Pengganti Kak Anisa

Pengganti Kak Anisa
23


__ADS_3

Malam itu Dimas tak kembali ke rumah nya dia memutuskan tidur di apartemen. pikirannya sungguh sedang berantakan, tadinya dia ingin melepas lelah, pulang ke rumah ingin bertemu dengan putranya, dan menikmati masakan yang bisanya sudah di sediakan Anita tapi semua itu tak bisa dia lakukan. ibunya memang selalu menjadi pendukung Anita.


Dimas melihat sekeliling kamarnya, semua barang Anisa kini sudah berpindah tempat di sini, dari mulai baju make-up dan semua aksesoris yang di miliki Anisa sekarang telah di pindah kan kesini.


"Bukannya ibu ingin kamu melupakan Anisa nak... tapi cukup kau do'akan Anisa, rawat anak kalian dengan baik dan juga cobalah untuk menerima Anita, ibu yakin Anisa akan senang jika mengetahui kehidupanmu yang sekarang"


"Ibu pindahkan semua barang barang Anisa kesini agar kau tetap memiliki kenangan dengan Anisa, dan Anita juga bisa memiliki tempat di rumahmu, biarkan dia menempati posisinya, bukan hanya sebagai ibu tapi juga istri bagimu"


ucapan ibunya masih bergema di benaknya, "apa aku bisa menerima pengganti Anisa, apa aku mampu mencintai orang lain selain Anisa " batin dimas sambil mengusap kasar wajahnya



"Yusuf sayangnya bunda dah bangun ya nak.... duh duh kacian laper ya" "kita mandi dulu ya sayang.... habis mandi baru mamam"



Anita mengangkat Yusuf yang baru saja bangun tidur, Anita langsung menggendong Yusuf dan menyiapkan perlengkapan untuk memandikan putranya. dengan cekatan Anita melakukan semua hal tersebut, meskipun dirinya belum pernah melahirkan namun Anita sudah mahir dalam hal memandikan menggendong bahkan menyusui anaknya



Setiap pagi Anita selalu melakukan rutinitas pagi, dari bangun tidur lalu sholat dan dia akan selalu membuat masakan sendiri, meskipun setiap pagi ada asisten rumah tangga yang selalu datang pagi dan pulang di waktu sore hari untuk beres-beres mencuci baju dan bertugas tentang kebersihan rumahnya.



Namun untuk urusan memasak, Anita tidak pernah mempercayakan kepada orang lain, Anita memiliki hobi memasak sejak masih sekolah menengah, jadi dia akan dengan senang hati melakukan pekerjaan itu.



Pagi ini Anita telah selesai memasak ayam goreng dan oseng kangkung. untuk MpAsi Yusuf Anita memilih membuat pure labu dan ditambah perahan Asi. dan untungnya saat Yusuf terbangun Anita telah selesai dengan semua tugasnya.



Di awal kesepakatan Anita dan Dimas memang tak mempekerjakan orang untuk menginap, jadi babysitter dan asisten rumah tangga akan datang di pagi hari dan pulang di sore hari. semua bertujuan agar mereka tidak menggantungkan semua hal kepada asisten rumah tangga, dan babysitter. Anita ingin anaknya memiliki waktu lebih banyak dengan ayah bundanya di banding dengan babysitter nya.



"Duh anak bunda sudah wangi sudah cakep, sekarang mamam dulu ya.... " sudah tiga hari sejak putranya mulai makan, jadi Anita masih menyesuaikan menu apa saja yang bisa di berikan kepada anak yang baru memulai MpAsi .



Sebenarnya Anita bisa saja bertanya pada Dimas karena memang Dimas adalah dokter spesialis Anak, namun karena yang di tunggu tak kunjung pulang Anita memutuskan untuk mencari beberapa resep dan tata cara untuk membuat MpAsi.

__ADS_1



Sejak Dinas tak pulang Anita juga tidak pernah berusaha menghubunginya, Anita juga akan tidur bersama Yusuf tiap malam nya, karena dia masih mengingat pesan Dimas untuk tidak pernah menyentuh barang apapun milik Anisa,



Saat Anita selesai menyuapi Yusuf mbk Siti baru datang...



"selamat pagi bu... pagi den Yusuf"



"pagi mbak Siti.. "



"wah den Yusuf nya sudah makan ya, sudah mandi juga"



"iya mbak... "




"mbak saya mau mandi dulu ya badan saya sudah gerah .....


.ni baju juga barusan kena buburnya Yusuf"



"iya bu silakan, saya boleh ajak den Yusuf ke depan bu? "



"iya boleh kok... tapi jangan jauh-jauh ya... "


__ADS_1


"iya bu"



Anita melangkah menuju kamar Yusuf, dia masuk kedalam kamar mandi untuk menyegarkan badannya, rencananya hari ini dia akan mengajak Yusuf ke Rumah sakit untuk imunisasi



Setelah mandi Anita menyiapkan seluruh keperluan Yusuf ke dalam tas lalu membawanya keluar



"mbak Siti, saya mau bawa Yusuf kerumah sakit hari ini jadwal Yusuf ketemu ayah nya untuk mengecek tumbuh kembang nya, mbak Siti ikut ya, nanti nemenin saya"



" iya bu"



"selamat pagi ada yang bisa saya bantu"


"selamat pagi mbak,,, saya mau mengambil antrian untuk bertemu dokter anak mbak"


"baik bu, mau dengan dokter siapa ya"


"dokter Dimas nya ada? "


"ada bu... kebetulan hari ini dokter Dimas praktek "


"saya mau mengambil antrian untuk bertemu dokter Dimas "


"baik mohon di tunggu sebentar bu, saat ini ibu mendapatkan antrian nomor 9"


"Ya Allah sepertinya aku sudah datang sangat pagi tapi ternyata masih banyak yang lebih pagi dariku" batin Anita


"terimakasih"


Sebenarnya bisa saja Anita meminta Dimas untuk mendahulukan Antrian mereka, namun kerena memang Anita juga sedang ingin keluar rumah jadi dia tak merasa keberatan jika harus mengantre agak panjang.


satu persatu pasangan ibu dan anak masuk kedalam ruangan praktek dr. Dimas Pratama , banyak juga para ayah yang ikut serta masuk kedalam ruangan untuk menemani buah hati nya memeriksakan tumbuh kembangnya.

__ADS_1


Saat antrian ke 8 sudah selesai kini giliran putranya masuk. Anita sudah bersiap menggendong Yusuf ingin masuk kedalam ruangan namun pintu ruangan di buka dari dalam, nampak Dimas mencari-cari keberadaan putranya.


"mas... " Anita berjalan menghampiri Dimas


__ADS_2