
"Kamu" Saat melihat ternyata Anita yang sedang memijitnya Dimas langsung merasa rileks..
Anita hanya tersenyum dan melanjutkan pijatan pada pelipis Dimas, entah mengandung apa, namun nyatanya tangan Anita mampu membuat rileks seluruh badannya.
Setelah dirasa cukup tangan Anita turun ke punggung kekar Dimas, ini kali pertama Anita menyentuh suaminya, merasakan betapa kerasnya punggung Dimas, Anita menambah kekuatan untuk memijatnya, hingga beberapa saat Dimas menyuruhnya berhenti.
Anita berhenti memijat Dimas.. lalu mengajak Dimas memakan sarapannya
"Mas Dimas belum sarapan kan? , Nita sudah bawa sarapan buat mas Dimas"
Anita berjalan mengitari meja.. mengambil kotak makan dan duduk di sofa yang tersedia di ruangan Dimas.
Tanpa menjawab Dimas berdiri berjalan menuju tempat di samping Anita
Anita hanya melirik melihat Dimas duduk begitu dekat dengannya , saat Anita bergeser, Dimas malah ikut bergeser sehingga jarak keduanya masih berdekatan.
"Mas Dimas makan dulu, tadi Nita cuma buat ini"
Anita mengeluarkan tumis buncis, dan udang goreng dari kotak maknanya, beberapa isrisan buah juga tampak menambah cantik hidangan di depan Dimas
Melihat itu Dimas tersenyum, seketika perutnya juga terasa lapar
"Aku malas mencuci tangan, tolong suapi"
Anita menoleh menatap Dimas tak percaya
__ADS_1
"Mas Dimas ih.. kan dah gede masa mau dj suapin sih..."
"lagi mager "
Mendengar jawaban Dimas, Anita hanya geleng kepala, entah itu hanya alasan saja atau memang karena Dimas terlalu lelah setelah melangsungkan operasi, yang di lihatnya saat ini memang Dimas sudah sangat lelah
Anita dengan telaten menyuapi Dimas, atas permintaan Dimas juga Anita menyuapi nya langsung menggunakan tangan, lebih nikmat katanya
Selama di suapi pun pandangan mata Dimas tak pernah lepas dari wajah cantik istrinya. memang pagi ini Anita sedikit berdandan, memoleskan liptint dan sedikit menghias wajahnya. Anita ingin lebih berpenampilan rapi saat bertemu Tante Nana, karena tante Nana pasti akan mengomelinya jika Anita tidak merawat dirinya dengan benar. pasti akan banyak protes darinya.
Saat makanan sudah habis barulah Dimas bertanya pada Anita, karena tidak biasanya Anita mengantarkan makanan ke rumah sakit
"Mas.. Nita mau minta ijin mau ketemu tante Nana di butik"
"Tante Nana? "
"Oh iya.. Tante Nana aku ingat, ada urusan apa, tumben kamu ke butik"
"Mas ingat kan semalam Anita mau bilang sesuatu? "
"Iya" Dimas memang mengingat jika Anita ingin menyampaikan sesuatu, namun ucapannya terhenti karena ada pasien kritis yang harus segera mendapat penanganan
"Sebenarnya Nita punya rencana mau mengembangkan butik ibu mas.. " Anita menatap Dimas menunggu reaksi apa yang akan Dimas keluarkan.. namun ternyata Dimas tidak bereaksi apa apa..
"Nita pingin membuka beberapa butik cabang di dekat rumah mas.. "
__ADS_1
"kamu sudah memikirkan dengan matang?" tanya Dimas kepada istrinya
mendengar pertanyaan Dimas Anita langsung mengeluarkan IPadnya. menyampaikan rancangan, serta perhitungan yang ternyata sudah semuanya tertulis rapi
Dimas yang menerima Penjelasan dari Anita juga merasa takjub, selama ini Dimas tidak pernah tau jika jiwa wirausaha Anita memang sangat bagus, bukan hanya memikirkan keuntungan Anita juga sudah memperhitungkan beberapa perkiraan jika usahanya belum berjalan lancar.
Dimas melihat betapa gigihnya Anita ingin menjalankan usaha barunya, ada perasaan bangga juga, ternyata selama ini Anita memilki bakat terpendam. banyak tujuan mulia juga yang membuat ingin segera membuka cabang baru,
Anita menjelaskan bahwa banyak dari anak anak panti asuhan yang di kenalnya memiliki berbagai bakat menggambar, dan juga menjahit. karena itu Anita akan memperkerjakan mereka, selain bisa membantu Anita juga ingin menunjukkan bahwa inovasi butik ibunya tidak hanya diperuntukkan untuk orang tua, tapi juga akan sangat di minati para kaum muda
Dari pancaran mata Anita, Dimas sudah sangat yakin jika kelak Anita akan sepenuh hati mengembangkan usahanya tersebut.
"lalu gimana menurut mas Dimas?
mas Dimas setuju kan kalau Nita buka cabang di dekat rumah kita? "
"Melihat dari betapa matangnya persiapan kamu, sepertinya tidak ada alasan buat aku bisa nolak kan?? "
"jadi? "
" aku setuju "
mendengar jawaban Dimas membuat Anita langsung saja memeluk Dimas yang berada di depannya, karena terlalu senang mendapatkan jawaban Dimas Anita sampai tak sadar dengan perbuatannya saat ini
Dimas yang mendapat pelukan dari Anita pun juga tersenyum sambil membalas pelukan istrinya..
__ADS_1
"BROO... LO GILA..!! "