Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Ternyata


__ADS_3

Hujan lebat membasahi Harem, deru angin terdengar mengguncang pepohonan di sekitar tempat tersebut.


Keadaan Harem begitu sepi dan sunyi seperti tiada penghuni. 


Hujan yang lebat membuat siapapun enggan membuka kelopak matanya di malam ini. Para Nyonya sudah terlalut dalam mimpi, begitupun bayi-bayi mereka.


Di antara keheningan malam, suara langkah kaki seorang memecah kesepian di tempat itu.


Sebuah nyala lampu menerangi koridor rumah, diiringi dengan beberapa lampu lainnya  hingga tibalah di depan pintu rumah.


Theresia keluar dari kamarnya kemudian membukakan pintu untuk seseorang.


"Silahkan nyonya, Saya sudah persiapkan," ucap Thresia sambil membuka daun pintu lebih lebar.


Wanita berwajah licik itu pun tersenyum 


seorang wanita menggunakan pakaian serba hitam masuk ke dalam rumah dengan jalan melenggang. Wanita berpakaian hitam itu Tentu saja sangat mengenal seluk beluk Harem, ia pun berjalan menuju tempat yang seharusnya ia tuju.


Wanita itu tak hanya memakai pakaian hitam tapi juga membawa setumpuk berkas 


 Sebelumnya Theresia sudah memberikan obat tidur kepada para bodyguard, sehingga Reina menjadi leluasa masuk ke dalam rumah itu.


Reina langsung memasuki ruang kerja Miguel, yang saat itu tak dijaga. Ia  kemudian menghampiri brankas. 


Reina memutar kombinasi kode pada brankas.


Ia pun tersenyum nyeringai." Ternyata Dari dulu dia tak pernah mengganti sandinya, aku hampir tak percaya  semudah ini," ucap Reina.


Reina memeriksa beberapa berkas, ia memilih berkas-berkas yang sangat penting. Setelah mendapati berkas itu, kemudian ia menggantinya dengan berkas yang palsu.  


Reina begitu hafal dengan apa yang ada di brankas, karena selama 10 tahun dia adalah istri kepercayaan miguel yang menangani kearsipan harta kekayaan Miguel.


"Selesai," gumam Reina sambil menutup kembali pintu brankas.

__ADS_1


"Miguel, Miguel..  semudah inikah menghancurkanmu," ucap Reina seraya berjalan dengan senyum penuh kemenangan 


Reina keluar dari ruangan itu dengan setumpuk berkas asli milik Miguel.


Setelah keperluannya selesai, ia pun segera pergi karena bisa saja para bodyguard itu terbangun setelah obat biusnya habis.


Theresia ikut mengantar Reina hingga ke depan pintu.


"Ini untukmu," ucap Reina sambil menyodorkannya beberapa batu permata di tangan Theresia.


Bukan main senangnya hati Theresia mendapat batu permata itu. Harga batu permata itu saja senilai dengan 1 sampai 2 tahun gajinya. Sementara Raina memberikan 5 buah batu permata. Itu artinya seperti mendapatkan gaji nomplok 5 sampai 10 tahun bekerja.


Karena iming-iming itulah Thresia rela melakukan apapun. Setelah kejadian ini ia juga berniat untuk pergi dari harem dan kabur dengan membawa batu permata itu.


"Terima kasih Nyonya, senang bekerja sama dengan anda."


"Baiklah tugasmu sudah selesai, jika kau ingin pergi dari sini pergilah."


"Tentunya Nyonya,Setelah Malam ini saya juga akan meninggalkan harem," gumam Thresia.


"Pekerjaan mudah dengan bayaran yang besar, setelah ini aku tidak perlu lagi repot mengurusi Nyonya Cecilia yang selalu menyusahkan itu," ucap Thresia.


Theresia menelpon seseorang untuk menjemputnya, setelah tugasnya selesai, dia bermaksud untuk kabur dari harem. Theresia sudah bisa membayangkan Bagaimana rencana Raina itu menghancurkan Miguel dan keluarganya.


Namun apa pedulinya, yang penting ia bisa hidup enak sekarang dengan imbalan yang diberi oleh Raina.


Thresia kembali ke kamarnya kemudian mendorong koper. Sebelum para Bodyguard itu bangun ia harus segera pergi.


Sebuah mobil minibus berwarna putih sudah menanti kehadiran Thresia.


Theresia membuka pintu mobil itu, kemudian ia melambaikan tangan ke arah bangunan megah itu


"Selamat tinggal Harem,"  ucap Theresia.

__ADS_1


Tugas Theresia bukan hanya membuka pintu pada Reina di malam ini. 


Tapi ia adalah otak di balik tragedi yang menimpa Cecilia.


Tresia sengaja menghasut Cecilia hingga Cecilia menjadi nyonya yang arogan. Ia sengaja mengapi-ngapi Cecilia untuk mendapatkan perhatian dan cinta miguel dengan membandingkan perlakuan miguel terhadap istri-istrinya. 


Mereka semua di adu domba agar selalu bertengkar dalam memperebutkan perhatian miguel.


Salah satu faktor cacatnya baby Bryan adalah ulah Theresia dan Reina yang ingin menghancurkan keturunan Miguel.


Mereka berdua memberi minuman yang mengandung zat kimia berbahaya yang dapat mempengaruhi pertumbuhan janin.


Karena ia adalah asisten pribadi Cecilia, maka hal itu begitu mudah dilakukan. 


Theresia juga mencuci otak Cecillia untuk memusuhi para istri Minguel yang lain.


Setelah bayi Cecilia lahir, Theresia semakin jadi menghasut Cecilia. Theresia pura-pura baik dan mengkhawatirkan keadaan Cecilia di hadapan Miguel, padahal dialah yang memberikan ramuan yang mempengaruhi kondisi kejiwaan Cecilia.


Mobil yang membawa Theresia melaju kencang meninggal harem.


***


Setelah berhasil mendapatkan berkas-berkas penting yang asli milik Miguel, Reina menghampiri Armando yang mondar-mandir di depan mobil 


"Bagaimana apakah berhasil?"tanya Armando.


"Tentu saja!"


"Ayo cepat masuk ke dalam mobil!" Ajak Reina.


Dengan cepat Armando dan Reina meninggal tempat tersebut.


"Sudah tak sabar melihat kehancuran Miguel," ucap Reina.

__ADS_1


"Dan aku tak sabar untuk memiliki Helena kembali," ucap Armando Sambil tersenyum menyeringai.


bersambung dulu gengs. terima kasih karena sudah setia membaca karya author ini.


__ADS_2