Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Bantuan Tak Terduga


__ADS_3

Di sebuah ruangan .


Sekumpulan orang tengah mengadakan pesta.


Reina dan Armando termasuk dari bagian mereka.


Mereka  adalah orang orang yang memiliki kepentingan pribadi terhadap Miguel Simon.


"Haha, bersulam untuk kemenangan kita yang sebentar lagi akan kita raih," ucap seorang pria.


"Bersulam!"


Cis gelas mereka berbenturan.


" Tuan- tuan saya punya kabar gembira untuk kalian semua," ucap Tuan Joseph.


"Berita apa tuan Joseph?"  tanya seorang pria tua yang berusia tujuh puluh tahun. 


Tuan Joseph tersenyum. 


"Tuan Jose telah berhasil saya habisi."


"Apa hubungannya tuan Jose itu dengan rencana kita tuan , Tanpa dihabisi pun, sebentar lagi pak tua itu akan mati, " ucap salah seorang dari mereka.


"Haha, pria tua itu bisa sangat berbahaya untuk kita, karena ia mengetahui semua yang terjadi pada ayahnya miguel simon," ucap salah seorang di antara mereka.


"Kalau begitu apa rencana kita selanjutnya?"


"Menghabisi Miguel Simon dengan demikian kita bebas menguasai hartanya."


"Tidak semudah itu! Aku ingin Miguel menderita terlebih dahulu, aku sudah sangat dendam terhadapnya. Karena dia aku merasakan sengsara di dalam penjara dan aku tak  tahu dimana putri ku Helena berada."


"Aku sudah berusaha menemukan Helena Tuan. Tapi ternyata putri mu itu cerdik juga, entah kemana dia bersembunyi saat ini," sahut Arnando.


"Aku yakin Miguel berhasil mencuci otak Helena. Dan Helena pasti akan membela Miguel, kita harus temukan dia,sebenarnya  aku tak ingin menyakiti putriku sendiri. Namun,karena dia sudah berada di pihak musuhku dan mengetahui semua rahasia ku, aku tak segan-segan akan menghabisinya."


"Tapi sebelum menghabisi Helena, izinkan aku menikmati terlebih dahulu," ucap Armando Seraya tersenyum menyeringai.


Raina hanya menyimak pembicaraan mereka.


***


Miguel bersandar pada dinding jeruji besi matanya mengedar ke arah sekeliling mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari tempat terkutuk tersebut. 


Seorang pria datang menghampiri Miguel.


"Haha, akhirnya kita bertemu lagi Miguel. "


 Miguel membelalakan bola matanya, ketika melihat siapa yang datang menghampirinya. 

__ADS_1


"Kau!" ucap Miguel berdiri karena waspada. 


Pria lainnya membuka pintu penjara dan pria bertubuh sedikit gempal itu pun masuk kedalam penjara.


Miguel yang dalam keadaan lemah tersebut berdiri untuk waspada.


Namun, pria itu langsung memukul Miguel tanpa memberinya kesempatan untuk melawan.


Memang sehari harinya seperti itu, mereka akan memukul miguel dua kali dalam satu hari.


Namun pemukulan itu hanya untuk menyakiti Miguel dan membuatnya tak berdaya. Agar Miguel tak punya kuasa untuk melawan apalagi kabur di penjara.


Pandangan Miguel sudah kabur dengan hidung dan bibir yang masih terus mengeluarkan darah.


Bugh! 


Akh! Tubuh Miguel terhuyung karena pukulan keras pria itu kembali yang kembali menghajar Miguel.


"Kau tak ingat bagaimana kau memperlakukan aku?!" tanya pria itu yang tak lain adalah tuan Yogust.


Bugh! Bugt!


Tuan Yogust terus menghajar Miguel.


"Sudah cukup Tuan! Dia tak boleh mati di tempat ini!" ucap seorang pria yang bersama tuan Yogust.


"Kalau begitu, kita harus pergi dari sini Tuan, karena nanti malam eksekusi akan berlangsung."


"Benar, aku tak sabar melihat putra dari Ernest Simon ini mati!"


Tuan Yogust dan pria berkulit hitam itu pun keluar dari penjara itu 


Miguel terbaring tak berdaya setelah mendapatkan pukulan dari  pria itu.


Setelah kedatangan tuan Yogust, sesorang  kembali menghampiri penjara tersebut.


