Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Hancurnya Miguel


__ADS_3

"Ada apa ini ?" Tanya ketiga istri Miguel dengan panik ketika gerombolan orang meminta mereka untuk keluar.


"Tuan  Miguel yang sudah melelang semua hartanya kepada tuan Joseph, jadi sekarang juga Anda semua harus keluar dari harem ini, karena kami akan melakukan penyitaan."


"Penyitaan?  tapi tak mungkin. Kenapa Miguel sampai lelang semua hartanya? Bukankah perusahaan suami kami banyak, kami juga tak pernah kekurangan uang," cetus Barbara.


"Kami tidak tahu akan masalah itu nyonya, kami disini hanya menjalankan tugas!" Bentak pria berseragam kepolisian," anda semua harus keluar dari sini !termasuk para asisten rumah tangga karena rumah ini sudah menjadi milik Tuan Joseph," lanjut pria itu.


"Tidak bisa seperti itu, kalian pasti salah! Jika seandainya Miguel melelang semua hartanya dia pasti memberi kami tahu  terlebih dahulu," cetus Helena.


"Haha itu masalah anda, yang jelas anda semua harus keluar dari rumah ini saat ini juga, jika tidak kami akan melakukan pemaksaan!" Ancam seorang pria bertubuh kekar.


Barbara ,Felisha dan Helena begitu kaget, Mereka pun saling memandang. Sementara anak mereka menangis karena mendengar suara teriakan keras dari para lelaki itu 


"Coba saja kalau kau berani melakukan itu, suamiku pasti takkan tinggal diam!"seru Helena sambil menghadang para Bodyguard itu dengan tubuhnya. Padahal saat itu ia tengah menggendong Bryan.


"Hahaha kami tidak akan takut pada Miguel, memangnya siapa dia sekarang?! Sebentar lagi Miguel juga akan jadi gelandangan karena hutang hutangnya ! Bahkan semua harta Miguel tak bisa membayar hutang yang dipinjam pada Tuan Joseph! "Seru salah seorang dari mereka.


"Ayo bereskan barang-barang kalian semua! Cepat pergi dari sini!" Bentak salah satu dari pria-pria itu.


Pasukan itu masuk menerobos Harem!


"Tidak ! Jangan berani kalian menyentuh barang-barang di rumah ini !" Teriak ketiga Istri Miguel dan yang lainnya.


.Para istri beserta asisten mereka membuat pagar betis agar sekelompok orang tersebut tak bisa masuk ke dalam rumah mereka dan menyentuh barang-barang mereka.


"Minggir kalian!"  tanpa perasaan mereka mendorong Helena hingga Helena terjungkal, beruntung tidak terjadi apa-apa pada Bryan.


"Nyonya!" teriak Momo.


Melihat Helena yang diperlakukan kasar, Felisha menghampiri pria itu.


Hai pria pengecut! beraninya kau mengusir kami dari rumah kami, serta memperlakukan kami dengan kasar! Beritahu  pada Tuhan Joseph! kami tidak akan keluar dari rumah ini!"teriak Felisha.


"Oh Ternyata kalian nekat! Ayo singkirkan mereka semua yang menentang, rumah ini harus segera dikosongkan!"


Beberapa orang pun menghampiri ketiga istri Miguel masing-masing mereka menarik istri Miguel.


Dua orang menarik tangan Helena Felisha dan Barbara. Mereka bahkan menyentak-nyentak tangan para Nyonya itu, sementara anak yang mereka gendong menangis menangis.


Lepas! Teriak ketiganya sambil memberonta.


"Keluar kalian dari sini jangan pernah menyentuh rumah ini lagi!"teriak salah satu orang pria kemudian mereka menutup pintunya.


Panik cemas dan khawatir, yang mereka rasakan, dan tak ada satupun Bodyguard mereka yang datang  membantu mereka.


Rumah mereka dikunci dari dalam, sementara mereka berada di luar hanya menggunakan pakaian sehelai sepinggang.


