Pengantin Yang Dipertaruhkan

Pengantin Yang Dipertaruhkan
Putra Kedua


__ADS_3

Miguel masih gelisah menantikan kabar dari anak dan istrinya di depan pintu kamar operasi.


Beberapa saat kemudian, seorang suster keluar dari ruang operasi,segera saja Miguel menghampirinya.


"Suster, bagaimana dengan kondisi anak dan istri saya?" tanya Miguel.


"Keadaan istri anda cukup stabil, hanya saja …."Suster itu menghentikan kata-katanya.


"Hanya saja apa?" suster tanya Miguel semakin cemas.


"Hanya saja bayi anda mengalami lemah jantung," lanjut suster, "ketika dilahirkan, bayi Nyonya Cecilia dalam keadaan kulit dan kukunya membiru, bayinya pun tak menangis ketika dilahirkan," papar  suster tersebut.


Miguel membelalakkan bola matanya mendengar ucapan suster tersebut, perlahan bola matanya berembun.


"Lemah jantung," gumam Miguel lirih. 


Sesak langsung terasa di dadanya, ketika membayangkan bagaimana nasib anaknya kini.


"Permisi tuan," ucap Suster seraya berlalu meninggalkan Miguel yang terdiam membeku.


Beberapa saat kemudian seorang suster kembali keluar dari ruangan operasi dengan mendorong sebuah tabung kaca yang di dalam terdapat seorang bayi.


Melihat hal itu, Miguel mengikutinya suster tersebut.


"Suster apakah bayi ini, bayi Nyonya Cecilia ?" tanya Miguel. Bola mata Miguel memerah  ketika melihat beberapa alat kesehatan terpasang pada tubuh bayi mungilnya.


Perlahan air mata Miguel menetes melihat bayinya di dalam tabung kaca.


"Iya Tuan," jawab Suster.


Miguel meraba tabung kaca dengan bola mata berembun.


Bayi malang itu sedang tertidur dengan selang oksigen terpasang di bawah hidung mungilnya.


"Kenapa nasibmu seperti ini Nak," gumam Miguel sedih dan lirih.

__ADS_1


Tak terasa air matanya menetes kembali.


"Maaf tuan, saya harus segera membawa bayi ini keruangan intensif, karena bayi ini harus segera mendapat penanganan secepatnya," ucap Suster tersebut.


"Baik suster, lakukan lah yang terbaik untuknya," jawab Miguel lirih.


"Iya Tuan, kami pasti akan melakukan yang terbaik, kalau begitu saya permisi dulu tuan," ucap Suster tersebut kembali dia berlalu meninggalkan Miguel.


Miguel mengikuti suster yang ternyata memasuki ruang perawatan bayi baru lahir.


Ketika tiba di ruangan tersebut, Miguel hendak melihat kondisi bayinya secara langsung.


Miguel masuk ke ruangan itu,Namun langkah kakinya dicekal oleh seorang suster.


"Maaf Tuan, untuk sementara anda tidak diizinkan untuk masuk, karena kondisi bayi anda yang harus segera mendapat penanganan dan ruangan ini juga harus selalu steril," ucap sang suster.


"Tapi saya ingin melihat keadaan bayi saya langsung suster," protes Miguel.


"Silakan Anda lihat melalui dinding kaca saja," ujar si suster.


"Baiklah," sahut Miguel sambil melangkahkan kakinya namun ada sesuatu hal yang membuatnya kembali menghampiri suster tersebut 


"Laki-laki tuan," jawab suster.


"Laki-laki?" gumam Miguel,seraya menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Miguel menuju dinding kaca pembatas ruang, dari sana ia bisa melihat beberapa orang tenaga medis terlihat mengelilingi tabung kaca di mana bayinya ditempatkan.


Hati Miguel terenyuh ketika melihat sang bayi kembali dipasang sebuah alat pada bagian dadanya.


Sesak setrika terasa di dada Miguel Ia hanya mampu menghela nafas panjang.


Setelah beberapa saat paramedis itu meninggalkan bayi itu sendiri.


Setelah memastikan keadaan bayinya sudah mendapat penanganan, Miguel kemudian mencari keberadaan Cecilia.

__ADS_1


***


Pasca operasinya Cecilia sudah dipindahkan ke ruangan perawatan. 


Miguel berjalan menghampiri Cecilia yang terbaring di atas tempat tidurnya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Miguel dengan tenang.


"Miguel, Apakah sudah melihat keadaan anak kita?" tanya Cecilia.


Miguel mengangguk.


"Benarkah, dia pasti tampan sepertimu,"  cetus Cecilia lagi, Miguel pun hanya menjawab dengan anggukan.


"Aku senang sekali bisa melahirkan seorang putra untukmu, Miguel. Anak kita pasti akan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan sehat," ucap Cecilia penuh harap.


"Ya Terima kasih karena kau telah melahirkan seorang putra untukku," balas Miguel sambil menggenggam tangan Cecilia. Miguel khawatir Cecilia akan syok mendengar keadaan bayi yang dilahirkannya.


"Di mana putra kita Miguel?  Aku ingin melihatnya," pinta Cecilia.


Miguel kemudian mengusap kepala Cecilia.Cecilia sama sekali tak mengetahuinya jika bayinya mengalami cacat lahir.


Mungkin karena kondisi Cecilia yang belum stabil pasca operasi, hingga suster tak memberitahu  tentang keadaan putranya.


"Cecilia, putra kita saat ini sedang berada di ruang ICU perawatan bayi baru lahir," ucap Miguel lirih.


"Hah!" mulut Cecilia tenganga  karena kaget mendengar penuturan Miguel.


"Putra kita kenapa Miguel,apa yang terjadi padanya?" tanya Cecilia.


Miguel menatap Sisilia dengan Tatapan yang sendu.


"Baik kita menderita cacat jantung,saat dilahirkan berat badannya hanya 4,8 pont," ucap Miguel.


"Hah, cacat jantung?!"Cecilia begitu syok mendengar kabar dari Miguel tersebut.

__ADS_1


"Hiks hiks Tidak!" teriak Cecilia.


Bersambung dulu gengs.


__ADS_2