Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
37


__ADS_3

Anita sudah berhasil menidurkan Yusuf dan saat ini sedang duduk di depan televisi sambil berbalas Chat dengan sahabatnya. sebenarnya Anita memiliki ide untuk kembali melanjutkan usaha ibundanya yang sudah beberapa bulan dia abaikan. Ibundanya memiliki usaha Butik yang lumayan maju, hingga bisa membiayai kuliah Anita dan kakaknya, namun setelah menikah memang Anita sudah sangat jarang mengurus Butik ibundanya.


Rencananya Anita ingin merekrut desainer desainer muda untuk mengembangkan butik nya.


Tante Nana adalah sahabat ibunya. mereka berdua mengembangkan butik dari Nol hingga sekarang, karena itu butik pun di kelola oleh beliau setelah meninggalnya ibu Anita. Dengan tangan terampil tante Nana selama ini butik berjalan lancar, maka dari itu Anita berencana membuka cabang baru di dekat tempat tinggal nya saat ini.


Meskipun sebenarnya Anita bukan desainer profesional, namun bakat menggambar yang di warisi dari sang ibu membuatnya begitu lues menciptakan beberapa karya baru. bahkan ada beberapa hasil coretan nya yang cukup banyak di minati di butik ibundanya.


Anita berencana meminta ijin Dimas terlebih dahulu agar dirinya di perbolehkan mengembangkan usahanya,


Anita mengambil handphone nya.. ketika sedang mencari nama Dimas tiba tiba handphone nya berdering menandakan ada panggilan masuk


Anita terkejut karena ternyata suaminya yang menelfon padahal dirinya juga sedang berencana menelpon, kebetulan yang sangat langka baginya, tanpa pikir panjang Anita langsung mengangkat telponnya


"Assalamu'alaikum mas Dimas"


"Waalaikumsalam " jawab Dimas sama lembutnya dengan jawaban Anita


"belum tidur ? "


"Belum barusan nidurin Yusuf mas"


keduanya terdiam untuk sesaat sampai saat keduanya bersamaan memanggil


"Mas"


"Nit"

__ADS_1


"eh.. iya mas "


"kamu mau bicara apa barusan? "


"Mas Dimas dulu aja"


"bener ni nggak papa aku dulu? "


"iya beneran.. lagian aku juga ndak begitu terburu buru kok mas"


Anita menunggu Dimas berbicara terlebih dahulu karena menurutnya akan lama jika dirinya berbicara duluan, Anita ingin berdiskusi lebih lama mengenai rencananya saat ini.


"Nita... kamu tau kan Sasya sudah di Terima di Universitas impiannya? " pertama tama Dimas bertanya terlebih dahulu pada Anita, memastikan kalau istrinya tau jika adiknya akan mulai kuliah


" Iya mas, Nita dah tau, ibu sudah telpon tadi siang "


"Ya ndak papa mas.. Anita malah seneng kalau ibu sama Sasha bakalan pindah ke rumah, jadi rumah nggak bakalan sepi lagi mas, lagian kalau Ibu di rumah kan enak.. ndak kasian kalau ibu kangen sama Yusuf juga nggak perlu repot jauh jauh naik kereta" jawab Anita dengan antusias


Selama ini rumah memang agak ramai jika siang hari, karena ada pengasuh dan orang yang bertugas membersihkan rumah, namun jika sudah sore, rumah akan menjadi sepi. lain halnya jika ada Ibu dan Sasha pasti rumah tidak akan pernah sepi


"berarti kamu setuju kan? "


"iya mas,,, Anita setuju banget kok"


"Alhamdulillah syukur kalau kamu setuju, tadi Sasha suruh mas minta ijin dulu , dia takut kamu nggak suka kalau Sasha sama ibuk ada dirumah kita"


entah mengapa mendengar kata "kita" dari mulut Suaminya membuat hati Anita cenut cenut, gini ya rasanya di anggap

__ADS_1


"bagaimana mungkin Anita nggak setuju, Sasha kan juga adik aku mas "


Dimas tersenyum mendengar jawaban istrinya...


"jadi?.. apa yang tadi ingin kamu sampaikan? "


"em ini mas, Anita mau buka cabang butik di... "


tok tok tok...


"ya silakan masuk! "


Nampak seorang suster masuk sambil berwajah panik


"dok ada pasien kritis " ucapnya


"baik saya kesana sekarang" dengan Sigap dimas berdiri mengambil jasnya dan sambil berjalan Dimas berpamitan dengan istrinya


"Nita.. ada pasien kritis saya matikan dulu telpon ya Assalamu'alaikum"


tut.. tut.. tut..


"Waalaikumsalam"


Anita menghembuskan nafasnya.. pekerjaan Dimas membuatnya selalu cemas, semoga kali ini pasien Dimas bisa pulih sehat kembali,


kembali Anita mengambil laptopnya melanjutkan beberapa rencana yang sudah ia rencanakan. Rencananya jika Dimas telah setuju Anita akan segera mencari tempat paling strategis yang akan mampu menarik perhatian calon pembelinya

__ADS_1


__ADS_2