Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Kembali Ke Harem


__ADS_3

Matahari bersinar begitu cerah hari ini, secerah senyuman Miguel.


Helena membuka matanya dan melihat matahari terbit di dalam kamarnya.


Sudah dua hari ia berada di ruang perawatan itu, Kemarin seharian Helena hanya berbaring untuk memulihkan kondisi tubuhnya.


Pacaran wajah pria tampan itu adalah hal pertama yang ia, lihat ketika dirinya terbangun.


"Selamat pagi mommy," ucap Miguel sambil tersenyum ramah.


Helena tersenyum ketika melihat bayinya sudah rapi.


"Bagaimana tidurmu menyenangkan?" tanya Miguel.


"Hm, aku tidur nyenyak sekali, apa dia tidak menangis?" tanya Helena.


"Tentu tidak, sebelum dia menangis aku segera menggendongnya dan memberinya susu formula, agar ia tidak membangunkanmu."


Hm, Helena hanya bergumam.


"Aku ingin ke kamar mandi,"ucap Helena.


"Sebentar biar aku bantu." Miguel berjalan menghampiri box bayi kemudian meletakkan bayinya.


Helena terlihat begitu berantakan, rambutnya acak-acakan tanpa disisir.


"Aku ingin mandi,"ucap Helena sambil mengangkat kakinya untuk turun ke lantai.


"Baiklah, akan ku siapkan air hangat untukmu," ucap Miguel.


 Miguel masuk ke kamar mandi dan menyiapkan air untuk Helena mandi.


Setelah itu, ia kembali ke dalam kamar. Dengan hati-hati Miguel menuntun Helena menuju kamar mandi sambil memegang standar infus istrinya itu.


Di dalam kamar mandi Miguel juga membantu menyiapkan keperluan mandi Helena.


Helena menjadi sungkan ketika Miguel membuka pakaiannya.


" Kau Pergi saja, biar aku lakukan sendiri," usir Helena secara halus.


"Kenapa, apa kau malu? Bukannya aku sudah sering melihatnya," sahut Miguel sambil membuka pakaian Helena.


"Iya, sekarang kau keluar lah aku ingin mandi," ucap Helena.


"Kau mandi saja, Aku menjagamu di sini, kau belum bisa bergerak terlalu aktif," tutur Miguel.


Tak ingin berdebat,ia membiarkan saja Miguel berada di kamar mandi itu. Helena mengguyur tubuhnya dengan air hangat yang sudah disiapkan oleh Miguel.


Tiba-tiba ia merasa ada tangan yang memegang melingkar di bagian perutnya dan mulai menggerayanginya, langsung saja Helena mengambil gayung dan menyiram air hangat itu ke wajah Miguel.


Byur…


"****!" dengus Miguel sambil mengusap wajahnya yang basah karena air.


"Sudah kubilang jangan macam-macam! sebaiknya kau keluar dari kamar mandi ini!"ancam Helena sambil mengambil gayung dan hendak menyiram air tersebut ke Miguel kembali.

__ADS_1


"Jangan Helena! tadi itu aku hanya bercanda, jangan kau basahi pakaian ku," ucap Miguel.


"Kalau begitu Kau keluarlah sebelum Kau ku buat basa kuyup!" ancam Helena sambil mengarahkan dayungnya ke arah Miguel, ia hendak menyiram Miguel kembali.


"Iya Helena, " tahan Miguel


"Baiklah, jika kau selesai jangan lupa memberitahuku, aku takut terjadi sesuatu padamu di kamar mandi ini,"ucap Miguel sebelum meninggalkan kamar mandi.


Meski merasakan sakit, Helena melanjutkan mandinya. Setelah selesai, dengan hati-hati Ia memakai bathrobenya.


Ketika kembali, Helena sudah mendapati tuan Jose dan tiga biarawati sahabatnya.


Tuan Jose sedang berbicara bersama Miguel.


Sementara ketiga biarawati itu sibuk memperebutkan baby boy, mereka secara bergantian menciumi bayi mungil yang tampan itu.


"Oh boy, kau tampan sekali," ucap Agnes sambil mencium-ciumi bayi mungil itu.


bayi mungil itu hanya meliuk-liuk tubuhnya.


"Sekarang giliranku Agnes, Aku juga ingin mencium malaikat kecilku itu," ucap Veronica sambil meraih bayi Helena.


"Duh Sayang kau manis sekali, menggemaskan," ucap Veronica sambil mencium bayi itu.


Helena menghampiri mereka dan tersenyum.


"Helena bayi mu tampan sekali! Aku tak pernah bosan menciumnya,"ucap Agnes yang kembali merebut bayi itu dari tangan Vero.


"Tentu saja, dia mirip seperti ku!" sahut Miguel tiba-tiba.


Miguel menghampiri Helena.


Helena hanya tertunduk mendengar penuturan Miguel.Kemudian ia mengangkat sedikit Wajah menatap Miguel.


"Bagaimana kalau aku tidak mau kembali ke harem?"tanya Helena balik.


