Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Kabar Duka


__ADS_3

Helena menatap ke arah Miguel yang sedang menyendiri di sebuah ruangan.


Miguel saat itu tengah meneguk minum-minuman keras.


"Sayang, Kenapa akhir-akhir ini aku melihatmu terlihat sedih dan selalu menyendiri?" tanya Helena sambil memeluk Miguel dari belakang.


Miguel menghembuskan asap rokok terakhir di mulutnya,kemudian mematikan puntung rokok di dalam asbak.


"Aku sedih karena sampai saat ini aku belum bertemu dengan putriku. Bahkan aku sudah berusaha mencarinya hingga ke luar negeri. Namun setelah berbulan-bulan aku masih belum mengetahui keberadaan putriku."


Helena memeluk Miguel semakin erat, sambil meletakkan kepalanya di pundak miguel.


"Aku tahu kesedihan yang kau rasakan, bersabarlah. Semoga suatu saat kita akan bertemu dengan putrimu itu," ucap Helena.


"Iya sayang, Aku berharap keadaannya baik-baik saja."


"Iya, aku yakin Felisha bisa menjaga putrimu. Teruslah mencari keberadaannya, atau mungkin suatu saat dia akan mencari keberadaanmu," ucap Helena.


"Iya sayang aku akan terus mencari keberadaan putriku, Aku tidak akan pernah tenang sebelum menemukannya."


"Kalau begitu Kau harus istirahat Sayang, kau harus jaga kesehatanmu Jangan minum-minuman seperti ini. Aku tak ingin kau jatuh sakit, Aku tak ingin terjadi sesuatu padamu karena anak-anak kita masih kecil. Cukup Sudah kejadian masa di masa lalu mengajarkan kita untuk selalu menjaga."


"Iya sayang, Tentu saja aku tak ingin terjadi sesuatu padaku. Aku harus jadi pria tangguh untuk membesarkan ketiga putraku," ucap Miguel.


Helena tersenyum sambil meraba wajah Miguel.


"Pria tangguh pasti butuh hadiah kan?" tanya Helena.


"Hadiah? hadiah apa sayang?"tanya Miguel.


Helena menarik sesuatu yang sudah ia sembunyikan di balik saku hot pants miliknya.


Bola mata Miguel membelalak melihat hadiah yang Helena berikan.


"Sayang benarkah itu?" tanya Miguel dengan bola mata yang berbinar.


"Iya, Memangnya kenapa?" tanya Helena balik.


"Kau hamil ?"tanya Miguel dengan ekspresi yang kaget sekaligus bahagia.

__ADS_1


"Iya sayang aku hamil."


Miguel langsung berdiri dan menyambar tubuh Helena 


"Sayang, aku bahagia sekali dengan berita kehamilanmu."


"Iya Sayang, ini memang tak bisa mengobati kerinduan mu pada Shakira. Tapi setidaknya kau tak akan larut dalam kesedihan mu lagi."


"Iya Sayang," ucap Miguel sambil memeluk Helena.


"Terima kasih Sayang, kau adalah penghibur luka lara ku," imbuhnya.


"Kalau begitu ayo kita tidur Sayang. Besok kau harus bekerja. Karena kami semua bergantung pada lengan kokoh mu ini," ucap Helena sambil menepuk-nepuk lengan Miguel.


"Dan aku selalu bergantung pada istri ku yang cantik ini," balas miguel kemudian mendarat Kecupan di bibir Helena.


Helena memeluk miguel kemudian mereka melangkah menuju kamar mereka yang dimana ada tiga box bayi di dalam ruangan tersebut.


Helena menuntun sang suami menuju tempat tidur. Keduanya pun mendaratkan tubuh mereka secara bersamaan di atas tempat tidur


Helena memeluk Miguel yang membelai rambutnya.


"Dan aku tak bisa tidur sebelum aku memelukmu," balas Miguel.


Miguel mendaratkan ciuman di bibir Helena dengan lembut, mereka saling berbalas pagutan bibir.


Suara dering telepon seketika menghentikan aktivitas mereka berdua.


"Siapa yang menelpon malam-malam begini?" tanya Miguel sambil bangkit dari tempat tidurnya menuju nakas tempat ia menyimpan handphone.


"Halo?"sapa Miguel.


"Halo Tuan maaf mengganggu."


"Ada apa Alfonso?" Tanya Miguel pada seorang pria yang berada di sambungan telepon.


"Tuan kami telah menemukan keluarga Nyonya Felisha."


"Benarkah? di mana mereka sekarang?" tanya Miguel.

__ADS_1


Keadaan hening beberapa saat.


"Alfonso kau masih di sana?" tanya Miguel.


"Iya tuan," jawab Alfonso lirih.


"Lalu di mana keluarga istriku itu?"


"Maaf tuan, aku harus mengatakan ini,"ucapan Alfonso terhenti beberapa saat.


"Mengatakan apa Alfonso?! cepat jangan main-main dengan ku!" Teriak Miguel dengan nada tinggi beberapa oktaf.


"Tuan, nyonya Felisha dan keluarganya mengalami kecelakaan berapa bulan yang lalu di Virginia. Mobil yang mereka kendarai ditabrak oleh sebuah minibus, dan diperkirakan semua  penumpang meninggal di tempat."


Bukan main terkejutnya Miguel, bola matanya membelalak hampir keluar.


Miguel menutup mulutnya dengan telapak tangan, seketika bola matanya memerah dan berembun.


"Felisha dan Shakira," ucap lirih.


Karena kaget dan sedih, Miguel melepaskan genggaman telepon yang dipegangnya hingga terhempas jatuh ke lantai.


Seketika tubuh Miguel ambruk Miguel berlutut dengan tatapan kosong.


"Shakira," lirik Miguel sambil meneteskan air matanya.


Helena juga  tak kalah sedih dan syok, ketika mendengar berita itu ia langsung menghampiri Miguel kemudian memeluknya.


Sepasang suami istri itu pun menangis sedih.


"Shakira dan Felisha, Helena, dia sudah tiada," tangis Miguel dalam pelukan Helena.


Helena hanya bisa mengusap kepala suaminya, karena ia juga tak tahu harus berkata apa.


Setelah pencarian yang memakan waktu yang cukup lama. Akhirnya Miguel mendapatkan kabar tentang Felisha dan Syakira sang putri. Namun kenyataan tak seperti yang diharapkan oleh Miguel, Felisha dan Shakira saat ini telah tiada.


Malam panjang itu dihabiskan oleh Miguel dan Helena dengan duka yang mendalam tangisan mereka terdengar lirih memecah kesunyian malam.


Bersambung dulu gengs. Oh iya mau memberi tahu jika beberapa bab lagi cerita ini tamat ya. Dan akan dilanjutkan buku kedua yang menceritakan putra-putra mereka, insyaallah.

__ADS_1


__ADS_2