
"Bagaimana caranya menghancurkan Miguel?" tanya Armando.
"Kau ikut saja caraku, aku banyak tau tentang Miguel, karena akulah istri pertamanya," ucap wanita itu pada Armando.
Armando tersenyum menyeringai.
"Baik, sepertinya menarik!"
"Kalau begitu apa rencana mu?" tanya Armando.
"Aku akan menghancurkan Miguel dari dalam,sementara kau hancurkan Miguel dari luar, dengan begitu Miguel akan mengalami kehancuran yang menyeluruh. Haha!" Tawa jahat wanita itu dengan tatapan penuh kebencian
"Maksudmu ?" tanya Armando lagi.
"Aku punya kartu As Miguel,kita akan membuat konspirasi,aku juga masih punya antek-antek yang masih setia bersama ku," ucap Reina.
Kemudian Reina berbisik di telinga Armando membisikkan tentang rencana mereka
"Bagaimana, kau sanggup?!" tanya Raina dengan menantang.
Armando tersenyum. "Tentu saja, apapun akan aku lakukan untuk bisa menghancurkan Miguel," jawab Armando sambil tersenyum menyeringai.
Mereka berdua pun berjabat tangan pertanda sepakat untuk bekerja sama.
***
Miguel baru tiba dari bekerja, ia langsung mencari keberada Helena.
"Momo, dimana Helena?" tanya Miguel.
"Nyonya Helena sedang bersama baby Bryan tuan di kamar."
"Baby Bryan?" tanya Miguel bingung.
"Iya, Nyonya Helena sedang menyusui baby Bryan."
"Kenapa Helena yang menyusui Bryan, kenapa tidak Cecilia?"
"Entahlah Tuan, tadi yang kudengar Nyonya Cecilia tak mau menyusui anaknya."
Mendengar itu Miguel semakin geram "Dasar Cecilia," dengus Miguel sambil menggenggam tangannya.
Mie gue sudah cukup sabar menghadapi kelakuan dan tingkah Cecilia saat ini. Namun, ketika tingkahnya sudah kelewatan batas, Miguel sudah tak bisa membendung kesabarannya.
"Cecilia!"teriak Miguel ketika berada di depan pintu kamar Cecilia.Sontak saja Cecilia menjadi kaget, Ia pun menoleh ke arah Miguel yang baru saja tiba di depan pintu.
Mendengar suara teriakan dari Miguel, Cecilia buru-buru bangkit dari tempat tidurnya.
"Miguel," Cecilia menghampiri Miguel.
__ADS_1
Miguel menatap nyalang pada Cecilia.
"Di mana Bryan?" Tanya Miguel.
"Bryan ?Tadi dibawa oleh Theresia," jawab Cecilia berbohong.
"Jangan bohong! Kau tak mau menyusui Bryan kan?!" tanya Miguel dengan membentak.
Cecilia terdiam.
"Kau tega pada putramu sendiri! Dengar, Jika kau tak mau mengasuh dan merawat Bryan, kau silakan saja angkat kaki dari rumah ini!" Ancam Miguel.
Bola mata Cecilia membulat dengan sempurna mendengar ucapan dari Miguel.
Dengan kesal ia meninggalkan ruangan Cecilia.
Setelah menemui Cecilia, Miguel menghampiri kamar Helena. Emosi Miguel perlahan turun ketika hendak menemui istri tercinta.
Saat itu ia melihat Helena sedang menyusui Bryan. Dengan hati-hati Miguel menghampiri Helena, kemudian langsung mendaratkan kecupan di pipi istri kesayangan itu.
Shut! Helena meletakkan jari telunjuknya ke tengah bibir meminta Miguel untuk tidak berisik.
"Diamlah, Bryan baru saja tidur," ucap Helena sambil mengusap rambut halus yang tumbuh di kepala Bryan.
Miguel tersenyum melihat ketulusan Helena.
"Terima kasih sayang karena kau mau menyusui Bryan, Dia terlihat begitu tenang berada disampingmu. Mungkin baginya Kau adalah bidadari yang membuatnya tenang," bisik Miguel.