"Helena, harem  adalah rumahmu, kenapa kau tak ingin kembali ke sana?" tanya Miguel.


"Entahlah, tapi aku merasa diharem keselamatan aku dan putraku akan terancam, Karena aku tahu seperti apa istri-istrimu itu,"sahut Helena sambil menatap tajam ke arah Miguel.


Miguel menyunggingkan senyum tipis.


"Kau takut apa? Aku akan mengawasimu selama 24 jam, Kau pikir aku akan sembarangan dan membiarkan kau dan  putra kita dalam bahaya? Helena, kau dan putra kita adalah sesuatu yang paling berarti dalam hidupku, jadi aku tak akan pernah lengah tentang keselamatan kalian," ucap Miguel.


Tuan Jose menghampiri Sebelumnya Miguel sudah meminta tuan Jose untuk bisa membujuk Helena.


"Benar anak ku, yang terbaik sekarang adalah jika kau kembali bersama suamimu, aku yakin Miguel mampu menjaga kau dan putramu," bujuk tuan Jose.


Tak hanya tuan Jose, ketiga biarawati itu pun ikut meyakinkan Helena jika saat ini, bersama Miguel adalah jalan yang terbaik untuk Helena dan juga putranya.


Sedikit demi sedikit Helena pun mulai membuka hatinya.


"Bagaimana Sayang, kau mau ikut dengan ku, kita kembali ke harem. percayalah, aku akan menjaga kau dan putra kita dengan segenap hati.Tak akan kubiarkan siapapun menyakitimu," ucap Miguel dengan yakin.


Beberapa saat diam, akhirnya Helena mengangguk.

__ADS_1


Miguel tersenyum. 


"Terima kasih sudah percaya pada ku lagi," ucapnya sambil mencium punggung tangan Helena.


Tuan Jose dan ketiga suster tersebut ikut tersenyum melihat kebahagiaan mereka.


***


Di harem.


Para asisten rumah tangga dan asisten pribadi para nyonya sedang sibuk saat itu.


Ada yang sibuk dengan pekerjaan mereka di dapur, ada juga yang sibuk melayani Nyonya mereka.


Seperti yang terjadi pada Theresia, saat ini ia sedang sibuk memijat kaki Cecilia.


Tiba-tiba saja Cecilia terserang beberapa penyakit, sakit kepala, sakit pinggang, demam dan selsema.


"Aduh, apa yang aku harus aku lakukan Theresia, bagaimana jika anak yang ada di kandungan ku ini perempuan! Anak Helena pasti akan menguasai sebagian besar harta Miguel, dan aku .... aku tak tahu bagaimana nasib ku," ucap Cecilia dengan bibir yang bergetar karena meriang.


"Sudahlah Nyonya! Sebaiknya anda berdoa saja agar diberi keturunan laki-laki."


"Benar katamu, aku harus melahirkan seorang putra! Aku tak ingin posisi ku di ambil oleh Helena dan anak ku hanya mewarisi sedikit harta Miguel,haci! Haci!" ucap Helena sambil bersin.


Begitupun dengan Barbara yang ikutan sakit mendengar berita kelahiran putra Helena itu.


Sulit bagi mereka menerima kenyataan, jika anak Helena akan menjadi putra sulung Miguel. Cecilia dan Barbara sangat berharap agar mereka di karuniai seorang putra.


"Hiks hiks semoga saja aku juga akan melahirkan seorang putra untuk Miguel," ucap Barbara sambil menangis.


keadaan Barbara tak jauh berbeda, tiba-tiba saja ia terserang demam ketika mendengar berita kelahiran sang putra mahkota.


***


Sementara itu di rumah sakit di kota Boston.


Helena dan Miguel sedang mempersiapkan kepulangan mereka dengan menggunakan mobil, karena bayi mereka tak bisa dibawa dengan menggunakan helikopter.


"Ayo Nak, kita pulang ke istana kita," ucap Miguel sambil menggendong putranya.


Miguel menyerahkan putranya pada Helena yang duduk di kursi roda.


"Ayo sayang kita bawa putra kita pulang kerumahnya," ucap Miguel sambil mendorong kursi roda Helena.


Dengan perasaan yang bahagia Migue melewati koridor sambil mendorong kursi roda istrinya.


'Akhirnya aku bisa kembali berkumpul dengan istri dan anak ku. Sungguh aku belum pernah sebahagia ini,' batin Miguel.


Tiba di lobby mereka ditunggu oleh seorang sopir. Miguel sengaja memodifikasi mobilnya agar selama perjalanan Helena merasa nyaman.


Helena berbaring di jok mobil yang sudah di modifikasi untuk membuatnya nyaman.


Sementara Miguel yang menggendong bayi mereka.


"Kita pulang ya Nak," timang Miguel di sepanjang perjalanan.

__ADS_1


Mobil melaju dengan kecepatan stabil meninggalkan kota Boston.


bersambung dulu gengs.


__ADS_2