Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Kecelakaan


__ADS_3

"Miguel aku merindukanmu Miguel,"ucap Helena dalam pelukan Miguel.


"Aku juga sayang," balas Miguel sambil mengecup pucuk kepala Helena.


Beberapa saat mereka berpelukan untuk menghilangkan perasaan rindu.


Setelah itu mereka mengurai pelukan, dan memulai pembicaraan yang penting.


"Bagaimana dengan Barbara, Felisha dan anak-anak kita sayang?"tanya miguel sambil meraba wajah cantik istrinya.


"Bryan dan Arsen bersamaku keadaan mereka baik-baik saja, hanya saja aku tak mengetahui kabar Barbara Felisha dan kedua anak mereka."


Miguel penghembusan nafas panjang.


"Rasanya aku tak berguna sekali menjadi suami," gumamnya lirih.


"Sudahlah Miguel, jangan menyalahkan dirimu, aku tahu kau pria yang hebat, hanya saja saat ini kita menghadapi ujian yang berat," ucap Helena sambil mengusap punggung suaminya.


Hati Miguel tersentuh mendengar penuturan Helena Ia pun meraih tangan Helena kemudian menciumnya.


"Iya sayang, ini hanya sementara aku takkan pernah membiarkan ini terus terjadi, aku akan mencari cara agar bisa keluar dari penjara dan merampas kembali semua yang telah kumiliki," ucap Miguel.


"Iya Miguel, Tapi satu hal yang lebih penting dari semua itu. Aku hanya ingin kau bisa dibebaskan, tak peduli apapun keadaanmu, meskipun kau tak memiliki harta sedikitpun, yang terpenting kita bisa hidup bersama membesarkan anak-anak kita," ucap Helena dengan bola mata yang berembun menatap suaminya.


Sekali lagi Miguel tersentuh dirabanya wajah cantik sang istri.


"Aku juga ingin seperti itu sayang, kau tak tahu betapa aku merindukan kalian semua. Bahkan karena kerinduan itu, aku hampir gila di penjara hingga tak bisa berpikir dengan waras," ucap Miguel kemudian ia mencium punggung tangan istrinya berkali-kali.


"Helena aku titipkan Bryan padamu, maaf jika aku merepotkanmu," ucap Miguel menatap Helena dengan tatapan berembun.


"Iya Miguel, anakmu adalah anakku juga. Aku juga sudah terlanjur mencintai Bryan sama seperti aku mencintai Arsen, Jadi kau tenang saja aku akan merawatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang," ucap Helena.


Mendengar penuturan Helena, Miguel sudah tak bisa menahan air matanya.


Bulir bening itu pun menetes di pipinya.


"Aku beruntung sekali memilikimu Helena, Kau adalah harta yang tak ternilai bagiku, aku rela kehilangan seberapa banyak pun harta milikku, asal tidak kehilangan mu," ucap Miguel.


"Kau tenang saja Miguel, aku takkan pernah menjadi milik siapapun, selamanya aku akan menunggumu, sampai kapanpun, aku hanya akan menjadi milikmu, hanya milikmu," ucap Helena berkali-kali untuk meyakinkan Miguel. 


Miguel yang terharu langsung menghambur memeluk Helena. Ia kemudian ia mencium pipi Helena dengan lekat


"Iya sayang aku percaya padamu, Aku sudah tidak sabar ingin keluar dari penjara ini, dan berkumpul dengan kalian secepatnya. Hanya saja saat ini, itu terasa tidak mungkin, selama Tuan Joseph masih menguasai wilayah ini, aku tak punya kesempatan untuk keluar dari sini," ucap Miguel sambil meraba wajah helena.


Tuan Jose  menyimak dengan seksama pembicaraan keduanya.

__ADS_1


"Miguel Helena kita harus secepatnya pergi dari sini, bicarakanlah hal yang penting-penting saja," tegur pendeta Jose.


"Miguel, kau benar, selama Tuan Joseph masih memerintah di wilayah ini, maka akan sulit mengeluarkan kamu.Karena itu kita tunggu sampai pergantian pemimpin yang akan terjadi satu tahun lagi," ucap Tuan Jose


"Satu tahun oh tidak itu terlalu lama,"ucap Helena dengan kaget.


"Tapi hanya itu kesempatan bagi kita, semoga saja tuan Joseph tidak terpilih lagi menjadi pemimpin di wilayah ini, dengan demikian aku bisa meminta pertolongan pemimpin yang baru untuk membebaskanmu dan mengambil alih perusahaanmu "


Kau tenang saja Miguel, aku masih menyimpan arsip-arsip lain perusahaan Daddy dan kakek mu, ada beberapa foto peresmian perusahaan milik ayahmu, termasuk pemilik Villa yang kau tempati selama ini. Kakekmu telah membeli Villa tersebut kepada seseorang, dan aku mengenal orang tersebut. Darinya lah nanti kita akan meminta kesaksian agar bisa merebut kembali Villa yang kau tempati."


"Begitupun dengan perusahaanmu, kita akan bongkar semua kebusukan mereka setelah Tuan Joseph lengser dari kedudukannya saat ini," ucap pendeta Jose.


