Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Tawan Kabur


__ADS_3

Di kamar Cecilia.


Bruak! Sebuah cermin pecah akibat dilempar sebuah benda keras. 


Serpihan kaca itu berhamburan di ruangan.


"Hiks hiks aku tidak bisa terima ini!"


"Akh!"


Brak bruk prank.


Barang-barang lain ikut berhamburan di kamar tersebut.


Theresia buru-buru menghampiri kamar Cecilia karena mendengar suara keributan.


"Ada apa ini nyonya?!" tanya Theresia.


"Aku benci! Aku benci melihat cara Miguel menatap wanita itu!" teriak Cecilia.


"Siapa maksud Anda nyonya?" tanya Theresia.


"Siapa lagi kalau bukan Helena, lihat lah bagaimana Miguel menatap wanita itu! Dia tak pernah menatap kami seperti itu!"


Bruak! Prank! 


Cecilia kembali melempar barang-barang yang ada di hadapannya.


"Nyonya hentikan! Saat ini pesta masih berlangsung,anda jangan bikin kegaduhan, jika tak ingin dimarahi oleh Miguel," nasehat Theresia.


"Biar saja! Aku benci wanita itu dan anaknya!"teriak Cecilia.


"Iya Nyonya, sebaiknya anda tenang dulu," bujuk Thresia.


"Atur napas anda Nyonya!" ucap Theresia.


Cecilia kembali mengatur nafasnya,ia pun sedikit menjadi tenang.


"Anda jangan gegabah nyonya, anda tidak mau kan nasib Anda seperti Nyonya Reina?"


Cecilia menatap ke arah Theresia.


"Pokoknya aku harus bisa menjadi istri yang paling di sayang oleh Miguel, Apa pun aku ku lakukan!" cetus Cecilia dengan napas yang terengah-engah.


"Tenangkan diri Anda Nyonya," bujuk Theresia.


"Bagaimana bisa tenang! lihatlah bagaimana Miguel membanggakan Helena di depan para pejabat dan para artis itu! " Cecilia terlihat begitu emosi.

__ADS_1


"Sabar Nyonya! Anda bisa meminta hal yang sama pada tuan Miguel ketika anda melahirkan seorang anak untuknya, dan saat itu anda juga akan di kenal sebagai istri dari tuan Miguel Simon yang memiliki kekuasaan dan kekayaan!" usul Thresia.


Cecilia kembali melirik ke arah asistennya itu, " Kau benar juga," ucap Cecilia.


"Tapi, bagaimana jika ternyata aku melahirkan anak perempuan?"tanya Cecilia lagi.


"Kita lihat saja Nyonya," sahut Thresia.


***


Malam semakin larut, Helena dan bayinya tertidur lelap di kamar baru mereka yang super mewah.


Miguel sengaja membangun sebuah kamar untuk Helena, karena sebelumnya Helena tinggal di kamar yang dulu di gunakan sebagai ruang isolasi.


Bak seorang ratu, kamar tersebut di desain semewah dan senyaman mungkin. Ada juga Sura gemericik air terjun mini yang sengaja di buat di dalam ruangan tersebut agar membuat Helena lebih rileks ketika mengasuh putranya.


kamar tersebut di jaga oleh dua bodyguard pria dan beberapa asisten yang akan membantu Helena melakukan rutinitas sehari-hari.


Sementara pesta masih berlangsung, Miguel masih berada di tengah-tengah pesta untuk menyambut kedatangan para rekan bisnis, kolega dan sanak saudaranya yang datang dari dalam dan luar negri .


***


Semua ikut menikmati pesta tersebut, berbagai makanan lezat dan minuman keras tersedia dan tak di batasi.


Mereka boleh menikmati makanan dan minuman tersebut sambil menikmati acara yang di suguhkan.


Reina menyunginkan senyum tipis ketika melihat wajah pria itu memerah.


Hal itu merupakan kesempatan bagi Reina untuk bisa keluar dari penjara.


"Hey! "Panggil Helena pada salah seorang bodyguard.


"Ada apa?" tanya Bodyguard itu pada Reina.


Reina mencoba bersikap manis untuk merayu bodyguard itu, ia melambaikan tangannya ke arah dia orang bodyguard itu.


"Kemari lah!"


Dia orang itu secara bersamaan menghampiri Reina.


"Kalian tidak ingin ini," ucap Reina sambil membuka kancing kemejanya satu persatu sambil tersenyum menggoda.


Bodyguard yang sudah mabuk itu, seketika membelalak bola matanya.


Mereka menelan salivanya, ketika melihat dua bongkahan kenyal yang terlihat begitu padat dan menggemaskan.


Reina mengedipkan sebelah matanya sambil merem*as dua gundukan kenyal itu, mencoba untuk menggoda dua orang bodyguard tersebut.

__ADS_1


Keduanya saling memandang sambil menelan ludah kembali.


"Apa kamu boleh mencicipinya?"tanya pria itu dengan tatapan mesumnya


"Kenapa tidak, sudah lama aku tidak di sentuh oleh suamiku. Kita akan dapatkan kesenangan bersama malam ini," ucap Reina dengan lirikan mata yang semakin menggoda.


Hasrat kedua lelaki itupun seketika menyala.


"Ayo, silahkan masuk akan ku layani kalian berdua," ucap Reina lagi dengan nada genit menggodanya.


Kedua pria itu tersenyum menyeringai, tanpa ragu mereka berjalan mendekati Reina


"Ayo! Kapan lagi kita bisa menikmati tubuh nyonya Reina," ucap salah seorang bodyguard itu  pada rekan-rekannya.


Mereka pun membuka pintu sel tahanan itu, setelah itu kedua pria itu menghampiri Reina dengan tatapan nyalang seperti singa kelaparan.


"Tunggu! Sebaiknya matikan lampu,biar tidak ada yang melihat," usul Reina ketika pria itu berada tepat di hadapannya.


Salah satu dari mereka pun keluar dari ruangan untuk mematikan lampu.


Klik ….tombol saklar terpetik.


Seketika ruangan penjara tersebut menjadi gelap gulita.


Sementara satu dari body itu berada masih berada di sel bersama Reina.


***


"Akh!" teriak salah satu bodyguard yang berada di sel tahanan bersama Helena.


Pria itu meringis kesakitan,.


Reina mencabut pecahan kaca yang ia tancapkan ke perut pria itu.


Kemudian ia memukul leher pria itu dengan sebuah balok dengan menggunakan sepatu hak tinggi miliknya.


Pria yang memang sedang mabuk itu tumbang seketika, kejadian itu begitu cepat hingga seorang bodyguard tak menyadari hal itu.


Seorang bodyguard masuk kedalam sel dengan tubuh yang terhuyung karena mabuk. Keadaan ruangan yang gelap, ia jadi tak bisa melihat apapun.


"Nyonya An.." kata -kata pria itu terhenti ketika ia merasakan sebuah benda tajam terasa menusuk perutnya.


"Akh!"


Dengan pukulan bertubi-tubi menggunakan sepatunya,Reina berhasil merobohkan pria perkasa itu, kemudian melucuti pakaiannya untuk ia kenakan.


"Akhirnya aku berhasil melarikan diri," ucap Reina sambil tersenyum menyeringai. Reina memakai topi salah seorang bodyguard kemudian berjalan mengendap di antara keramaian pesta.

__ADS_1


bersambung dulu gengs.


__ADS_2