
Anita tidak ingat bagaimana dia bisa masuk ke rumah. dia duduk di pinggir ranjang Dimas. peristiwa yang baru saja terjadi sangat tidak nyata baginya, orang yang di rindukannya telah kembali, tapi tak mungkin hubungan mereka bisa kembali
Anita melirik ponselnya yang berdering... panggilan menunjukkan nama Nanda sahabatnya
"halo"
"tunggu-tunggu harusnya bukan sapaan seperti ini yang aku harapkan, apa ada sesuatu yang terjadi denganmu Anita"
Nanda sangat hafal dengan segala sifat Anita... seharusnya dia akan mengomel karena bekerjasama dengan kekasih tercinta nya itu. biasnya Anita akan berbicara tanpa henti berbicara sampai berbusa, tapi nadanya saat ini seperti tidak ada kejutan sepesial yang terjadi padanya. Nanda sangat penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya
Anita menghirup udara dan mengeluarkan nya perlahan lalu berkata dengan satu nafas
"Nanda aku telah Menikah, saat ini aku memiliki suami, Aku dan mas Dimas menikah Lima bulan yang lalu"
Deg...... Nanda berusaha mencerna informasi yang baru saja di dengar nya....
Anita sudah menikah, Anita sudah menjadi seorang Istri, dia menikah dengan Dimas
"Apa.... apa semuanya benar Nit? apa kau serius? "
"hem.... "
"Apakah Johan bertemu dengan Dimas? "
"Ya"
"Lalu apakah Dimas tau hubungan mu dengan Johan"
"ya.. "
"Nit... maaf"
"itu bukan salah mu... memang selama ini salah ku tak mengatakan semuanya padamu"
"Apa kau mencintai nya Nit"
"entah aku tak tau"
__ADS_1
"okke tenangkan hatimu. aku akan mencari tiket ke Jakarta, sepertinya aku harus segera menemui mu"
Panggilan telepon terputus. Anita harus bisa menghadapi Dimas selanjutnya
Pagi tadi setelah kejadian itu Dimas tidak jadi pulang ke rumah, dia berbalik pergi, entah kemana perginya, mungkin dia pergi ke Apartemen nya yang berada lebih dekan dengan rumah sakit
Saat makan malam bu Sofi menayangkan keberadaan Dimas yang tak kunjung pulang, rencananya untuk membantu mendekatkan hubungan Dimas dan menantunya menjadi sia-sia
Bu Sofi tidak mengetahui kejadian tadi pagi, jadi dia beranggapan bahwa Dimas tidak pulang ke rumah karena tidak mau tidur sekamar dengan Anita
Pagi itu di salah satu restoran dua orang gadis sedang duduk berhadapan. suasananya sangat aneh menurut Nanda.
"Anita apa kau masih marah"
suasananya menjadi hening kembali
"Apa pernikahan mu terjadi karena Yusuf"
"ya"
"jadi apakah kalian sudah emmm melakukannya"
__ADS_1
"heii... apa maksud mu"
"ayolah bukankah kalian sudah menikah lumayan lama? jangan bilang kalian tidak tidur sekamar"
"ya... kami menang tidak tidur sekamar"
"lalu untuk apa gunanya menikah.... ini sangat konyol"
"hanya karena kita sudah menikah bukan berarti kita hidup sekamar, kamu tau sebenarnya kan bahwa pernikahan ini terjadi karena aku ingin menjaga Yusuf"
"lalu kenapa dulu kau tak memilih menjaga Yusuf sendirian... bukankah pilihanmu saat ini malah menyiksamu"
Anita tak menjawabnya, dia hanya menatap Nanda sambil menyesap teh yang sudah dingin di hadapannya
Sungguh Anita tak menyesali statusnya menjadi ibunda Yusuf karena Yusuf adalah satu-satunya kerabatnya saat ini. kedua orang tuanya sudah lama meninggal. dan kakaknya juga telah tiada.
"okke... mari kita berhenti membicarakan topik ini... bagaimana kalau saat ini kau menemaniku jalan-jalan selagi aku ada di Jakarta, lusa aku akan kembali ke Jogja"
__ADS_1
Anita dan Nanda menghabiskan waktu bersama... Anita telah berpamitan dengan mertuanya, jadi dirinya merasa lebih nyaman meninggalkan Yusuf .