana keluarga anda saat ini?Saya bisa membantu anda untuk mencari di mana keluarga anda."


"Terima kasih Tuan, tapi  saya pikir nanti saja. Biarkan mereka bersembunyi di tempat yang aman.  Jika perusahaan dan harta saya sudah kembali maka saya akan kembali berkuasa, saya juga bisa melindungi anggota keluarga saya.


Namun saat ini adalah waktu yang belum tepat untuk mencari keberadaan anak dan  dan istri saya, saya takut hal buruk justru menimpa mereka seandainya keberadaan mereka diketahui."


"Baiklah tuan Miguel, saya siap membantu anda, katakan saja apa yang anda butuhkan,"  ucap Tuan Adnan.


'Terima kasih Tuan."


***


Beberapa hari berikutnya. Proses pemeriksaan kekayaan tuan Joseph terus digali oleh pihak terkait. 


Bahkan beberapa bukti sudah mulai di dapatkan  salah satunya adalah keabsahan tanda tangan Miguel di berbagai surat-surat dan akta kepemilikan perusahaan.


Pihak penyelidik pun langsung memeriksa dan memanggil para saksi termasuk Miguel Simon sebagai korban.


Dalam penyelidikan tersebut akhirnya bisa di ungkap jika semua kepemilikan saham dan akta jual beli perusahaan tuan Joseph adalah palsu.

__ADS_1


Pihak penyelidikan pun mengumumkan hasil dari penyelidikan tersebut melalui media massa. Dengan bukti yang lengkap otomatis status tuan Joseph menjadi tersangka.


***


Kabar status tuan Joseph menjadi tersangka pun tersebar, masyarakat berdemo untuk menurunkan Tuan Joseph dari kedudukannya saat ini.


Para demonstran berkumpul di gedung parlemen menuntut turunnya tuan Joseph.


Para pejabat terkait pun dipanggil ke pihak berwenang, kasus tersebut mendapatkan perhatian khusus oleh pihak pemerintah tertinggi.


Tuan Joseph dan tuan Yogust ditangkap dan ditahan.


Bahkan nama tuan Joseph dicoret dari daftar calon pemimpin daerah itu.


Yang otomatis membuat tuan Adnan menang telak, para pendukung Tuan Joseph beralih mendukung tuan Adnan


Sementara tuan Samuel Skeil, ayah dari Armando Skeil belum bisa dimintai keterangan karena sejak mendapatkan berita kematian putra satu-satunya yang terbakar, tuan Samuel mengalami stroke berat hingga tubuhnya tak bisa bergerak.


Setelah satu setengah bulan mengusut tuntas kasus ini akhirnya Miguel Simon berhasil mengambil alih perusahaan dan semua aset miliknya.


Kabar tersebut kembali menyebar di seluruh negeri.


Miguel sengaja menyebarkan berita itu agar Helena keluar dari persembunyian.


***


Kehidupan sederhana di jalani Helena di sebuah daerah terpencil.


Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka memanfaatkan lahan yang ada bercocok tanam.


Bahkan sejak pindah ke rumah peninggalan orang tua Momo, Helena tak pernah keluar dari kawasan perkampungan itu.


Setiap sebulan sekali Momo akan berbelanja tepung gandum, bahan makanan serta peralatan bayi selama sebulan. Helena mengandalkan barang-barang berharga miliknya yang akan dijual untuk menyambung hidup.


Sudah hampir dua bulan Helena tak mengetahui kabar Miguel dan dunia luar. Karena mereka tak memiliki televisi, jadi tak ada informasi terbaru yang mereka dapatkan.                


Helena berada di dapur untuk membuat makan malam mereka.


"Ah ternyata persediaan makanan kita tinggal sedikit Momo."


"Iya Nyonya, besok aku akan ke pusat perbelanjaan yang ada di sekitar sini saja."


"Iya Momo, tapi rasanya aku ingin ke kota untuk mengetahui keadaan suami ku, entah apa yang terjadi pada Miguel saat ini," ucap Helena sambil meneteskannya air matanya.


"Apa tidak terlalu berbahaya, membawa Arsen dan Bryan, Momo?"


"Aku rasa tidak Nyonya, mereka tak pernah melihat Bryan dan Arsen."


"Baiklah kalau begitu, besok pagi-pagi kita berangkat ke kota."


***


Miguel kembali ke harem. Seluruh aset miliknya kini kembali. Namun semua tak lagi sama. 


Keluar besarnya kini terpecah belah, begitupun orang-orang kepercayaan kini semua meninggalkannya entah kenapa.


Miguel menghempas tubuhnya diatas tempat tidur,sambil menatap langit-langit kamarnya.


Bulir bening menetes di pipinya, mengingat nasib anak dan istri-istrinya.


"Helena dimana kamu," guman Miguel.


"Barbara, Felisha dimana kalian berada. Semoga saja kalian dalam  keadaan baik-baik saja," ucap Miguel.


