Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
34


__ADS_3

Dimas dibuat bingung dengan permintaan sepupunya itu, mentang mentang ayahnya memiliki 60% saham di Rumah sakit, membuat Robby memiliki keberanian untuk mengancam dokter dan perawat seenaknya.


Dimas kembali ke ruangannya dan memanggil kepala perawat ruangan VIP tersebut


^^^"Selamat malam Dokter Dimas"📞^^^


📞"Selamat malam Bu Vina.. "


"Siapa dokter jaga malam ini? "


^^^"dokter Siska.. ada apa ya dok? "📞^^^


📞"Saya butuh bantuannya"


^^^"apa perlu saya suruh dokter Siska ke ruangan dokter Dimas📞 sekarang? "^^^


📞"ya.. tolong beri tau dokter Siska saya ada perlu".


^^^" baik dok saya sampaikan segera.. "📞^^^


📞" trimakasih bu Vina"


belum ada Sepuluh menit pintu ruangan Dimas diketuk


"Silakan masuk"

__ADS_1


Siska masuk ke ruangan Dimas, ruangan itu bukan ruangan prakteknya melainkan ruangan wakil Direktur rumah sakit, sesuai jabatan Dimas, selain menjadi dokter anak, Dimas juga di tunjuk sebagai wakil Direktur rumah sakit oleh pamannya.


"malam dok"


Siska tersenyum agak grogi karena bertemu lagi dengan Dimas, bagaimana tidak, Siska pernah memiliki rasa pada Dimas bertahun tahun, namun sayangnya Dimas bukan jodohnya... Dimas sendiri sama sekali tidak menyadari bagaimana perasaan Siska.. jadi sikapnya juga biasa saja.


"dokter Siska silahkan duduk" Dimas mempersilahkan dokter muda duduk


"begini Dokter Siska, sebenarnya saya mau minta bantuan"


" bantuan apa dokter... kalau saya sanggup saya pasti bantu" Siska sangat antusias mendengar Dimas membutuhkan bantuannya, jarang jarang baginya untuk bisa mendapatkan tugas langsung dari wakil direktur, siapa tau setelah tugas itu dia di angkat menjadi dokter tetap di rumah sakit ini.


"gini... kamu tau kan kalau di lantai Tujuh ada pasien bernama Robby? "


" iya saya tau... yang kemarin nolak di infus itu kan "


"nah iya betull sekali"


"saya minta dokter Siska merawat Robby dalam waktu Tiga hari ini"


"yah saya bisa asal pasien mau saya rawat" jawab Siska dengan enteng


" sudah Dua hari dia dirumah sakit ini, dan menolak semua perawat atau dokter yang memeriksanya, hanya dokter Siska yang pernah berhasil merawatnya''


"itu kan juga karena ada dokter Dimas.. "

__ADS_1


"Saya minta dokter Siska membantu merawat anak itu hanya 3 hari saja, urusan pasien lain bisa di serahkan kepada teman teman lain, sepupu saya hanya mau di rawat oleh dokter ahli seperti dokter Siska"


" baik dok.. saya siap"


"okke bagus dalam tiga hari ini dokter Siska juga bertugas menjaga, dan meladeni seluruh keperluan Robby, karena Robby tidak suka dirawat oleh perawat di sini"


" maksudnya selain memeriksa kesehatannya, saya juga bertugas mengurus keperluan adik dokter Dimas? "


"yap betul, dan lagi dia bilang akan membayar berapapun asalkan pekerjaan dokter memuaskan, tapi.. "


"tapi apa dok"


"tapi kalau pekerjaannya tidak memuaskan Robby akan memecat dokter Siska"


"hah... gak mau gak mah ah... ini pekerjaan saya nggak main main loh dok.. banyak orang yang membutuhkan saya, kenapa hanya karena satu orang saya di pecat. Saya nggak jadi setuju deh dok"


Siska menolak mentah mentah tawaran Dimas, heh.. enak saja main pecat batinnya


"Kata Robby kalau dia puas dengan perawatan dokter yang akan merawatnya, dia berjanji akan memberikan imbalan yang sesuai"


Siska merenungkan tawaran dokter Dimas.. sebenarnya dia malas jika harus merawat anak manja itu lagi.. apalagi bisa terancam di pecat jika si "anak manja" tidak puas dengan perawatannya.


Namun tentang penawaran "imbalan yang sesuai" Siska memilih setuju


" ehemm..... begini dokter Dimas... kalau tentang imbalan itu... bagaimana kalau saya setuju asalkan, jika saya berhasil dengan tugas yang di berikan, saya minta status saya di rumah sakit ini menjadi dokter tetap di rumah sakit ini, bagaimana? "

__ADS_1


"Deal" Dimas langsung menyetujuinya


__ADS_2