"Iya Tuan, sepertinya aku memang harus bersabar," gumam Miguel.


Miguel meraih tangan Helena, kemudian kembali mencium.


"Tidak akan lama sayang, hanya setahun," ucap Miguel menenangkan istrinya yang sedang diliputi perasaan cemas dan gelisah.


"Iya Sepertinya aku juga harus harus bersabar menunggumu untuk keluar dari penjara ini," ucap Helena.


"Oh ya miguel,Kenapa kau tak bisa dihubungi?" tanya Helena.


"Aku membuang handphone ku agar mereka tak menemukan kontak mu, Aku tak ingin mereka melacak keberadaanmu. Kau tenang saja Sayang aku bisa jaga dirimu, kau jagalah dirimu dan anak-anak kita," ucap Miguel.


"Iya sayang tapi maaf aku harus kembali, Arsen dan Bryan hanya tinggal bersama Momo."


"Iya, sayang,aku mengerti," ucap Miguel.


"Baiklah kalau begitu kita harus pergi secepatnya Helena,"ajak pendeta Jose.


Helena dan Miguel pun berpisah.


Hari ini mereka beruntung bisa menemui Miguel, karena penjara tak terlalu dijaga ketat. Orang-orang pada sibuk kampanye karena sebentar lagi pemilihan pemimpin daerah mereka.


Setelah bertemu dengan Miguel Helena kembali ke rumahnya diantar oleh pendeta Jose.


Setelah melakukan perjalanan hampir 1 jam, mereka pun tiba di rumah.


"Silakan masuk tuan, Anda bisa menginap di sini Jika anda lelah melakukan perjalanan jauh," tawar Helena 


"Tidak usah aku masih kuat," ucap pendeta Jose.


"Baiklah kalau begitu sampai bertemu lagi tuan. Terima kasih," ucap Helena sambil membuka pintu mobil.


"Sama-sama Helena, jagalah dirimu baik-baik," ucap pendeta Jose.

__ADS_1


Helena membalikkan tubuhnya ke arah tuan Jose


Secara tak sengaja Helena melihat dari kejauhan sebuah mobil lain  terlihat berhenti, disaat mobil Tuan Jose berjalan, mobil itu pun ikut berjalan.


Melihat adanya bahaya Helena buru-buru menghubungi Tuan jose di dalam mobil.


Setelah itu ia langsung berlari masuk ke dalam rumahnya dengan wajah yang pucat Pasih.


"Momo! Momo! Teriak Helena dengan panik ketika tiba di depan pintu rumah.


"Ada apa nyonya?" tanya Momo dengan tak kalah panik.


"Momo siapkan barang-barang yang penting saja! kita harus pergi sekarang juga."


"Ta-pi ada apa nyonya?"tanya Momo.


"Jangan banyak bertanya Momo, bereskan saja pakaian Bryan dan Arsen dan sedikit pakaian kita. Kita harus pergi sekarang juga,"titah Helena sambil membuka laci yang menyimpan perhiasannya.


Tanpa banyak bicara, mereka membereskan semua perlengkapan bayi dan memasukkannya dalam satu koper sedangkan koper lainnya untuk pakaian dirinya dan Helena.


Setelah siap, mereka pun keluar dari rumah itu dalam keadaan menyamar.


***


"Baiklah Helena, sebaiknya kau meninggalkan tempat itu secepatnya,"ucapkan Jose setelah mendapat kabar dari Helena.


"Iya Tuan tapi Anda juga harus hati-hati, mereka bisa mencelakai Tuan," sahut Helena.


"Tenang saja anakku, aku sudah tua. Aku akan mengirim pesan ke salah seorang biarawati untuk menyiapkan arsip arsip penting, Kau jaga saja dirimu baik-baik dan lanjutkan perjuanganmu."


Tuan Jose pun menutup teleponnya.


"Bill, kita singgah di minimarket depan," ucap Tuan Jose pada sopir pribadinya.


"Baik Tuan."


Bill membawa mobil Tuan Jose menuju parkiran minimarket yang ada di pinggir jalan.


"Bil Kau turun saja, belikan aku minuman, kau bawalah handphone ini. Banyak rahasia yang tersimpan di handphone ini, biar aku menunggu di dalam mobil dan saja,"ucap Jose.


"Baik Tuan,"jawab Billy tanpa curiga sedikitpun.


Bil kemudian turun ikuti oleh Tuan Jose. Setelah bill masuk ke dalam supermarket. Tuan Jose mengambil alih mobil tersebut.


Ia langsung membawa mobil itu meninggalkan Billy yang masih berbelanja di minimarket.

__ADS_1


Melihat mobil Tuan Jose kembali melaju di  jalan raya, sebuah mobil yang sejak tadi mengikutinya pun ikut melaju seiring kecepatan mobil Tuan Jose.


Setelah tiba di jalanan yang sepi, mobil tersebut pun menabrak mobil Tuan Jose, hingga mobil Tuan Jose melintang di tengah jalan, kemudian disambar oleh mobil lainnya. Kecelakaan beruntun pun tak terelakkan lagi, sementara mobil yang menabrak tadi terus melaju melarikan diri.


__ADS_2