Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Keadaan Cecilia


__ADS_3

Keluarga Miguel kini kembali ke Harem. Namun, kehidupan mereka tak lagi seperti dulu.


Kini Harem lebih tenang dan lebih sunyi karena hanya satu ratu yang berkuasa di rumah itu.


Helena memperlakukan baik semua putra Miguel dalam asuhannya. Karena Gilbert ikut mereka, Helena dan Miguel mencari pengasuh untuk anak-anak mereka.


Sebagai istri Helena memilih mengurusi sendiri kebutuhan sang suami. Mulai dari makanan sampai menyiapkan pakaian Miguel ketika hendak bekerja.


Seperti hari ini dan hari-hari sebelumnya, Helena selalu memakaikan kemeja untuk Miguel.


"Sayang, sudah lama aku tidak bertemu Cecilia, rencananya aku akan mengunjungi Cecilia, bagaimana menurutmu, kau mau ikut ?" tanya Miguel.


"Boleh, kapan? "tanya Helena sambil menyimpul dasi Miguel.


"Hari ini juga boleh," sahut  Miguel.


"Baiklah aku bersiap dahulu," ucap Helena.


"Bagaimana kalau kita bawa Bryan, siapa tahu dengan kehadiran Bryan, Cecilia bisa segera pulih?"tanya Helena.


"Boleh juga. Kalau begitu kita bawa saja Gilbert dan Arsen serta pengasuh mereka, kita akan tinggal di apartemen selama beberapa hari," ucap Miguel.


"Iya Sayang."


***


Setelah siap, Miguel membawa ketiga putranya menuju apartemen miliknya yang ada di kota.


Sebenarnya Miguel memiliki beberapa apartemen mewah di kota. Namun, karena  sebelumnya ia  memiliki banyak istri, mereka terpaksa tinggal di harem agar para istri merasa nyaman dan tenang dengan puluhan bodyguard dan asisten pribadi.


***


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1 jam, akhirnya mereka pun tiba di apartemen.


Apartemen itu adalah unit yang paling besar dan hanya ada satu unit, Apartemen Miguel berada di lantai paling atas dari gedung tersebut. Dengan kapasitas kamar sebanyak 6 buah.


Setibanya di apartemen, Helena meminta Momo untuk menjaga Arsen begitupun dengan baby sister Gilbert yang akan mengasuh putra ketiga mereka.


Karena mereka hendak menjenguk Cecilia, pasangan itu hanya membawa Bryan bersama mereka.

__ADS_1


***


Mobil mewah Miguel terparkir di halaman rumah sakit jiwa. Setelah mengkonfirmasi kedatangannya pada petugas. Miguel dan Helena dipersilahkan untuk menemui Cecilia.


Dari kejauhan Cecilia tampak menggendong sebuah boneka.Ia duduk di lapangan terbuka sambil berteduh di bawah pohon rindang.


"Anakku sayang, tidurlah kau dengan nyenyak. Anak  ku sayang jadilah pewaris tunggal dari harta daddy mu, kau jangan jadi orang yang lemah, kau harus bisa menyingkirkan orang-orang yang akan menghalangimu."Cecilia bernyanyi sambil  menimang bayi itu ..


Helena dan Miguel begitu miris mendengar kata-kata Cecilia. Karena ambisinya tak tercapai , Cecilia akhirnya menderita gangguan jiwa 


Tiba-tiba mereka mendengar Cecilia tertawa. "Haha, anakku ini yang akan jadi pewaris satu-satunya haha. Iya kan sayang haha haha."


Tawa Cecilia semakin kencang sambil menimang boneka yang di kiranya bayi itu.


Miguel dan Helena didampingi dua orang petugas terus mengamati Cecilia dari jarak yang cukup jauh.


"Apa dia memang seperti itu?"tanya Miguel pada petugas.


"Benar Tuan terkadang dia tertawa terkadang dia juga menangis."


Miguel dan Helena kembali mengamati Cecilia.


Baru saja terdengar tawa Cecilia ,tiba-tiba mereka kembali mendengar Cecilia yang menangis 


Ser deg jantung Helena copot ketika melihat Cecilia membanting boneka itu. Seketika Bryan menjerit menangis.


"Tenangkan dirimu nak," ucap Helena sambil mengusap punggung Bryan.


Kemudian Cecilia kembali tertawa lagi.


"Hahaha! Matilah kau anak tak berguna! Lebih baik kau mati daripada menyusahkanku!" teriak Cecilia kemudian ia berdiri dan menari-nari.


"Anak ku mati! Anakku mati! Haha," ucap Cecilia sambil tertawa dan menari.


Cecilia benar-benar gila, keadaannya bahkan bertambah parah.


Melihat perangai Cecilia yang seperti itu seketika Helena bergidik ngeri kemudian ia memeluk Bryan.


"Miguel, seperti ini ya ini bukan waktu yang tepat untuk bertemu Cecilia, aku takut Cecilia justru akan menyakiti Bryan," ucap Helena.

__ADS_1


"Iya Helena kau benar kalau begitu kita bawa saja Bryan menjauh darinya sekarang," ucap Miguel.


Helena mundur beberapa langkah ke arah belakang, tiba-tiba Cecilia menoleh dan melihat ke arah Miguel.


"Miguel! Ah suami ku yang tampan akhirnya kau datang juga," ucap cecilia sambil berlari menghambur memeluk miguel.


"Miguel aku merindukanmu, kemana saja kau tidak menemuiku," ucap Cecilia.


"Maafkan aku Cecilia, ada sedikit masalah."


"Miguel kau tinggallah disini bersamaku, lihatlah Barbara dan Felicia juga ada di sini," ucap Cecilia sambil menunjuk ke arah dua orang gila yang sedang bernari-nari di tengah lapangan.


"Maaf Cecilia, Aku tak bisa."


"Ah miguel! Aku merindukanmu, aku ingin tidur bersamamu," ucap Cecilia sambil menjilati pipi Miguel.


Miguel segera menjauh, ia begitu takut melihat keadaan Cecilia yang semakin lama semakin parah.


Akhirnya Miguel memilih untuk meninggalkan tempat itu.


'Miguel! Miguel kemarilah Kenapa kau pergi! Miguel" teriak Cecilia.


Cecilia mencoba untuk mengejar tapi langkah tercekat karena dihadang dua orang petugas 


Miguel terus berlalu menjauh dari tempat itu kemudian menghampiri Helena.


"Miguel! Sayang ku kemari lah!" Kemarilah miguel!" Panggil Cecilia sambil menangis meronta-ronta karena tangannya dicengkram oleh petugas medis itu.


Miguel membawa Helena keluar dari tempat tersebut.


"Miguel, Kenapa Cecilia menjadi parah seperti itu?"


"Entahlah aku sudah lama tidak berkonsultasi dengan dokter kejiwaan yang menangani Cecilia."


"Untung saja kita belum mempertemukan Bryan ke Cecillia aku takut dia akan menyakiti Brian, lihatlah bagaimana dia membenci Bryan, hingga membuang boneka itu ke lantai."


"Iya Sayang. Sudahlah tak mengapa kan Bryan. Mommy Helena juga menyayangimu seperti anaknya. Daddy yakin kau tak akan kekurangan kasih sayang,"  ucap Miguel sambil mengelus kepala Bryan.


Bryan pun menggeliat memeluk Helena. Nyatanya Bryan memang lebih peka terhadap Helena dari pada Cecilia.

__ADS_1


"Ayo kita pulang Nak."


Bersambung dulu gengs, Terima kasih masih setia mengikuti kisah ini🙏


__ADS_2