Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Menggemparkan Harem


__ADS_3

Tangisan seorang bayi pecah di keheningan. 


"Selamat Tuan, istri anda melahirkan seorang putra," ucap seorang suster kepada Miguel.


"Laki-laki," gumamnya sambil melirik ke arah Helena.


"Helena kau dengar kan, kau melahirkan seorang putra untuk ku,aku bahagia sekali mendengarnya, terimakasih sayang." bisik Miguel sambil mencium pipi Helena.


Bayi itu pun dibersihkan dan disimpan di inkubator.


***


Oek  oek, suara tangis bayi terdengar lantang dan menggema di sebuah ruangan.


Helena mulai membuka matanya, kemudian mencari di mana asal suara.


Sayang kau sudah bangun, ucap Miguel ketika Helena melirik ke arahnya.


Helena meraba bagian perutnya, ia lupa jika dirinya telah melahirkan.


Air mata haru  menetes begitu saja ketika Miguel mendekatkan bayi itu di sampingnya.


"Apa Dia anakku?" tanya Helena lirih sambil menoleh ke arah bayi mungil itu.


" Iya Sayang, dia putra kita," ucap Miguel dengan bola mata yang berbinar karena merasa bahagia dan bangga setelah 11 tahun penantiannya.


Lagi-lagi Helena tak mampu menahan air matanya ketika melihat bayi laki-laki yang lucu dan menggemaskan itu.


Helena menangis sambil mencium bayinya.


"Sayang, kau tampan sekali," ucap Helena.


Miguel duduk di hadapan keduanya.


"Lihatlah putra kita Helena, dia tampan sekali persis seperti diri ku,"ucap Miguel sambil mengelus wajahnya.


Helena mengerucutkan bibirnya.


Tak dapat dipungkiri oleh Helena, bayi laki-laki itu memang begitu mirip dengan Miguel. Matanya, hidungnya, bahkan rambutnya.


Helena sudah tak mampu berkata apa-apa, karena terlalu bahagia ketika melihat malaikat kecil itu meliukkan tubuhnya.


"Sayang kenapa kau terlihat gelisah sekali?" tanya Helena.y


"Sepertinya dia ingin menyusu,"ucap Miguel.


Helena menatap Miguel sekilas.


'Bagaimana cara menyusuinya?'batin Helena.


Helena meraba bagian dadanya kemudian menarik kerah bagian dada nya hingga menampakkan salah satu dari dua bukit kembarnya.


Miguel tersenyum melihat kelakuan Helena.


"Kau ingin memberikannya ASI?"tanya Miguel.


"Kalau begitu, biar aku bantu, kau terlentang saja."


Miguel kemudian menggendong bayi itu dan mendekatkannya ke bagian dada Helena.

__ADS_1


Bayi itu langsung menyambar pu*Ting Helena dan menghisapnya.


Helena menetes sekaligus tertawa melihat bayi kecil itu, menyusu dengan nya.


Sungguh pengalaman yang begitu indah. Wajah bayi itu memerah karena tak mendapati apa yang ia inginkan.


Bayi itu pun menangis dengan kencang karena tak mendapati air susu, tangisannya menggema di seluruh ruangan itu.


"Cup.. cup.. Sayang, jangan menangis, tunggulah disini Daddy akan buatkan susu formula untukmu,"ucap Miguel sambil meletakkan bayi itu di samping Helena.


Helena memiringkan kepalanya sedikit, mencoba untuk mencium pucuk kepala bayi laki-laki yang berambut tebal itu.


Tak henti-hentinya ia meneteskan air mata, ketika mencium bau harum khas bayi yang baru lahir.


Helena memeluk bayi itu, yang kembali tenang berada dalam dekatnya.


Untuk membuat susu formula Miguel menonton channel tutorial cara membuat susu formula.


Dengan telaten ia mengikuti langkah demi langkah cara membuat susu formula untuk bayinya.


"Sudah siap," ucap Miguel ketika merasakan suhu yang pas dan siap diberikan untuk putranya.


Miguel menggendong bayi kecil itu.


"Sini Sayang minum susu mu dulu,"ucapnya sambil memasukkan silikon ****** ke dalam mulut bayinya.


Seperti tergesa-gesa, bayi itu menghisap dengan rakus susu formula yang disodorkan oleh Miguel.


"Hati-hati minumnya Sayang," ucap Miguel sambil mengusap kepala putranya.


Pria yang biasanya berwajah sangar itu mendadak terlihat begitu manis, karena senyum yang tak pernah lepas di wajahnya yang memang tampan.


