Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Pilihan


__ADS_3

Waktu terus berlalu,


 Helena semakin menikmati kebersamaannya bersama teman-teman suster dan anak-anak panti.


Meski harus bekerja keras memasak dan mengaduk  roti setiap hari, setidaknya Helena menemukan dunia baru dimana ia merasa hidupnya lebih berwarna karena memiliki teman dan juga saudara satu panti.


Ia pun ingat jika dirinya dulu adalah seorang anak panti asuhan yang diangkat oleh Yogust Gwen karena mereka tak memiliki anak.


Helena diangkat menjadi putri Yogust Gwen pada usia 5 tahun. Sejak menjadi putri miliarder itu hidup Helena berubah. Hidupnya berlimpah dengan harta dan barang-barang mewah. Namun Helena tak merasakan bahagia.


Sejak kecil Helena sadar jika yogurt sengaja mengadopsinya agar ketika dewasa nanti, Yogust bisa menikahkan dirinya dengan pengusaha kaya seperti tuan putra Samuel Skeil yaitu Armando Skeil, agar bisnisnya semakin berkembang.


Karena itu Helena dijaga dengan baik oleh kedua orang tua angkatnya, di sekolah kan di dalam asrama wanita, hingga Helena tak pernah tersentuh dan tak pernah bergaul secara bebas dengan lawan jenisnya.


Karena karena itu akan menjadi nilai jual tinggi baginya, di mana budaya barat sangat jarang gadis sepertinya masih perawan.


Sadar dirinya dimanfaatkan oleh sang ayah angkat. Namun Helena menuruti semua keinginan ayah dan ibu angkatnya, itu semua demi membalas jasa mereka yang telah membesarkan Helena dan memberikan pendidikan yang terbaik padanya.


Hari-hari Helena lalui dengan kebahagiaan, tak ada tekanan dari siapapun, saat ini ia merasa dikelilingi orang orang baik yang membuat dirinya bahagia menjalani kehamilannya.


Suka duka Helena lalui di panti selama 7 bulan terakhir ini.


Kini kandungan Helena sudah genap 9 bulan itu berarti sebentar lagi ia akan melahirkan.


***


Helena memutar dirinya di depan cermin, sambil tersenyum melihat perutnya yang begitu buncit.


"Tak terasa sebentar lagi kamu akan lahir di dunia ini Sayang," ucap Helena sambil mengurus perutnya.


Tok tok tok tiba-tiba terdengar suara geduran pintu.


Agnes datang dengan seorang dokter untuk memeriksa keadaan Helena.


Belakangan ini Helena memang sering mengeluhkan sakit pada pinggang dan perutnya. Karena itulah Agnes berinisiatif untuk memanggilkan seorang dokter yang akan memeriksa Helena.


"Helena, ini dokter kandungan yang tuan Jose pesankan untuk kamu," ucap Agnes.


"Selamat pagi nyonya," sapa  dokter itu.


"Selamat pagi dokter, silakan masuk," ucap Helena.


Helena sengaja melakukan penyamaran lagi di hadapan orang asing.


"Mari saya periksa," ucap dokter itu sambil mempersilahkan Helena untuk berbaring.


Helena berbaring, kemudian dokter memeriksa perut Helena dengan menyentuh dan menekan di area tertentu.


"Nyonya, apa Anda tidak pernah memeriksakan kandungan anda sebelumnya?" tanya dokter itu.


"Tidak pernah," sahut Helena singkat.


"Kalau begitu, sebaiknya anda periksa kandungan anda. Sepertinya sebentar lagi Anda akan melahirkan. dengan memeriksa kandungan, akan mengulangi resiko yang tidak diinginkan ketika persalinan," ujar dokter itu.


"Memeriksa kehamilan?" gumam Helena 

__ADS_1


"Iya Nyonya, apalagi ini kehamilan anda yang pertama, saya sarankan agar anda memeriksakan diri sebelum hari kelahiran."


"Nantinya setelah di USG, dokter dapat memperkirakan hari taksiran persalinan, dokter juga bisa memutuskan tindakan apa yang tepat untuk persalinan anda,"papar dokter itu.


"Untuk sementara detak jantung anak anda normal, tekanan darah Anda juga normal,saya akan beri vitamin penambah darah untuk anda, Anda juga harus beristirahat yang cukup,"lanjutnya sambil menulis sesuatu di secarik kertas.


"Anda bisa konsultasi sore ini di rumah sakit tempat saya praktek."


Helena terdiam berapa saat, ketika mendengar penuturan dokter tersebut.


Saat ini, ia tahu jika Miguel masih mencari keberadaannya dan orang-orang Miguel masih berkeliaran di sekitar kota untuk mencari keberadaannya.


Namun, ada hal yang juga harus Helena pikirkan yaitu tentang kesehatan bayi yang ada di dalam kandungannya.


Helena tidak ingin menjadi egois, hanya karena ingin menyembunyikan identitas dirinya lalu mengabaikan kesehatan anak yang ada dalam kandungannya.


Setelah dokter itu meninggalkan kamar pribadi Helena, Veronica datang menjambani kamar Helena.


"Bagaimana pemeriksaannya Helena?" tanya Veronica, wanita 30 tahun yang sudah ia anggap seperti kakaknya.


"Dokter menyarankan agar aku melakukan pemeriksaan di rumah sakit,"tutur Helena lirih.


"Lalu kenapa kau terlihat ragu?" tanya Veronica sambil menatap lekat wajah Helena.


Helena hanya diam semakin menundukkan wajahnya.


"Sampai kapan kau akan bersembunyi Helena, ketika anak itu lahir, bukankah anak itu harus memiliki nama keluarga di belakangnya."


