
"Sayang, hari ini kamu cantik sekali," ucap Armando sambil mencubit gadis cantik yang mungkin usianya belasan tahun.
Gadis cantik itu tersipu-sipu dengan rayuan maut dari Armando.
'Ternyata selain gila judi, Armando juga predator ternyata! Beruntung sekali aku bisa lepas dari genggamannya,' batin Helena.
Helena mencari cara untuk mengerjai Armando saat itu.
Sejenak ia memutar otak sambil meletakkan makanan di meja pelanggan.
"Silahkan dinikmati tuan!" ucap Helena ramah pada para tamunya.
Helena kembali ke dapur dengan membawa nampan yang berisi semangkuk saus pedas sedikit hangat , kemudian ia berjalan menghampiri Armando ketika sudah mendekati Armando, Helena pura-pura tersandung.
Bruak! Prak!
Sup pedas itu langsung tumpah mengenai punggung dan dada Armando.
Kejadian begitu cepat terjadi, padahal saat itu Armando tengah merayu mangsanya.
"Apa-apaan ini?!"tanya Armando sambil mengibaskan kemejanya yang basah.Ia berdiri sambil berkacak pinggang.
Panas dan pedas seketika Armando rasakan.
"Oh maafkan saya tuan, saya tidak sengaja, saya tersandung sesuatu," ucap Helena sambil membungkukkan badannya, dengan nada yang pura-pura merasa bersalah.
"Apa katamu seenaknya saja kamu minta maaf! Lihatlah apa yang telah kamu lakukan!"
"Maaf tuan saya tidak sengaja saya adalah pelayan baru di sini sekali lagi saya mohon maaf," tutur Helena.
Melihat keributan yang terjadi di meja Armando, manager restoran menghampiri mereka.
"Ada apa ini Tuan?"tanya manajer tersebut.
"Lihatlah apa yang pelayan itu lakukan kepada pakaianku yang mahal ini!" Teriak Armando.
Sementara Helena pura-pura memasang wajah takut di balik wajahnya yang tertunduk Helena menyunggingkan senyum menyeringai.
Pria itu menatap tajam ke arah Helena.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu bisa tersandung? Padahal tak ada yang mengganjal di lantai.
"Maafkan saya tuan, beberapa hari ini saya mengalami anemia, tadi saya merasa jalan ini bergelombang Karena itulah saya tersandung,"tutur Helena memberi alasan.
Helena menunjukkan wajah sedih dan penyesalannya, hingga membuat sang manager menjadi iba.
__ADS_1
Sementara Armando masih menahan emosinya menunggu keputusan sang menager.Ia berharap gadis itu di pecat
"Maaf Tuan, dia memang pegawai baru di sini," ucap Manager itu, ikut membungkukkan tubuhnya kearah depan.
"Semudah itu kau minta maaf?! saya akan tuntut anda dan restoran ini," ucap Armando.
'Hm, ini baru salam pembuka untuk mu Armando, lihat saja aku akan menghancurkan mu sebagai mana kau menghancurkan hidup ku,' batin Helena .
Tiba- tiba Armando merasakan kulitnya seperti terbakar.
"Akh! Panas ! Akh! "Teriak Armando sambil mengeliatkan tubuhnya.
Karena tak tahan dengan sensasi yang menyiksa itu, Armando langsung berlari menuju toilet seperti orang yang kebakaran jenggot.
Helena berusa menahan tawanya, ketika melihat mantan suaminya itu berlari sambil merintih dan meringis-ringis.
Di dalam toilet Armando segera melepas pakaiannya dan mengguyur tubuhnya. Sementara gadis polos yang di bawa nya ikut menuju toilet menunggu Armando di luar toilet.
"Kau lihat bagaimana akibat dari perbuatanmu?!"tanya manager restoran itu pada Helena.
"Maaf Tuan, tapi saya benar-benar tak sengaja."
"Karena kau masih training aku maafkan kau! Tapi bulan ini, gajimu dipotong separuh!"
"Tidak apa-apa Tuan, yang terpenting saya tidak dipecat,"ucap Helena.
Alangkah kagetnya Helena ketika melihat siapa yang disambut oleh manager di depan pintu restoran.
"Selamat siang tuan Miguel," ucap sang manager sambil membungkukkan tubuhnya.
"Selamat siang Nyonya," ucap Manager itu sambil mengantar Miguel dan tiga istrinya itu duduk di meja makan di ruang khusus VVIP. Ruangan yang memang biasa di tempati Minguel.
Helena terpaku dengan detak jantung yang berdetak kencang.
"Maria!"panggil sang manager sambil melambaikan tangannya.
'Gawat! Tuan Hilton memanggil ku,' batin Helena.
"Kenapa hari ini aku bertemu dengan dua pria brengsek," gumam Helena sambil berjalan menghampiri sang manager.
"Atur nafas mu Helena, jangan sampai kau berbuat kesalahan kali ini."
Helena menarik nafas, kemudian menghempaskan secara perlahan.
Deg deg jantung Helena berdetak kencang ketika berjalan menghampiri tamu restoran tersebut.
__ADS_1
"Hey!" seru Armando dari arah toilet.
Helena berhenti dan menoleh ke arah Armando yang terlihat begitu emosi, dengan baju yang sedikit basah.
Dengan emosi pula Armando berjalan menghampiri Helena yang terdiam di tempatnya berdiri saat itu.
Suara Armando menjadi pusat perhatian para pengunjung restoran, termasuk Miguel dan ketiga istrinya.
"Kau! "Armando hendak mengayunkan tangannya memukul Helena.
Namun, tiba-tiba tangannya berhenti sendiri, sebelum mendaratkan tamparan pada pipi Helena ketika melihat Miguel sedang menatap ke arahnya.
"Miguel," gumamnya lirih.
Armando pun menarik tangannya.Ia langsung meninggalkan Helena dan menghampiri gadis yang ia bawa.
"Ayo sayang, kita pergi dari sini," ucap Armando sambil menarik tangan gadis yang ada di sampingnya.
Armando tak ingin bertemu Miguel, karena dia tak ingin di permalukan untuk kesekian kalinya lagi..
Miguel tersenyum melihat kebodohan Armando.
"Dasar pecundang!" umpat Miguel seraya tersebut mengejek.
"Maafkan saya tuan, ada insiden kecil baru saja,saya harap anda tak terganggu," ucap sang manager.
"Tentu tidak, aku tahu siapa Armando,dia memang ceroboh," sahut Miguel.
"Baiklah, anda silahkan pesan hidangan untuk makan siang anda," ucap Manager tersebut.
"Maria!" panggil sang manager lagi.
Helena kembali kaget, karena tuan Hilton kembali memanggilnya
Mau tak mau Helena harus mendekati pria yang harusnya ia jauhi itu.
Tak ada pilihan lain, kecuali berusaha bersikap tenang, berkali-kali ia mengatur nafasnya agar bisa lebih rileks lagi.
Maria tepat berdiri di belakang Miguel,agar Miguel tak bisa melihatnya.
"Tanya kan pada tuan dan Nyonya ini makan apa yang ingin mereka pesan," titah sang manager.
Helena memperlebar pupil matanya.
'Ya Tuhan, bagaimana jika mereka mengenali suara ku,' batin Helena.
__ADS_1
Bersambung dulu gengs jangan lupa dukungannya ya. 😁