***


Waktu menunjukkan pukul 09.00 malam, Herlina dan bayinya tertidur dengan lelap.


Helena tak mau jauh dari bayinya karena itu ia meminta Miguel agar meletakkan bayinya tidur di sisinya.


Helena membuka matanya kembali ketika merasa seseorang memeluknya dari arah belakang.


Helena tersadar dan menoleh ke arah Miguel.


"Tidurlah,aku hanya ingin memelukmu,aku rindu padamu Helena," bisik Miguel di telinga Helena.


"Awas saja kalau kau macam-macam!" ancam Helena sambil menyiku kan lengannya ke perut Miguel.


"Aku takkan macam-macam padamu, apalagi sampai menyakiti mu, sudah cukup hukuman yang kau berikan padaku, dan aku takkan mengulanginya lagi. Setelah ini kita akan jaga dan rawat anak kita bersama," bisik Miguel mesra sambil mempererat pelukannya.


Semalam Miguel tidak tidur menjaga anaknya, dengan suka rela ia mengasuh putranya, membuatkan susu formula dan mengganti pakaian bayinya yang basah.


Entah dari mana Miguel mendapatkan keterampilan mengasuh putranya itu, sementara Helena ia biarkan tidur dengan lelap.


***


Momo dan beberapa asisten rumah tangga sedang berada di dapur, mereka sedang menyiapkan makanan untuk para anggota keluarganya.


"Momo! Momo!" Teriak salah satu asisten rumah tangga mereka.


"Ada apa Clara ?" tanya Momo

__ADS_1


"Momo,ada berita baik Momo!" cetus Clara dengan napas yang terengah-engah.


"Berita baik apa?!"


"Nyonya Helena sudah di temukan ! dan sekarang nyonya Helena melahirkan seorang anak laki-laki."


"Hah! Benarkah?!" tanya Momo seakan tak percaya.


"Iya Momo aku baru saja mendengar informasinya dari salah satu Bodyguard, katanya tuan Miguel akan mengadakan pesta tiga hari tiga malam nonstop untuk merayakan kelahiran putra mahkota yang akan menjadi pewaris dari kerajaan bisnis tuan Miguel!" 


"Itu keren sekali! Sudah lama tak pernah diadakan pesta di harem ini!" sahut asisten rumah tangga yang lain, mereka ikut bahagia mendengar berita itu.


"Ya Tuhan semoga saja Nyonya ku kembali ke harem ini, aku sudah tak sabar ingin melihat tuan muda ku," ucap Momo sambil merentang tangannya ke atas.


***


Alena dan Lucia mendengar pembicaraan Clara dan Momo.


Mereka ikut membelalak bola matanya.


"Gawat! Nyonya Helena melahirkan bayi laki-laki!"


"Iya, pastinya Nyonya Helena semakin di sayang oleh tuan Miguel, dan nyonya kita hanya akan menjadikan selir, oh tidak!" dengus Lucia.


"Ayo kita beritahukan berita ini pada Nyonya-nyonya kita," usul Alena.


Mereka semua berlari menghampiri kamar para nyonya mereka masing-masing untuk menyampaikan berita itu.


***


Di dalam kamarnya.


Cecilia mondar-mandir di kamarnya.


"Kemana perginya Miguel? Katanya mau menenangkan diri!" 


Nyonya! Tiba-tiba saja terdengar suara teriakan dari luar ruangan diikuti dengan daun pintu yang terbuka.


"Ada apa Theresia?!"tanya Cecilia dengan kaget.


Hua Hua Theresia mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Gawat Nyonya! Ada berita buruk!"  


"Berita buruk apa Theresia?!"tanya Cecilia dengan panik.


"Nyonya Helena ditemukan dan saat ini beliau sudah melahirkan seorang putra!"


Seketika bola mata Cecilia melotot seperti hendak keluar.


"Apa?! " Jantung Cecilia berdetak dengan kencang.


"Helena ditemukan dan melahirkan seorang putra?! "tanya Cecilia seolah tak percaya.


'Iya Nyonya! Bukan itu saja, rencananya Tuan Miguel akan mengadakan pesta penyambutan kedatangan tuan muda selama tiga hari tiga malam berturut-turut," ucap Theresia.


"Apa?!"


Cecilia semakin syok seketika pandangannya menjadi gelap.

__ADS_1


"Nyonya!" seru Theresia ketika melihat Cecilia pingsan.


__ADS_2