Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
21


__ADS_3

Anita sedang tiduran dikamar Yusuf sambil memeluk putranya,,, hari ini dirinya merasa agak lelah mungkin karena sudah terlalu lama tidak pernah pergi jadi dia merasakan capek.


"Nit.. kamu dah tidur" Sofi mendekati Anita di tempat tidurnya


"belum bu" perlahan Anita duduk karena takut membangunkan Yusuf


"ibuk mau bicara sebentar sama kamu"


Anita berjalan kearah Soffa dengan ibu mertuanya


"Besok pagi ibu mau pulang, ibu nggak bisa lama lama disini kasian Desi dirumah sendirian"


"iya bu... kenapa Desi kemarin nggak ikut sekalian bu, kan ibu jadi bisa lama disini"


"adikmu kan dah kelas 12 jadi dah sering les pulangnya juga sore terus"


Desi adalah adik perempuan Dimas, Ayah Dimas sudah meninggal sejak Tiga tahun lalu, jadi di dirumah hanya ada Bu Sofi dan putrinya


"besok kalau Desi dah lulus, Desi biar kuliah di Jakarta aja ya bu, ibu juga ikut ke Jakarta aja... biar bisa kumpul semua disini"


"yah lihat nanti mau gimana keputusan Desi aja ibu ikut"


bu Sofi mendekati menantunya, digenggamnya tangan Anita,


"Anita... status mu saat ini adalah istri dari Dimas, jadi kamu memiliki hak dan kewajiban sebagai seorang istri, bukan hanya kamu menjalankan peranmu sebagai ibunda Yusuf, tapi kamu juga harus bisa menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri, kamu juga memiliki hak atas Dimas, hak atas nafkah darinya, hak atas waktu nya, hak atas kasih sayangnya"


"Dimas pun juga sama dia memiliki hak dan kewajiban kepada mu, maka bantulah Dimas untuk bisa menjalankannya, tak ada kata malu ataupun ragu, kalian sudah lama menikah mau sampai kapan hubungan kalian akan seperti ini terus"


Anita tertunduk tak berani menatap mertuanya dia tau jika didalam hati Dimas masih ada Anisa. jadi tidak mungkin dia bisa menggantikan posisi Anisa.


"Ibu minta sama kamu cobalah mendekati Dimas, itu bukan hal yang memalukan, itu malah sunah menggoda suami sendiri, apa kamu tidak takut kalau Dimas melirik perempuan lain"


"Astaghfirullah ibuk" Anita menggeleng menatap ibu mertuanya


"Kamu tau sendiri kan di rumah sakit banyak dokter muda dan perawat yang sering mencari perhatian Dimas, seharusnya kamu memperjuangkan apa yang menjadi hak mu"


"i.. iya bu Anita akan coba"

__ADS_1


"jangan cuma coba tapi langsung praktekan. ibu ingin pada saat ibu kembali lagi kesini, hubungan kalian sudah membaik"


" baik bu, semoga Anita bisa"




karena Semalaman di rumah sakit pagi ini Dimas terlihat lesu, di bawah matanya terdapat mata panda, wajahnya pun juga terlihat sudah tak bertenaga,



"Pagi Dokter Dimas"



"pagi Dokter Siska"



"wah dokter Dimas yang semalam bertugas ya, pasti sangat lelah, kebetulan aku bawa sarapan, bagaimana kalau kita sarapan dulu"




"maaf dokter Siska, aku mau langsung pulang bertemu anakku"



"wah... beruntung banget ya putra dokter Dimas, memiliki ayah yang begitu perhatian"



"yah tidak juga, Yusuf memiliki kasih sayang dari orang banyak kok"


__ADS_1


"iya dok.... *andai aku bisa jadi ibunda Yusuf, betapa bahagianya aku" batin* Siska



"Dokter Siska aku serahkan selanjutnya pada mu, aku akan pulang dahulu, mungkin besok pagi baru ke rumah sakit lagi"



"baik dokter... " Siska tersenyum kelewat manis terhadap Dimas



Dimas buru buru masuk kedalam mobilnya, sepanjang perjalanan dirinya sudah membayangkan makanan apa yang pagi ini sedang disiapkan Anita apakah Anita akan membuat udang asam pedas atau sop buntut kesukaannya, dengan membayangkan saja Dimas sudah hampir meneteskan air liurnya



kebiasaan sarapan pagi dirumah memang sudah di jalaninnya semenjak menikah dengan Anita, masakan Anita memiliki rasa yang sangat cocok dengan lidahnya, beda dengan Anisa yang dulu juga bekerja jadi jarang bisa memasakkan makanan untuk Dimas. keduanya lebih mempercayakan kepada asisten rumahtangga nya untuk memasak.



sesampainya di rumah Dimas mencari keberadaan Anita, namun tidak ada tanda tanda keberadaan Anita,, Dimas mencari di dapur, di kamar Yusuf, dan di kamar tamu yang di tempati ibunya juga tidak ada



"Anita.. "



"buk... "



"Yusuf.. "



Dimas mencari semua orang tapi tidak ada sahutan, Dimas berencana menelpon Anita setelah dirinya mandi dan berganti pakaian, mungkin Anita sedang berjalan jalan di taman pikirnya

__ADS_1



Dimas masuk kedalam kamar nya bermaksud untuk menyegarkan badannya setelah semalaman bekerja. namun langkah kakinya terhenti Dimas menatap seisi ruang kamarnya yang berbeda. foto pernikahannya dengan Anita sudah tidak terpasang dan beberapa foto dirinya bersama Anisa pun juga sudah tak ada. Dimas merasa sangat emosional, bagaimana bisa Anita mengubah kamarnya bersama Anisa begitu saja.


__ADS_2