"Hiks hiks,Apa yang terjadi sebernya,  kita harus kemana sekarang, jika rumah kita di sinta?"tanya 


"Iya, kasihan anak-anak kita," ucap Barbara sambil menenangkan putranya yang sedang menangis 

__ADS_1


"Tenanglah, aku yakin sebentar lagi miguel akan datang, kita tunggu saja, untuk sementara tenang dulu anak-anak kita."


"Tapi kita harus kemana? Di luar panas sekali," ucap Barbara sambil mengipas putranya yang menangis dengan selesai kain.


Di saat tengah kebingungan menentukan arah. Beberapa orang Bodyguard kembali keluar dengan wajah yang memerah.


"Hey Kenapa kalian tidak keluar dari sini! Kalian pergi jangan menginjakkan halaman rumah ini lagi!" Usir para bodyguard.


Beberapa pria pun turun ke halaman rumah menarik ketiga istri dan beberapa asisten pribadi mereka.


Suara tangisan anak mereka lantang terdengar begitu pun dengan penolakan mereka terhadap para Bodyguard itu. Mereka Bukannya tidak melawan tapi jumlah mereka kalah banyak dari para Bodyguard.


Setelah keluar dari halaman rumah Miguel, pintu pagar ditutup dan digembok.


"Bagaimana ini bagaimana dengan nasib anak-anak kita, di mana Miguel sekarang?"tanya Felisha yang semakin cemas.


"Kita harus ke mana sekarang kita tak mungkin berada di luar rumah anak-anak kita masih kecil, sementara semua barang-barang kita ada di dalam rumah itu," timpal Barbara.


Helena kemudian melirik cincin dan gelang miliknya.


"Kita jual saja perhiasan kita, kita tidak tahu apa yang terjadi pada Miguel, mungkin saja Miguel saat ini mendapati masalah yang serius. jika tidak, tidak mungkin kita akan terusir dari Rumah Kita sendiri," tutur Helena.


"Ayo kita kumpulkan perhiasan,ang melekat di tubuh kita, kemudian kita cari rumah sewa untuk sementara," usul Helena.


Dibantu oleh asisten Mereka pun melucuti semua perhiasan yang mereka miliki.


Beruntung perhiasan itu adalah perhiasan mahal dan hanya itu yang mereka miliki selain anak-anak mereka.


***


Setelah diusir dari kantornya sendiri Miguel menuju mobil miliknya, ia tak tahu sebenarnya apa yang terjadi, hingga bisa-bisanya Tuan Joseph memiliki semua akta perusahaan beserta surat-surat berharga miliknya.


Ketika Miguel hendak membuka pintu mobil . Miguel kembali dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang polisi.


"Tuan Miguel!  Anda kami tangkap!"


"Apa kesalahan saya?" tanya Miguel.


Anda telah memenjarakan nyonya Reina di dalam rumah Anda sendiri dan itu bertentangan dengan hukum di negara ini.


"Reina?"


"Iya, kalau begitu Anda harus ikut kami ke kantor Polisi untuk memberi keterangan."


Mau tak mau Miguel ikut dalam rombongan polisi tersebut. Sebenarnya,ia  masih bingung karena kejadian ini begitu cepat terjadi dan tak pernah disangka olehnya.


Seperti mimpi di siang bolong, kini semua yang miguel miliki, dirampas oleh Tuan Joseph.


Miguel duduk di dalam mobil polisi sambil memutar otaknya.


"Sepertinya ada yang berkhianat padaku, ada yang mencuri berkas-berkas milikku. Kemudian menukarnya dengan berkas-berkas palsu. Tapi Siapa dalang dibalik semua ini," batin Miguel.

__ADS_1


Setibanya di kantor polisi, Miguel langsung dimintai keterangan terkait tentang perbuatan miguel yang memenjara  Reina.


Setelah memberikan keterangan kepada polisi, Miguel ditetapkan sebagai tersangka.


