Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
7


__ADS_3

Perlahan Dimas menutup pintu kamarnya dan berjalan perlahan menuju Anita, saat jarak mereka Dua meter Anita segera berteriak


"stop !! mas Dimas tolong keluar dulu" Anita merasakan tubuhnya bergetar takut jika Dimas berniat macam-macam dengannya.


Anita mengintip Dimas melalui sela-sela jarinya


"apa kamu berusaha merayuku" Dimas berkata pelan sambil menatap pemandangan menggiurkan di depannya


"aku kira mas Dimas masih di luar jadi aku berani keluar kamar tanpa handuk, em... handuk ku ketinggalan"


tidak ada jawaban dari Dimas , Anita merasa kepalanya mendidih. ternyata Dimas masih terlena dengan lekukan yang berada di depannya


"dasar Me**m" Anita berlari masuk kedalam walk in closet


"heh... bukankah kita sudah sah... kenapa harus malu" kekeh Dimas menatap pintu tertutup setelah istrinya masuk berganti baju.



"Dimana istrimu Dim kok nggak ikut makan sih, ni ibu dah masakin banyak loh,,, "



"masih di kamar bu"



"Anita pasti kecapean deh... kamu sih harusnya jangan langsung tancap gas gitu,,,mentang-mentang ibu jagain Yusuf jadi langsung balas dendam. kayak ndak ada waktu nanti malam aja, dah ngebet ya...." ibunya menggoda Dimas



"uhuk uhuk"



"eh... pelan-pelan ibu ndak minta makananmu, nggak usah khawatir, lagian ibu juga pernah muda kok hehehe"



Dimas yang mendengar godaan ibunya hanya mendengus



karena kejadian tadi Anita jadi teramat sangat malu untuk keluar kamar , apalagi jika sampai bertemu dengan Dimas. sangat bodoh rasanya karena dia memilih menutupi wajahnya, padahal di dalam kamar tersebut hanya ada mereka berdua. tentu saja Dimas langsung tau bahwa itu dirinya tanpa harus melihat wajahnya.


cklek...


pintu kamar dibuka siapa lagi kalau bukan Dimas pelakunya


Anita langsung menutup seluruh badannya dengan selimut


Dimas yang melihat kelakuan Anita yang sudah serupa dengan kepompong hanya tersenyum.


"kamu di tanyain ibu"

__ADS_1


hening... Anita tidak menjawab


"Aku tau kamu belum tidur, jadi tidak usah berpura-pura"


setelah menunggu sesaat tak ada jawaban, Dimas Akan kembali keluar sambil melirik Anita


" Kasihan Yusuf kayaknya bakal minum sufor lagi" Dimas bersuara pelan untuk memancing Anita agar mau menanggapi nya,


benar saja saat itu juga Anita langsung menyingkirkan selimut yang menutupi seluruh badannya.


"saya keluar dulu" secepat kilat Anita keluar dari kamar mencari keberadaan Yusuf


Dimas hanya tersenyum tipis melihat kelakuan Anita.




"tuh akhirnya yang di tunggu tiba" bu Sofi segera menyertakan Yusuf kedalam gendongan Anita.



"dari tadi rewel ni cucu oma... haus deh kayanya, kamu kasih Asi dulu aja, nanti kalau Yusuf sudah kenyang kasih ke oma lagi.



" ibu istirahat aja nanti yusuf biar sama saya, ibu pasti capek dari datang belum istirahat " Anita mencari cara Aman agar malam ini terhindar dari Dimas




blusshh ,,,, muka Anita langsung berubah warna menjadi Merah


Bisa-bisanya mertuanya mengira kalau tadi dia lama di kamar karena di gempur Dimas, padahal sesungguhnya dia masih ting ting. Memang tadi ada kejadian di kamar tapi bukan *itu*.



Anita memilih diam sambil menyusui Yusuf. Mertuanya memang paling jago dalam menggodanya,



Anita sangat menikmati momen mengAsihi , dimana saat mata Yusuf menatapnya seolah Yusuf sangat tergantung pada nya. Entahlah seolah ada magnet yang menariknya ketika tatapan mata nya bertemu. Ikatan ibu dan Anak mungin itu yang dia rasakan, meskipun Anita tak melahirkan Yusuf tapi di hatinya Yusuf adalah putranya.



"kamu dah jago loh nyusuin Yusuf, dulu waktu ibu pertama nyusuin si Dimas duhhh sampai berhari-hari sakitnya. tau nggak tu \*\*\*\*\*\* lecet semua dah gitu Asinya cuma keluar dikit banget."



"Masih belajar bu, tapi Alhamdulillah \*\*\*\*\*\* nya ndak lecet bu"


__ADS_1


"iya soalnya \*\*\*\*\*\* lecet bisanya pas bayi baru aja lahir, terus kita susui langsung jadi lecet kena gusi yang kayak pisau tumpul... beeehhh jangan tanya sakitnya kaya apa"



Anita merasakan badannya merinding membayangkan Putingnya lecet karena gusi tajam berrr bisa bisa dia teriak pas nyusuin.



"kamu aman soalnya Yusuf kemarin dah terbiasa minum pakai dot, tapi berapa bulan lagi bakalan ngalamin juga tu pasti.... pas anak mau tumbuh gigi.... ampun deh rasanya di gigit"



***ceklek*** ...



Dimas masuk kedalam Kamar niatnya ingin berpamitan karena dirinya mendapat telpon bahwa ada keadaan darurat yang mengharuskannya datang ke rumah sakit.



"buk... aku ke Rumah sakit dulu ya, ada keadaan darurat" Dimas berjalan menuju ibunya berpamitan sambil mencium punggung tangan ibunya.



"loh kok gitu... bukanya ada dokter anak yang lain? "



"ada bu tapi hari ini dia berhalangan jadi aku harus menggantikan nya"



"ya sudah hati-hati"



ketika Dimas berbalik ke arah pintu ibunya menginginkan



"loh kok nggak pamit sama istrimu"



"hehe lupa" alasan aneh yang di ucapakan Dimas, padahal memang biasanya juga tinggal ngomong tampa salaman ataupun pelukan, tapi demi menunjukkan drama di depan ibunya dia merubah kebiasaannya.



"aku berangkat ya " Dimas berpamitan dengan Anita karena tangan kanan Anita sedang menopang badan Yusuf jadi dia tak mengulurkan tangannya, sedangkan matanya malah memandang Yusuf yang masih konsentrasi menyusu, entah seolah mendapat dorongan Dimas malah mencium Yusuf yang otomatis pipinya menempel di dada Anita .



Anita yang dari tadi sudah merasa lega berubah kaget, bisa-bisanya Dimas memanfaatkan kesempatan." dasar *mes\*m*" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2