
"kok pada bengong sih, ibu nggak di suruh masuk nih? "
"ehm maaf Bu.. mari silakan masuk... ibu pasti capek ya" Anita buru-buru berdiri menyambut ibu mertuanya
di gandengannya ibu Sofi kedalam rumah, Dimas juga dengan segera mengambil alih tas bawaan ibunya,.
"kok ibu dah sampai sih, aku kira ibu datanya besok " tanya Dimas keheranan
"iya tadi pas ibu nelpon Anita ibu dah siap mau berangkat, kenapa sih ibu datang kok kalian pada tegang gitu, apa jangan jangan ibu ganggu ya"
"eh enggak bu ,ibu gak ganggu" ucap Anita spontan
"habis muka kalian kayaknya agak gimana gitu"
"mana cucu ibu?, dah kangen pingin gendong"
Anita bilang bahwa Yusuf sedang di gendong babysitter nya untuk di Tidurkan.
"yaudah ibu bersih bersih badan dulu ya... mau mandi, biar nanti bisa gendong cucu ibu yang paling ganteng"
bu Sofi langsung melenggang masuk kedalam kamar tamu tempat biasa ibu Sofi tidur ketika sedang menginap di rumah cucunya.
Anita dan Dimas bergotong royong memindahkan barang-barang. Baju dan juga beberapa alat kecantikan di bawa keduanya memasuki kamar Dimas dengan jurus seribu langkah
Mbak Siti hanya bingung melihat kedua majikannya berjalan mondar mandir, untungnya Yusuf aman dalam pelukan mbk Siti.
setelah beberapa kali mondar mandir keduanya selesai memindahkan barang-baranya.
Anita duduk di sofa kamar sedangkan Dimas ambruk di atas tempat tidurnya. mereka sama-sama mengatur nafas merasa kelelahan,
"kok bisa sih kamu gak tau kalau ibu bakal datang sekarang"
"maaf mas tadi ibu ndak bilang, aku juga lupa nanya, taunya ibu datang hari sabtu seperti biasanya"
" untung masih sempat pindahan" ucap Dimas perlahan
__ADS_1
karena keduanya kelelahan Dimas dan Anita ketiduran didalam kamar. sedangkan ibunya di luar mencari keberadaan keduanya
"Huh dasar anak muda ya... tau aja kalau ibunya datang jadi ada yang ngawasin Yusuf, bisa banget cari kesempatan berdua'an" bu Sofi berbicara kepada Yusuf yang sedang menatap sambil tangannya meraih baju untuk dimasukkan ke mulut
"sabar ya cucu oma sayang... bentar lagi kamu bakalan punya adek jadi kamu bisa punya teman main deh.. " bu Sofi membayangkan bisa menggendong cuci lagi.
***17.30***
Dimas terbangun dari tidurnya menatap jam di samping tempat tidurnya
"Ya Allah aku ketiduran"
Dimas bangkit lalu berjalan ke arah kamar mandi, tapi langkah nya terhenti, tak sengaja dia melihat pantulan dari kaca. Anita sedang tidur di sofa dengan kaki menjuntai ke bawah dan badannya ambruk di sofa.
"hemm ya "
"Nit bangun dah sore"
"iya mas bentar lima menit lagi"
"Anita ini sudah hampir Magrib"
Anita langsung terduduk kaget. apa bentar dia tertidur hampir 1jam lebih , memang setelah kram perutnya agak mereda dia langsung berlarian memindahkan barang-barangnya dan sofa adalah obat mujarab untuk menghilangkan rasa pegal nya.
"kamu mandi duluan aku akan menemani ibu di bawah, siapa tau ibu nyariin"
__ADS_1
"iya mas"
Anita masuk ke kamar mandi segera mencuci mukanya agar terlihat segar,,
setelah lima belas menit Anita mandi dia berniat meninggalkan kamar mandi, tapi Anita tak kunjung mendapatkan handuk.
baju yang tadi sudah dipakai pun telah ia masukkan ke dalam keranjang cucian kotor.
"duh kok bisa lupa gini sih.... kan ribet jadinya, gak mungkin kan aku keluar tanpa handuk "
setelah Anita mencari- cari ternyata dia menemukan 2 handuk di dalam almari kecil. saat di buka tenyata handuk yang ditemukannya merupakan handuk wajah, jadi ukuran nya memang kecil
Anita berfikir sejenak "kalau aku minta bantuan mas Dimas aku bisa malu , nanti dikiranya aku sengaja ninggal handuk "
kepala Anita perlahan keluar dari pintu kamar mandi, di sana dia memastikan kalau suaminya berada di luar kamar jadi situasinya aman.
dengan satu handuk berada di dadanya untuk menutupi dua Asetnya, handuk satunya berada di bawah perutnya, Anita perlahan keluar kamar mandi menuju walk in closet yang tak jauh dari kamar mandi.
Baru Dua langkah pintu kamar tiba-tiba terbuka, dengan pikiran gugup Anita bukanya lari masuk ke walk in closet tapi dia malah berdiri sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Otomatis nampak lah pemandangan yang sungguh sangat menakjubkan.
Dalam benaknya dia mengingat pernah melihat berita bahwa saat terjadi gunung meletus banyak orang berhamburan keluar rumah, ada yang sedang mandi dan lupa memakai handuk, untuk mengatasi rasa malunya orang itu menutup wajahnya sambil berlari agar tidak ada orang yang mengenalinya. jadi karena itu Anita juga memikirkan hal yang sama.
Tapi Anita tak ingat bahwa didalam kamar hanya ada dirinya, jadi jelas saja Dimas langsung mengenalinya
Dimas masuk ke kamarnya dengan santai karena memang biasanya begitu, dia lupa kalau saat ini Anita juga berada di kamarnya
__ADS_1
saat membuka pintu dia mendapatkan kejutan yang membuatnya tak bisa mengalihkan pandangannya