"Anda kami tahan!  untuk sementara anda akan dimasukkan dalam penjara, di kantor polisi sambil menunggu pemeriksaan selanjutnya," ucap kepala polisi 


"Tidak tuan, saya akan bayar berapapun asal saya tidak butuh penjara. Saya mengakui kesalahan saya karena telah memenjarakan Raina istri saya.


"Maaf tuan Anda harus tetap di penjara," ucap salah seorang anggota polisi, kemudian Miguel diborgol.


"Tolonglah Tuan lepaskan aku, aku akan membayar berapapun yang akan kalian minta Tapi lepaskan aku, aku harus pulang menemui keluarga ku," ucap Miguel 


Hahaha suara lantang terdengar dari arah pintu saat itu, Armando, Tuan Joseph dan Samuel Skeil bersama seorang wanita sedang menertawakan Miguel.


Bukan main kagetnya Miguel, matanya menyala menatap ke empat orang tersebut.


"Kalian ternyata bersekongkol! Lihat lah akan ku balas kalian!" 


"Hahaha, Kau ingin melawan kami semua?  Bagaimana bisa?" tanya Armando dengan senyum mengejeknya 


"Sedangkan kau tak punya apa-apa sekarang Miguel !" 


Haha semua turut tertawa menyaksikan kemarahan Miguel


Miguel memecingkan matanya menatap ke arah orang itu satu persatu, kemudian tatapannya terhenti ketika melihat seorang wanita yang tersenyum ke arahnya.


Meskipun wajah wanita itu asing, Namun, senyumnya tetap Miguel bisa miguel kenali.


"Reina kau!"


"Hahaha kau mengenalku Miguel. Jika dulu aku yang dipenjara dan tersiksa di dalam penjara, maka akan ku pastikan kau yang akan menderita di penjara!"


"Lihatlah, semua aset yang kau miliki sudah berpindah tangan atas namaku," imbuh Reina.


"Kau! Bagaimana bisa kau melakukannya?" tanya Miguel dengan geram.


"Hahaha, aku 10 tahun menjadi istrimu Miguel, dan selama 10 tahun aku mengkhawatirkan jika suatu saat kau menendangku dari harem, karena kau memiliki kebiasaan menikahi wanita yang kau sukai. Karena itulah, jauh-jauh hari aku mempersiapkan diri dengan mempelajari tanda tanganmu. Dan ternyata berhasil, aku bisa meniru 99% tanda tanganmu sekarang,"  ucap Rameina sambil tersenyum menyeringai.


"Dasar kau wanita tidak tahu diuntung! Lihat saja kebenaran pasti akan terungkap!" 


Hahaha kau mau melawan siapa Miguel? kau tahu dengan hartamu yang banyak itu, kami telah bersepakat untuk membagi hasilnya. Tuan Joseph pejabat daerah, kepala kepolisian dan masih banyak lagi yang ikut membantu dalam usaha menjatuhkanmu,"  timpal Armando.


"B****** kau Armando! Aku tak menyangka kalian semuanya naif! Lihat saja aku tidak akan tinggal diam, akan ku balas perbuatan kalian nanti !"seru Miguel sambil menatap ke arah Armando.


Armando tersenyum menyeringai.


"Silakan nikmat di sisa umurmu dipenjara Miguel, karena aku akan menikmati hariku bersama Helena istrimu itu, terus terang aku masih penasaran terhadap nya,"  ucap Armando dengan nada sedikit berbisik.


Bukan main marahnya Miguel mendengar ucapan Armando, ia langsung memberontak melepaskan diri dari dua polisi yang menggenggam tangannya 


Kemudian miguel mendorong Armando hingga terjungkal ke lantai, dan memukulnya bertubi-tubi. Karena para polisi di sana sudah bersekutu dengan Tuan Joseph dan Armando,  mereka pun berbalik menyerang Miguel. Miguel dipukuli hingga babak belur,setelah itu dimasukkan dalam penjara.

__ADS_1


"Awas kalian semua!"


__ADS_2