Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
8


__ADS_3

Dalam perjalanan ke rumah sakit Dimas malah merasa konsentrasinya buyar, bagaimana tidak dalam sehari dirinya Duakali mendapatkan kejutan.


Dirinya Laki-laki normal jadi tidak mungkin kan kalau tak tergoda dengan suguhan bertubi-tubi seperti tadi. Dimas mengatur nafasnya beberapa kali..


"tenang Dim... jangan sampai tergoda, ingat dia Anita bukan Anisa. kamu tidak bisa menghianati Anisa"


hidup Lima bulan bersama Anita tak membuat hatinya luluh. memang dirinya mengakui kasih sayang Anita terhadap Yusuf sangat besar. bahkan dirinya tak pernah melihat raut lelah saat Anita merawat Yusuf. tapi entahlah mungkin belum saatnya dia membuka hatinya.




Setelah kepergian Dimas Anita melanjutkan obrolan dengan mertuanya.



"Ibu seneng banget akhirnya Dimas bisa nerima kamu"



Mata bu Sofi berkaca-kaca, awal dirinya menyuruh Dimas menikahi Anita, Dimas menolak dengan tegas, alasannya dia tak bisa mencintai wanita selain Anisa karena di hatinya hanya ada Anisa.



Anita tersenyum sambil menatap mertuanya, "*semoga ibu tak tau hubungan ku yang sebenarnya dengan mas Dimas, aku yakin ibu pasti akan sedih*" batinnya



"Yusuf sudah tidur kamu bisa istirahat dulu... nanti kalau dia haus ibu bangunkan kamu Nit"



"Baik bu, terimakasih" dikecupnya pipi tembem Yusuf lalu Anita keluar dari kamar



"Kak Nis, kakak beruntung memiliki keluarga yang menyayangi kakak" ucapnya pelan.



karena tadi sore Anita sudah tidur jadi dia belum merasa ngantuk. Anita memilih berjalan menuju dapur mengisi perutnya yang kosong, mertuanya sangat perhatian masakan yang di masak juga semuanya seperti di peruntukkan untuknya.



Berbagai lauk sayur dan buah semua untuk menambah produksi ASI-nya, dengan lahap Anisa memakan makanannya. setelah selesai tiba-tiba handphone nya berbunyi, menunjukkan adanya telpon dari Nanda sahabatnya.



"*Nit besok kita ketemuan yukkk kangen*....."



"*kamu lagi di Jakarta? kapan datangnya*"


__ADS_1


Nanda memang tidak tinggal satu kota dengannya, Nanda memilih melanjutkan S2 nya di Yogyakarta



"*tadi sore aku sampai sini, bisa ya besok kita ketemuan? aku nggak lama di Jakarta Lusa aku pulang*"



" *iya - iya besok mau ketemu dimana* "



"besok aku jemput kamu di rumah okke? aku punya kejutan buat kamu"



"kejutan apa sih bikin penasaran aja"



"Ada deh.... siap-siap aja besok"



tut.. tut.. telpon dimatikan oleh



" hish.... aneh banget ni anak"




Kamar Dimas memiliki tempat tidur yang luas. warna Kamar di dominasi dengan warna pastel mungkin dulu Anisa yang mendekorasinya. di atas Kepala ranjang terdapat foto pernikahan Dimas dengan Anisa. nampak dalam foto Dimas yang sangat menyayangi Anisa.



di dalam walk in closet juga masih tertata rapi baju-baju Anita. Dimas selalu merasa istrinya Anisa belum pergi meninggalkannya untuk selamanya.



Anita tak pernah keberatan dengan hal itu, karena memang dia tau Anisa tak tergantikan.



tok.. tok...



"ya ... silahkan masuk"



"ibuk" Anita berdiri menghampiri mertuanya

__ADS_1



"Nit ini Yusuf kebangun kamu susuin dulu deh Yusuf nya"



bu Sofi masuk sambil menyerahkan Yusuf kepelukan Anita, Anita pun langsung tanggap, Yusuf memang sering terbangun saat malam.



bu Sofi memandang Yusuf yang seperti sudah sangat kehausan, mulutnya mencari sumber Asi padahal matanya masih terpejam



"ni anak minumnya banyak ya Nit... pantesan montok"



"iya bu, bulan depan dah bisa di kasih mamam"



"iya ya... kok rasanya cepet banget besarnya"



saat bu Sofi mengobrol bersama menantunya matanya tidak sengaja melihat foto pernikahan di atas kepala ranjang.



matanya melebar kaget. foto itu seharusnya sudah di ganti karena pemilik kamar juga sudah di ganti. entah apa yang di pikirkan Putranya itu. bisa-bisanya dia masih memajang foto Anisa. padahal istrinya sekarang Anita.



bu Sofi memang tak pernah masuk ke kamar Dimas. jadi dia tak tau jika foto pernikahan Dimas dengan Almarhum Anisa masih terpajang rapi.



saat memperhatikan tempat lainnya bu Sofi semakin merasa marah karena di kamar itu masih ada beberapa foto Anisa dan tidak ada satupun foto Anita.



bu Sofi langsung berbalik, dia bangkit dan berjalan menuju walk in closed di dalam kamar Dimas.


benar saja dugaannya, dia melihat beberapa tas besar, koper dan beberapa baju yang di tumpuk asal seperti tak tertata... saat pintu almari terbuka semua tertata rapi. dan semua yang ada di dalamnya adalah baju Anisa.



dadanya berdegup kencang, ternyata perkiraan nya salah ternyata dia salah menilai hubungan Anita dan Dimas. dia pikir putranya akan menerima Anita, tetapi nyatanya Anita seperti tak di anggap keberadaan nya



" bu.... "


Anita menyusul mertuanya ke walk in closed , karena merasa aneh dengan tingkah mertuanya

__ADS_1


__ADS_2