
Reina duduk berselonjor di dinding bilik penjara, sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling.
'Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari penjara ini?' batinnya.
Tiba-tiba ia mendengar ada suara musik yang sayup-sayup sampai di telinganya.
"Suara apa ini?"
Reina bangkit dari duduknya kemudian menghampiri para penjaga.
"Ada apa ini? Kenapa terdengar suara musik di harem?" tanya Reina pada salah seorang Bodyguard.
"Sebentar lagi akan diadakan pesta nyonya, saat ini tuan Miguel sedang berbahagia atas kelahiran putra sulungnya," ucap Bodyguard tersebut.
"Putra sulungnya?!"
"Iya Nyonya, sebentar lagi Tuan Miguel akan mengadakan pesta besar-besaran selama 3 hari 3 malam, untuk menyambut kelahiran sang putra mahkota, kami semua akan ikut berpesta, tapi sayangnya itu tidak berlaku bagi anda haha," jawab Bodyguard itu sambil tertawa meledek Reina
Reina memicingkan bola matanya menatap para Bodyguard yang seperti sedang menghinanya.
"Apa itu, berarti Helena sudah melahirkan?" gumamnya.
Reina kembali duduk berselonjor di dinding.
'Aku harus cari cara agar bisa keluar dari penjara ini! Aku tak ingin berada terlalu lama di penjara ini dan membiarkan mereka semua hidup senang dengan anak-anak mereka,' batin Reina.
***
Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Helena masih berbaring di dalam mobil, sesekali ia menyusui putranya selama di perjalanan.
Keadaan mobil dibuat senyaman mungkin untuk Helena dan putranya, bahkan di dalam mobil itu ada kasur empuk, sebagai tempat istirahat mereka berdua.
Meski begitu, bayi mereka lebih banyak di gendong oleh Miguel.
"Sayang daddy, sebentar lagi kita sampai. Daddy punya kejutan untuk mu," ucap Miguel sambil menimang putranya.
Sementara Helena tengah menikmati makan siangnya saat itu. Helena jadi mudah lapar karena menyusui putranya.
Enam jam berada di perjalanan adalah hal yang melelahkan bagi Helena meskipun ia hanya berbaring saja.
Akhirnya sekitar seratus meter lagi mereka pun tiba di kediaman Miguel yang bangunan seperti sebuah kastil dengan arsitektur abad pertengahan. Namun tetap mewah dan elegan.
Mobil perlahan masuk ke dalam halaman parkir. Helena heran melihat deretan mobil mewah yang berjejer rapi.
Kedatangan Miguel disambut oleh orang-orang penting, termasuk pejabat daerah setempat.
Miguel turun sambil menggendong bayinya di ikuti Helena.
Cecilia, Barbara dan Felisha tersenyum sinis melihat kedatangan mereka.
"Tuan Miguel selamat atas kelahiran putra anda," ucap tuan Morgan sambil menyambut kedatangan Miguel.
"Terima kasih Tuan." Miguel menyambut jabatan tangan tuan Morgan yang notabene adalah seorang gubernur.
"Selamat ya Nyonya, anda sungguh beruntung melahirkan putra pertama dari tuan Miguel," ucap tuan Morgan pada Helena.
"Terima kasih Tuan," ucap Helena.
Setelah para tamu penting mengucapkan selamat kepada Helena dan Miguel, kini giliran ketiga istri Miguel.
__ADS_1
" Selamat datang kembali di Harem Helena, dan Selamat atas kelahiran putra mu," ucap Cecilia kemudian memeluk Helena.
mereka harus bisa berpura-pura baik kepada Helena.
"Terima kasih Cecilia," balas Helena.
Helena melirik ke arah perut Cecilia, Barbara dan Felisa yang terlihat buncit.
"Selamat juga atas kehamilan kalian," ucap Helena sambil menyinggungkan senyum tipis.
Seseorang kembali datang menghampiri Helena.
"Nyonya Helena,"sambut Momo dengan haru.
"Momo," ucap Helena sambil merentangkan tangannya hendak memeluk Momo.
"Nyonya, syukurlah anda bisa kembali ke sini," ucap Momo sambil meneteskan air matanya memeluk Helena.
"Iya Momo,aku juga bersyukur kamu masih ada," tutur Helena sambil menghapus air matanya.
"Momo, apa kamar Nyonya Helena sudah siap?" tanya Miguel.
"Sudah tuan," jawab Momo.
"Bagus kalau begitu."
"Ayo Sayang, kita temui tamu-tamu istimewa kita," ucap Miguel.
Helena menggandeng tangan Miguel, mereka membawa bayi mereka menghampiri orang-orang penting dan pejabat pemerintahan pusat.