"Atau kau ingin anakmu ini seperti anak-anak panti yang tidak memiliki nama keluarganya?" tanya Veronica.


Jika mendaftarkan dirinya di rumah sakit besar, kemungkinan Miguel akan menemukannya.


"Sudahlah Helena, ada baiknya kau hentikan pelarian ini. Bukannya kami tak menerima keberadaanmu di sini, tapi menjalani single parent tentulah tidak mudah. Apa kau tidak lihat Bagaimana anak-anak panti menjalani kesehariannya, mereka memang terlihat bahagia. Namun, pasti ada luka dalam hati diri mereka ketika keluar dari panti ini mereka melihat betapa bahagianya anak-anak yang dikaruniai oleh keluarga yang utuh,"nasehat Veronica.


Veronica mengatakan hal itu bukan Tanpa alasan, karena ia mendengar cerita dari tuan Jose jika Miguel masih melakukan pencarian terhadap Helena.


Keseriusan dan kegigihan Miguel dalam mencari dirinya, itu berarti Helena dan anak yang ada di dalam kandungannya adalah sesuatu yang begitu berarti bagi Miguel.


Sudah banyak harta yang keluarkan oleh Miguel hanya untuk mencari keberadaan Helena.


Lagi-lagi Helena bergeming, jujur saja ia masih trauma jika harus tinggal bersama Miguel dan para istri-istrinya di harem.


Mereka semua tak ada yang menyukai Helena, mereka semua licik, tak seperti di tempat ini,di sini  Helena menemukan kedamaian dan ketenangan dalam hidupnya.


Veronica tersenyum melihat Helena yang hanya bergeming.


"Kau pikirkan saja Helena, aku tahu ini sebuah pilihan berat bagimu. Kami akan menerima dengan senang hati apapun keputusanmu,"ucap Veronica sambil berjalan menghampiri Helena.


Veronica mengusap punggung Helena sebagai isyarat jika mereka semua mendukung segala keputusan Helena.


Termasuk Tuan Jose, seandainya Tuan Jose tak mendukung Helena, sudah pasti ia akan mengatakan pada Miguel jika Helena berada di panti asuhannya.


Namun, terlepas dari semua itu mereka semua menyerahkan keputusan pada Helena.


****

__ADS_1


Sore hari ini Helena ditemani oleh Tuan Jose dan Agnes pergi ke sebuah rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.


Helena kembali memutuskan untuk melakukan penyamaran. Namun untuk registrasi di rumah sakit, tentu saja ia harus menggunakan nama aslinya.


Helena mendaftar dengan nama Helena Gwen.


Setelah menunggu beberapa orang pasien, kini tibalah Helena masuk ke dalam ruang pemeriksaan dokter kandungan.


"Silakan berbaring Nyonya," ucap dokter itu.


Helena berbaring dan seorang suster mengalahkan transduser ke perutnya.


"Sudah saya duga sebelumnya," gumaman dokter kandungan yang memeriksa Helena," Kondisi bayi anda sehat, hanya saja plasenta bayi ini menutupi jalan lahir, sehingga anda tidak bisa melahirkan secara normal," tutur dokter itu.


"Tidak bisa melahirkan secara normal ?"guman Helena lirih  sambil menelan ludahnya.


"Iya Nyonya, anda bisa melakukan operasi cesar hari ini juga, karena taksiran hari kelahirannya pun hanya 3 hari setelah hari ini."


Helena bangkit setelah diperiksa oleh dokter kandungan. Pikirannya masih menimbang-nimbang tentang rencana operasi caesarnya.


Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, Tuan Jose ikut masuk ke dalam ruang pemeriksaan untuk mendengar keterangan dokter.


"Bagaimana menurutmu Helena, kau harus dioperasi karena tak bisa melakukan persalinan normal?" tanya tuan Jose.


Mendengar pertanyaan itu Helena kembali menundukkan wajahnya.


"Untuk biaya jangan kau pikirkan, saya yang akan menanggung biaya ucap," Tuan Jose.


Helena tersenyum, sebenarnya ia tidak enak hati pada tuan  Jose, Helena merasa sudah banyak berhutang budi pada Tuan Jose.


Ditambah lagi dengan biaya operasi caesar yang tidak akan memakan biaya yang sedikit.


Mau tak mau Helena mengangguk lirih.


"Baiklah kalau begitu, tanda tangani surat persetujuan operasi ini," ucap dokter tersebut sambil menyodorkan selembar kertas kepada tuan Jose.


"Apa ini?" tanya Tuan Jose.


"Ini surat penandatanganan persetujuan operasi yang harus ditandatangani oleh pihak terdekat dari pasien." Dokter itu menjelaskan.


"Oh maaf, saya tidak bisa menandatangani ini,"ucap tuan Jose sambil mengangkat tangannya.


Helena mengkerutkan keningnya ketika menatap Tuan Jose.


"Kenapa Tuan?" tanya dokter itu yang juga ikut heran.


"Saya tidak ingin dipersalahkan dan dituntut, jika terjadi sesuatu pada Helena saat operasinya. Sebenarnya ada yang lebih berhak menandatangani surat persetujuan operasi ini," ucap Tuan Jose.


"Apa Nyonya Helena memiliki keluarga atau saudara terdekat?" tanya dokter itu.


"Tidak ada, tapi Helena memiliki seorang suami dan hanya suaminya lah yang berhak menandatangani surat persetujuan operasi ini," ucap Tuan Jose dengan tegas.


Seketika Helena menoleh ke arah Tuan Jose.


deg deg deg

__ADS_1


bersambung dulu ya gengs jangan lupa dong di like, di komen dikasih gift biar Eka semangat nulisnya wkwk, kasih kopi biar gak ngantuk 🙈🙏😄😘


__ADS_2