Malam semakin larut. Namun Miguel tak juga bisa memejamkan matanya, semalam ia memikirkan cara untuk bisa bertemu dengan Helena.


***


Pukul enam pagi waktu setempat Momo dan Helena menunggu bis yang akan membawa mereka menuju ke kota.


Sepanjang perjalanan mereka melihat beberapa baliho yang memajang poster tuan Joseph di coret coret.


"Ada apa ini Momo, kenapa foto tuan Joseph di coret coret?" tanya Helena sambil berbisik-bisik.


"Biar aku tanya pada penumpang lain Nyonya," ucap Momo.


Momo menghampiri seorang wanita paruh baya yang duduk di depan mereka.


"Permisi Nyonya, boleh saya tanya kenapa poster-poster tuan Joseph di coret-coret ya, padahal dia kan pemimpin wilayah ini?" tanya Momo.


"Anda tidak tahu tentang kasus Tuan Joseph dan tuan Miguel?" tanya wanita itu balik.

__ADS_1


"Tidak tahu Nyonya," jawab Momo.


"Tuan Joseph ternyata merampas harta tuan Miguel Simon kemudian memenjarakannya. "


"Hah begitu kah?" tanya Momo pura-pura tidak tahu.


"Iya, sekarang Miguel Simon sudah berhasil mendapatkan perusahaan dan seluruh aset miliknya dan tuan Joseph di penjara dan copot jabatannya."


Helena kaget sekaligus senang mendengar berita itu.


"Oh kalau begitu Terima kasih Nyonya," ucap Momo.


Momo kembali duduk di samping Helena yang sedang tersenyum sambil meneteskan air matanya.


"Kalau begitu kita ke HM Corporation Momo, suami ku pasti ada disana," ucap Helena.


'Iya Nyonya, semoga di sana kita bisa bertemu dengan tuan," ucap Momo.


"Iya Momo."


***


Miguel tiba di kantornya. 


Semua karyawan yang sebelumnya dinonaktifkan, kini kembali bekerja.


Banyak hal yang harus Miguel kerjakan, pikirannya pun bercabang untuk mencari keberadaan Helena.


"Dimana kau berada Helena kenapa nomor teleponmu tak lagi bisa di hubungi," gumam Miguel dengan tatapan hampanya.


Tok tok pintu diketuk oleh seseorang.


"Permisi tuan, ada yang bertemu anda," ucap sekertaris Miguel.


"Siapa?" tanya Miguel.


Tiba-tiba saja dari arah belakang Miguel melihat seseorang yang begitu ia rindukan.


"Helena," ucap Miguel sambil beranjak.


"Miguel," ucap Helena lirih sambil meneteskan air matanya.


Hiks, Helena dan Miguel sama-sama melangkah maju, perasaan rindu itu sudah tak dapat dibendung lagi.


Keduanya pun saling menghambur memeluk satu sama lain.


"Helena, akhirnya kita bisa bertemu," ucap Miguel dengan bola mata yang berkaca-kaca.


"Hiks hiks Miguel,aku mengkhawatirkan mu, setiap saat memikirkanmu," ucap Helena sambil menangis.


"Iya Sayang mulai sekarang tak akan ada yang memisahkan kita lagi, semua akan baik-baik saja," ucap Miguel.


"Iya sayang."


Momo menghampiri Miguel dengan menggendong Arsen.


"Momo," ucap Miguel.


"Iya Tuan," sahut Momo dengan airmata yang berlinang karena haru.


Miguel melepaskan pelukannya pada Helena kemudian menghampiri Momo dan memeluknya.


"Terima kasih Momo, terima kasih karena kau masih tetap setia pada keluarga ku," ucap Miguel dengan air mata yang berlinang.


"Iya Tuan, Keluargamu adalah keluargaku juga," balas Momo.


"Iya Momo kau adalah keluarga ku," ucap Miguel seraya melepaskan pelukannya.


"Arsen, Brayan daddy kangen sama kalian berdua," ucap Miguel sambil bergantian memeluk Bryan dan Arsen.


"Syukurlah keadaan kalian baik-baik saja, mulai saat ini kita akan kembali bersama, tinggal bersama di rumah kita," ucap Miguel sambil memeluk dan mencium pucuk kepala Helena.


"Iya Miguel, aku bahagia sekali, akhirnya penantian ini berujung bahagia," ucap Helena.


"Iya Sayang, selanjutnya kita akan cari keberadaan Barbara dan Felisha."


"Iya, mereka bilang mereka akan pulang ke rumah orang tua mereka masing-masing."


"Iya nanti akan kita susul mereka,aku juga mengkhawatirkan dua anak ku yang ada pada mereka."


Hari itu juga Miguel langsung memboyong keluarganya untuk tinggal bersamanya di Harem.

__ADS_1


Bersambung dulu.


__ADS_2