Semua mata tertuju pada sosok Helena yang kini menjadi permaisuri Miguel termasuk Samuel Skeil,ayah dari Armando Skeil.
Seperti raja dan ratu, Helena dan Miguel berjalan di red carpet yang khusus untuk menyambut tamu-tamu istimewa .Meski saat itu Helena mengenakan pakaian dan berdandan ala kadarnya Miguel tetap bangga memperkenalkan istrinya kepada pejabat dan selebritis dunia yang hadir di acara itu.
Sungguh sebuah kehormatan bisa mengobrol bersama para artis tersohor negeri Paman Sam yang ikut menghadiri undangan tersebut.
Setelah ngobrol dan berbincang beberapa saat, mereka mendengar suara helikopter yang tiba di halaman parkir khusus helipad milik Miguel.
"Tuan Jose sudah datang," bisik Miguel ke telinga Helena.
"Tuan Jose, kau mengundangnya?" tanya Helena.
"Iya, dia yang akan memberi nama untuk putra kita," ucap Miguel.
"Kau sudah punya nama untuk putra kita?" tanya Miguel.
Helena menggelengkan kepalanya.
"Aku sudah punya nama bagus untuk anak kita."
"Siapa?" tanya Helena.
Miguel berbisik di telinga Helena.
"Bagaimana?" tanya Miguel pada Helena.
"Nama yang bagus," ucap Helena sambil tersenyum.
***
__ADS_1
Pendeta Jose dan beberapa orang terpilih melakukan ritual pemberian nama untuk bayi Miguel dan Helena.
"Arsenio Roderick Simon," ucap pendeta Jose sambil mengangkat bayi Helena di atas telapak tangannya dan di saksikan oleh para tamu yang hadir.
Ritual pemberian nama dan pemberkatan nama untuk sang bayi, acara kembali di lanjutkan.
"Nama yang bagus, tuan Miguel" ucap tuan Morgan yang kemudian memberi ucapan selamat pada Miguel kembali.
"Terima kasih Tuan," ucap Miguel.
Semua yang hadir di pesta perayaan itu menyambut bahagia, mereka satu persatu mengucapkan selamat kepada Miguel atas kelahiran Arsenio Roderick Simon.
***
Setelah ritual pemberian nama, acara kembali dilanjutkan.
Di perayaan tersebut berbagai hiburan disuguhkan oleh Miguel.
Ada acara dansa , menari dan lainnya.
Helena dan Miguel duduk di atas panggung seperti raja dan ratu yang melihat pertunjukan dari atas kursi kebesarannya.
"Sayang mau berdansa dengan ku?" tanya Miguel pada Helena.
"Kau gila ya, aku habis operasi caesar !" sahut Helena sambil mendelik.
"Baiklah kalau begitu kau lihat saja aku berdansa."
Miguel turun ke lantai dansa, seketika ia dikerumuni para wanita cantik dari kalangan selebritis dunia yang ingin mengajaknya berdansa.
Sementara Helena tersenyum melihat para wanita cantik itu memperebutkan suaminya di lantai dansa.
satu persatu Miguel melayani permintaan dansa dari wanita-wanita pesohor itu.
"Lihatlah Nyonya, para selebriti itu berebutan mengajak tuan untuk berdansa," ucap Momo yang sedang menggendong bayi Helena.
Mereka berdua pun tersenyum-senyum melihat tingkah Miguel yang menurut mereka cukup menghibur.
"Iya, aku tak menyangka jika Miguel pandai berdansa," ucap Helena yang ikut menikmati pertunjukan dansa suaminya yang berpasangan dengan beberapa artis top dunia yang di undang secara khusus di acara tersebut.
Tepukan tangan menggenggam di ruangan itu, ketika Miguel selesai berdansa, mereka cukup menikmati pertunjukan yang menghibur tersebut.
"Keren tuan Miguel!"sahut salah seorang tamu memuji Miguel.
Setelah puas berdansa, Miguel kembali duduk di samping Helena.
"Bagaimana dansa ku?" tanya Miguel.
"Tidak buruk," jawab Helena sambil tersenyum.
"Benarkah?"
Hm, Helena bergumam sambil mengangguk.
"Lain kali kau harus mencoba berdansa dengan ku," bisik Miguel mesra di telinga Helena.
Helena mengangguk kepalanya pertanda setuju, mereka berdua pun saling melempar senyum bahagia.
Bola mata Momo berembun melihat Miguel dan Helena kini berdamai.
__ADS_1
'Ya Tuhan semoga selamanya mereka selalu tampak mesra seperti ini,' batin Momo berdoa.
Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya seikhlasnya saja terima kasih.