Miguel menatap sayu ke arah sosok yang hadir dan menghampirinya


"Miguel!" Panggil wanita itu.


Miguel yang baru saja menutup matanya kembali membuka, kemudian miguel memicingkan matanya menatap penuh kebencian.


"Kemarilah!" 


"Reina, mau apa kau kemari?"tanya  Miguel.


"Aku datang untuk menyelamatkanmu!" ucap Reina dengan suara pelan seperti berbisik.


Mendengar itu Miguel menyunggingkan senyum sinis nya. "Menyelamatkan ku, bukannya kau yang menjebak ku hingga jadi seperti ini," ucap Miguel lirih.

__ADS_1


"Iya benar Miguel, tapi aku menyesal karena telah tertipu oleh mereka."


Miguel tertawa kecil mendengar kata-kata penyesalan dari  Reina yang tak masuk akal.


"Miguel aku memang membencimu, tapi jauh dari lubuk hati ku aku begitu mencintaimu," ucap Reina.


"Cinta tak akan menyakiti sesekali Reina, kau tak punya cinta untuk siapapun terkecuali dirimu."


"Sudahlah miguel, kau dengar saja penuturan ku ini. Aku tak punya waktu menjelaskan semua ini kepadamu." 


" Hari ini adalah hari kampanye para pendukung tuan Adnan, pesaing tuan Joseph yang akan menduduki pemerintahan.


"Tuan Adnan mendapatkan banyak dukungan dari para pemuka agama dan pejabat penting lainya, karena banyak masyarakat yang mendukung tuan Adnan, makanya mereka merencanakan pembantaian. Mereka membuat konspirasi untuk menjatuhkan nama tuan Adnan. Di saat kampanye akan banyak pendukung tuan Joseph dibunuh, kemudian mereka akan membuat opini publik seolah-olah kejadian ini adalah ulah pendukung tuan Adnan, termasuk menjadikanmu korban, karena kau pernah dekat dengan tuan Joseph."


Miguel menatap nyalang ke arah Reina, ia seperti tak percaya wanita itu.


"Dengarkan aku Miguel, aku punya obat yang bisa membuat kau menjadi kuat dalam beberapa jam, kau bisa gunakan obat ini untuk melawan mereka nanti, selain itu aku juga punya senjata yang lebih mematikan dari pada pistol. Sumpit ini mengandung racun yang akan menghentikan detak jantung selama beberapa saat, kau keluarlah dari penjara sebelum mereka datang membawa mu kabur dari tempat ini,"ucap Reina sambil melemparkan sebuah bungkusan plastik seukuran telapak tangan.


Miguel langsung menyambar bungkusan tersebut.


Setelah itu Reina langsung keluar dari tempat tersebut.


Reina berjalan cepat keluar dari penjara bawah tanah itu. Ketika ia hendak menuju mobil, Reina merasakan ada benda dingin yang menusuk di bagian punggungnya.


Akh! Teriak Reina, belum sempat ia menoleh kearah belakang, sebuah tusukan menghujaminya kembali, terus dan terus hingga tubuh Reina tergelatak bersimbah darah. 


Setelah di pastikan Reina tak lagi bernyawa tubuhnya di seret dan dibawa ke dalam mobil.


***


Percaya tak percaya Miguel tak punya pilihan lain selain mempercayai Reina. Ia langsung meminum ramuan yang di bawa oleh Reina tersebut kemudian meminumnya.


Beberapa saat kemudian Miguel berkeringat dengan detak jantung yang berirama cepat.


Miguel langsung bangkit, dengan tatapan mata yang tak lagi kabur.


Karena tak ada penjaga yang berjaga di sana, dengan leluasa Miguel membuka pintu penjara tersebut.


Dengan mudah miguel memaut gembok yang melekat di penjara itu, kemudian ia keluar dari penjara tersebut.


***


Sementara itu seorang pria yang di tugaskan menjaga penjara Miguel melihat rekaman cctv di penjara, ia melihat ke datangan Reina di tempat itu.


Pria itu pun mengejar Reina dan langsung menghabisinya, sementara seorang polisi lagi menghampiri  Miguel.


Miguel yang baru keluar dari sel tahanan langsung menyerang pria yang menghampirnya, benar saja tubuh pria itu langsung membiru setelah beberapa saat terkena racun sumpit itu.


Setelah itu Miguel buru-buru keluar dari tempat tersebut sebelum semakin banyak pasukan yang datang.

__ADS_1


__ADS_2