
"kak Tomi kenalin ini teman aku namanya Nanda.... dan di sebelahnya Johan"
"Hai...salam kenal" Tomi menyambut ramah teman teman Anita
"kenalin Aku Sinyo dan yang kucel ini Ardy namanya"
"ye.... emang lo nggak kucel apa? "
"yah tampan gini dibilang kucel, lo tu kucel dekil, mana giginya takut kemalingan lagi"
"jangan salah.... ni behel mahal lagi ngetren tau"
"ngetren apaan, bilang aja tu gigi takut kemalingan jadi di kawatin"
sontak saja percakapan keduanya meramaikan suasana
"Udah nggak usah ribut kalian berdua sama-sama kucel kok" Tomi berusaha menengahi keduanya, karena jika Sinyo dan Ardy sudah mulai bertengkar akan susah melerai nya
Anita segera memesan makanan kesukaan Nanda, dan untuk Johan dia memesankan menu lain karena Johan alergi makanan laut. Johan sangat senang karena Anita masih mengingat makanan yang tak bisa ia makan.
"Johan ni pacarnya Nanda ya " Sinyo memecah kesunyian
__ADS_1
"Bukan, Jo tu temen kuliah aku sama Nita"
"wah berarti masih ada kesempatan nih"
"ye... elo kalau ada cewek jomblo langsung deh modus" Ardy menggoda Sinyo
"halah lo juga seneng kan.... siapa tau kita gak jomblo lagi, namanya juga usaha"
mereka mudah sekali akrab, hanya nampak Dimas yang kurang menyukai kedatangan Johan,
"dah lama banget ya Nit kita nggak ngumpul gini... dulu tiap bulan pasti nyempetin makan seafood langganan depan kampus"
"betull... gak ada duanya kalau makan disana" Anita menimpali
"okke.. mungkin bulan depan aku bakalan balik ke Jakarta lagi, mau ada acara wisudanya si bagas"
"sip kamu tinggal ngabarin aja "
"okke"
Saat makanannya datang semua orang bersenang-senang Tomi sibuk memakan cumi asam pedas, Sinyo dan Ardy memilih memesan lobster, keduanya memilih makanan yang cukup mahal mengingat mereka makan gratis.
__ADS_1
Sedangkan Anita dan Dimas sama sama memilih kepiting
mereka duduk mengitari meja persegi. di samping kiri Anita Ada Dimas sedangkan di samping kananya ada Nanda
sedangkan didepan Dimas ada Tomi, didepan Anita ada Johan ,dan Sinyo berhadapan dengan Ardy
memakan kepiting memiliki seni tersendiri, biasanya kita akan mendapatkan alat berupa tang potong kepiting. namun saat ini Anita merasa kesulitan untuk membuka cangkang meski sudah ada alat. Dimas di sampingnya juga sibuk memecahkan cangkang dan menikmati enaknya makanan di depannya itu
Melihat Anita yang kesulitan, Johan langsung berinisiatif mengambil piringnya, dia memecahkan cangkang dengan cekatan, mengambil daging lembut di dalam cangkang kepiting, dan memisahkan cangkangnya . hal ini memang sudah sering dia lakukan, setiap makan makanan laut Johan lah yang akan mengupaskan udang untuk Anita, membuka cangkang kepiting, bahkan kadang kerang pun juga ia pisahkan dari cangkangnya, hal itu sangat memudahkan Anita untuk bisa langsung menikmatinya.
Johan memang sangat memanjakan Anita, hingga dia lupa kalau saat ini seharusnya suaminya yang melakukan tugas itu. Tomi hanya geleng-geleng melihat Dimas yang telah kehilangan kesempatan. harusnya di depan sang mantan Dimas bisa merebut perhatian Anita, tapi memang dasar Dimas tidak peka.
Dimas yang baru saja mengetahui perlakuan Johan kepada istrinya merasa sangat tak nyaman. bisa bisanya mereka bermesraan di depannya, saat Anita akan memakan makanan yang Johan siapkan, Dimas langsung menukar piringnya dengan piring di depan Anita.
"mas Dimas ngapain sih"
"kamu makan ini aja udah aku kupasin"
"loh tapi kan punyaku juga dah di bukaiin sama Jo"
"punya ku lebih enak coba deh aku dah nyoba" dengan cepat Dimas memasukkan sepotong daging lembut kedalam mulut Anita, seketika itu Anita lupa tentang piring yang di tukar oleh Dimas, Anita hanya menundukkan kepalanya sambil menikmati hidangan itu.
__ADS_1
Sedangkan di depannya Johan merasa geram dengan tingkah kekanak-kanakan Dimas. mungkin jika tadi dirinya tak membatu Anita, Dimas juga tak berniat merawat makanan Anita.
Dimas menatap Johan dengan tatapan mengejek