Ia pun melepaskan susuannya, karena sepertinya Bryan sudah tidur dengan nyenyak.
"Kau mencariku?" tanya Helena.
Miguel tersenyum sambil mencubit hidung Helena.
"Kenapa kau tahu?" tanya Miguel.
"Karena hatiku mengatakan demikian," ucap Helena sambil tersenyum.
"Iya Kau benar, aku memang mencarimu, bahkan setiap hari aku akan mencarimu, karena setiap hari aku selalu merindukanmu ucap miguel sambil memeluk Helena dari belakang.
"Kau gombal lagi ya, Kau pasti mengatakan yang sama pada istri-istrimu kan."
"Aku memang akan mengatakan hal itu pada istri-istriku. Aku tak boleh berbuat tidak adil pada mereka," jawab Miguel.
"Dan untuk tahu berapa besar perasaan cintaku terhadapmu, kau bisa ukur sendiri dari detak jantungku,"ucap Miguel sambil menempelkan kepala Helena di dadanya.
Helena tersenyum kemudian ia meraih telapak tangan Miguel Dan meletakkan ke dadanya.
"Sepertinya detak jantung kita berirama yang sama," ucap Helena.
__ADS_1
"Kau benar, ketika dua hati bertemu mereka hal itu akan
memompa jantung lebih cepat, itu berarti kau sudah tahu kan jawabannya," ucap Miguel lagi.
Helena mengangkat kepalanya menatap Miguel.
Sejurus kemudian bibirnya disentuh dengan lembut oleh Miguel.
Bibir mereka saling bertaut untuk beberapa saat, sebelum akhirnya gedoran pintu terdengar di luar ruangan.
Miguel dan Helena terpaksa melepas pagutan bibirnya.
Tok tok tok tok gedoran pintu semakin kencang.
Miguel buru-buru menghampiri pintu.
"Tuan tolong Nyonya Cecilia! Dia menyayat-nyayat tangannya sendiri!" Ucap Theresia dengan panik.
"Apa?!" Bukan main kagetnya Miguel.
Ya langsung menghampiri kamar Cecilia. Saat itu Miguel melihat Cecilia tergeletak di lantai dengan pergelangan tangan yang berdarah.
Miguel langsung menghampiri Cecilia kemudian merobek sebuah kain untuk menutupi lukanya sementara waktu .
"Cecilia Kau bodoh apalagi yang kau lakukan! Kenapa kau selalu mencari masalah!" Dengus Miguel.
"Lebih baik aku mati saja Miguel. Aku tak ingin hidup lagi, bukannya kau tak menginginkanku lagi," ucap Cecilia sedetik kemudian matanya tertutup.
"Cecilia!Cecilia!" panggil Miguel.
"Nyonya Cecilia!" tangis Theresia ketika melihat Cecilia pingsan tak sadarkan diri karena kehabisan darah.
Miguel terus menepuk-nepuk sambil memanggil nama Cecilia, mencoba untuk membuatnya tersadar, berbagai cara Miguel lakukan. Namun, Cecilia tak juga sadar.
Tak ingin terjadi sesuatu pada Cecilia, Miguel menelpon pilot helikopternya.
Cecilia kemudian diangkat menuju helipad di samping rumah Miguel.
Sepanjang perjalanan di helikopter Miguel masih berusaha membuat Cecilia sadar. Bahkan, ia sudah mencium kan wewangian ke hidung Cecilia namun Cecilia juga tak sadar.
Sekitar 10 menit Mereka pun tiba di rumah sakit. Dan Cecilia langsung mendapat penanganan oleh tim dokter.
Lagi lagi hari itu Miguel harus menginap di rumah sakit untuk menjaga Sisilia.
***
Raina mendapat telepon dari seseorang.
"Nyonya silahkan jalankan rencana Anda, karena tuan Miguel tidak berada di rumah," ucap seseorang di telepon.
__ADS_1
Reina tersenyum menyeringai.
"Baiklah terima kasih atas informasinya, jika rencanaku berhasil maka aku akan dibayar sesuai kesepakatan kita," ucap Reina